Untuk memenangi sebuah pertandingan bola basket, terdapat sejumlah teknik dasar yang perlu dikuasai dan dieksekusi secara optimal, salah satunya rebound

Jika suatu tim memiliki total rebound yang lebih banyak, mereka biasanya memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengontrol jalannya pertandingan.

Rebound sendiri merupakan upaya untuk mengambil bola yang melambung di udara karena gagal masuk ke dalam ring basket. 

Umumnya, teknik ini dilakukan oleh seorang center yang posisinya cenderung berada di dekat ring. Namun, seiring berjalannya waktu, permainan yang makin dinamis menuntut semua pemain di lapangan untuk lihai melakukan rebound.

Seperti apa penjelasan, strategi, dan pengaruh lengkap rebound dalam olahraga bola basket? Berikut selengkapnya.

Baca juga: Gagal Rebut Kemenangan Atas Filipina, Indonesia Tetap Melaju ke FIBA Asia Cup!

Pengertian Rebound dalam Bola Basket

Dilansir dari Jr. NBA, rebound merupakan sebuah teknik dasar ketika seorang pemain meraih dan mengendalikan bola dari tembakan yang meleset. Dalam permainan bola basket, rebound dibagi menjadi dua: offensive rebound dan defensive rebound.

Seorang pemain akan memperoleh catatan offensive rebound apabila ia mampu mengambil bola yang berasal dari tembakan rekan setimnya yang gagal masuk. Maka dari itu, sebuah tim akan mendapatkan kesempatan kedua untuk mencetak poin.

Di sisi lain, defensive rebound terjadi ketika seorang pemain mengoleksi bola dari tembakan musuh yang meleset. Kesempatan menyerang akan berbalik ke tim yang memperoleh defensive rebound.

Defensive rebound biasanya lebih mudah untuk didapat dibanding offensive rebound. Itu karena pemain bertahan akan berdiri lebih dekat di area sekitar ring. 

Meski begitu, kemungkinan untuk mencatat kedua jenis rebound ini tetap ditentukan dengan momentum dan penggunaan teknik yang benar.

Baca juga: Usai Tumbangkan Thailand, Indonesia Siap Tantang Filipina di Laga Pemungkas!

4 Teknik Rebound

Dalam melakukan rebound, ada beberapa teknik yang perlu diketahui agar prosesnya dapat berjalan lebih efektif, yaitu:

1. Box Out

Di lapangan, box out berarti memposisikan badan di antara ring dan musuh setelah bola ditembakkan. Tujuan utamanya adalah untuk membuat tembok penghalang bagi musuh dengan seluruh tubuh kita. 

Teknik box out dapat mempermudah seorang pemain mendapatkan rebound, khususnya untuk pemain yang lebih pendek. Saat kita mampu menjauhkan musuh dari area jatuhnya bola, kita tidak perlu membuang banyak energi untuk meloncat dan merebut bola di udara.

2. Putback

Seperti istilahnya, putback adalah aksi mengembalikan bola ke arah ring. Setelah pemain melakukan rebound dan mengontrol bola, ia langsung menembak bola tanpa dioper atau digiring terlebih dahulu.

Putback bisa dikombinasikan dengan lay up ataupun slam dunk. Jika sebuah tim membutuhkan cara yang cepat untuk mencetak angka setelah dapat offensive rebound, putback sering menjadi opsi yang ideal.

3. Tip-In

Teknik tip-in memiliki kemiripan dengan putback. Tip-in dilakukan oleh seorang pemain tanpa sepenuhnya menguasai bola, seperti menggunakan jari untuk memantulkan bola kembali ke arah ring. 

Selain untuk mencetak skor, tip-in juga bisa dimanfaatkan untuk mengulur waktu dan meningkatkan momentum untuk mencuri rebound dari musuh. 

Salah satunya contohnya yaitu saat kita melakukan tip-in ke atas, kita bisa mendapatkan waktu beberapa detik untuk memposisikan diri lagi demi melakukan rebound yang lebih kuat.

4. Tap-Out

Ketika seorang pemain terjebak di antara musuh yang lebih besar dan tinggi, teknik tap-out kerap digunakan untuk mengamankan rebound. Saat bola sudah berada dalam jangkauan, pemain langsung meraih dan mengarahkannya ke posisi rekan-rekan setimnya.

Sebuah tap-out akan tercatat sebagai rebound apabila rekan setim berhasil menerima dan mengamankan bola. Teknik ini umumnya dilakukan oleh seorang center yang diberi tugas utama untuk menguasai paint area.

Baca juga: Menang Telak atas Vietnam, Indonesia Raih Kemenangan Kedua FIBA SEABA Qualifiers

3 Strategi Rebound

Sama seperti ketika ingin mencetak poin, strategi yang matang juga dibutuhkan untuk mendapatkan rebound yang sempurna. Beberapa strategi di bawah ini memiliki peran krusial untuk mengatur kendali tim di kedua sisi lapangan:

1. Rotasi

Bola yang melambung di udara akan lebih mudah diraih oleh pemain dengan posisi dan timing yang terbaik. Maka dari itu, tiap pemain harus aktif melakukan rotasi dan mencari posisi yang strategis untuk memaksimalkan kesempatan mereka.

Rotasi juga diperlukan untuk menutupi ruang kosong yang ditinggalkan oleh rekan setim. Dengan demikian, kita tetap mampu memberikan perlawanan yang konsisten untuk musuh di dekat ring.

2. Antisipasi

Tidak hanya menguatkan posisi, seorang pemain juga harus membaca arah bola dengan baik untuk menjadi rebounder hebat. Setelah mengetahui ke mana bola akan jatuh, respon tubuh yang cepat juga dibutuhkan agar bola bisa segera diamankan dari musuh.

Insting kuat ini tentu tidak bisa kita dapatkan secara instan. Kita dapat mengembangkannya dengan latihan secara rutin dan belajar melalui pengalaman bertanding.

3. Kerjasama Tim

Bola basket adalah olahraga tim. Tiap rebound yang diperoleh sangat memengaruhi kesuksesan tim. Maka dari itu, para pemain harus saling mendukung dan memiliki kerjasama yang solid.

Miskomunikasi antar pemain dapat membuat skema dan momentum untuk merebut rebound jadi berantakan. Berbicara dan memberi sinyal untuk rekan setim di lapangan merupakan kunci utama untuk permainan yang efektif.

Baca juga: Laga Pembuka FIBA U18 SEABA Qualifiers, Timnas Putri Sukses Redam Singapura

Peran Rebound dalam Kemenangan

Dalam pertandingan bola basket, melakukan rebound memang terkesan tidak mencolok jika dibandingkan dengan menembak bola. Akan tetapi, teknik dasar ini tetap merupakan salah satu bagian inti dari permainan.

Tim yang memiliki jumlah rebound lebih banyak dan mendominasi paint area akan memiliki peluang lebih banyak untuk mencetak skor. Di sisi lain, kesempatan musuh untuk mengontrol jalannya pertandingan jadi semakin berkurang.

Jika berada dalam waktu krusial, rebound juga bisa menjadi faktor penentu suatu tim akan menang atau kalah. Dengan begitu, selain tampil maksimal dalam menembak bola, kalian juga perlu menguasai teknik dan strategi rebound yang tepat. 

Merebut rebound merupakan usaha yang membutuhkan kerjasama tim. Tiap pemain memiliki peran untuk memenangi pertarungan di dekat ring. (*)

Baca juga: Debut Manis! 12 Pemain Langsung Rebut Gelar DBL All-Star di Musim Perdananya

Populer

Jadwal Technical Meeting DBL East-Java North 2026
Resmi! Berikut Daftar Tim yang Berlaga di DBL East Java-North 2026
TC Dimulai! Skuad DBL All-Star 2026 Asah Fisik dan Taktik di Hari Pertama
Menang Besar di Scrimmage Game, Tim Putri DBL All-Star Enggan Merasa Puas
Menuju DBL East Java-North: Habis Magang, Smekda Langsung Jalani Latihan Intens