Skuad putra Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 menunjukkan kualitasnya saat menghadapi tim basket Universitas Esa Unggul (UEU) dalam scrimmage game yang berlangsung di Jakarta, Sabtu 20 Juni 2026. Dalam laga tersebut, tim DBL All-Star 2026 tampil dominan dan berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 68-42.

Sejak kuarter pertama, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Meski berstatus laga uji coba, kedua tim sama-sama tampil kompetitif. Namun, para pemain DBL All-Star 2026 mampu menjaga konsistensi permainan hingga terus memperlebar keunggulan dan menutup laga dengan margin 26 poin.

Baca Juga: Dukungan Asyhila dan Makayla Bagi Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026

Menariknya, Mohammad Audytho Almina, salah satu pemain UEU, ternyata bukanlah sosok asing di kompetisi DBL. Mengingat, alumnus SMAN 2 Bandar Lampung itu tercatat sudah tiga kali mengikuti DBL Camp, tepatnya pada musim 2022, 2023, dan puncaknya menembus Top 50 pada 2024. 

Kini bersama Universitas Esa Unggul, Dhyto mengaku masih merasakan atmosfer kompetitif khas DBL saat menghadapi Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 dalam scrimmage game di Jakarta.

"Pedas banget hari ini gameplay-nya, jujur," ujar penggawa yang akrab disapa Dytho. 

Menurut Dhyto, kualitas para pemain yang tergabung dalam DBL All-Star 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Ia menilai para pemain tampil lebih matang dan mampu menjalankan sistem permainan dengan efektif sepanjang pertandingan.

"All-Star team ini makin jago dan keren banget sih," lanjutnya.

Baca Juga: Peran Penting Tes Fisik Berbasis Sport Science dalam Persiapan DBL All-Star 2026

Berbicara soal kiprahnya sebagai pemain basket, Dhyto mengakui kalau pengalaman mengikuti DBL Camp selama tiga tahun memberikan dampak besar terhadap perkembangan dirinya di lapangan. Salah satu perubahan paling terasa adalah kesiapan menghadapi transisi dari basket tingkat SMA menuju level yang lebih tinggi.

"Aku sudah tiga kali ikut DBL Camp waktu SMA. Tahun pertama di Surabaya, lalu tahun kedua dan ketiga di Jakarta. Yang terasa signifikan setelah DBL Camp itu aku jadi lebih siap untuk menghadapi basket dari level SMA ke kuliah. Mental juga jadi lebih teratur dan lebih siap menghadapi pertandingan," ungkapnya.

Tidak hanya dari sisi teknis, Dhyto menilai DBL Camp juga mengajarkan banyak hal yang berguna bagi perkembangan seorang atlet. Termasuk, memahami perbedaan antara proses latihan dan pertandingan yang sesungguhnya.

"Di luar aspek basket, camp mengajarkan banyak hal. Kita jadi bisa membedakan mana latihan dan mana main," katanya.

Menjelang keberangkatan DBL All-Star 2026 ke Amerika Serikat, Dhyto turut menyampaikan dukungan kepada para pemain yang berhasil terpilih menjadi bagian dari skuad tahun ini.

"Good luck buat teman-teman All-Star. Semoga bisa memberikan hasil yang terbaik," tutupnya.

Pengalaman panjang sebagai campers membuat Dhyto memahami bahwa DBL Camp bukan sekadar tempat berkumpulnya pemain-pemain terbaik dari seluruh Indonesia. Lebih dari itu, program tersebut menjadi wadah pembentukan mental, karakter, dan pemahaman permainan yang akan terus berguna ketika para pemain melangkah ke jenjang basket yang lebih tinggi. (AIS)

Kalian bisa memantau seluruh update terkait Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 pada laman di bawah ini

Populer

Menang Besar di Scrimmage Game, Tim Putri DBL All-Star Enggan Merasa Puas
TC Dimulai! Skuad DBL All-Star 2026 Asah Fisik dan Taktik di Hari Pertama
Winda Sandia Kanita, Threepeat DBL All-Star, TC Timnas Senior, dan Lolos SNBT
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA
Evaluasi Berbuah Manis, Tim Putri DBL All-Star Libas Universitas Budi Luhur