Hasil evaluasi yang dilakukan tim putri Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 mulai terlihat di lapangan. Pada scrimmage game kedua melawan Universitas Budi Luhur, mereka kembali mencatat kemenangan meyakinkan 78-42.

Dalam scrimmage game kedua pada Minggu (21/6) di DBL Academy Jakarta itu, skuad DBL All-Star tampil lebih percaya diri. Tidak hanya mampu menjaga dominasi permainan, distribusi kontribusi poin lebih merata dibanding laga sebelumnya.

Meski berhasil menang dengan selisih margin lebih dari 30 poin, Kartika Hatta Mahanani menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar dalam program DBL Indonesia All-Star di Amerika Serikat.

Baca juga: Evaluasi Berbuah Manis, Tim Putri DBL All-Star Libas Universitas Budi Luhur

Pemain yang disapa Tata itu mengungkapkan bahwa kemenangan itu belum sepenuhnya mencerminkan performa ideal. "Sebenarnya memang menang jauh. Tapi permainannya belum cukup rapi. Dari defense juga masih banyak yang lolos,” ujarnya.

Tata menjadi top skor gim dengan 16 poin selama 21 menit. Pemain dari SMA BPK Penabur Cirebon itu membukukan 6 tembakan tepat sasaran dari 24 percobaan. Termasuk dengan 4 tripoin tepat sasaran.

Menurutnya, sistem permainan yang diterapkan tim sejatinya tidak menjadi persoalan utama. Yang lebih penting adalah meningkatkan repetisi latihan agar para pemain semakin memahami peran dan pola permainan yang diinginkan pelatih.

“Kalau menurut aku, defense lebih bagus yang kemarin. Tapi sekarang distribusi skor antar pemain lebih rata. Kemarin masih banyak yang takut-takut dan ragu-ragu, sekarang sudah mulai berani mencoba dan mengambil peluang,” ucap Tata.

Baca juga: Menang Besar di Scrimmage Game, Tim Putri DBL All-Star Enggan Merasa Puas

Selain Tata, ada Praisey Blessed yang memperoleh 11 poin dari 4/7 tembakan. Poin yang sama juga dicapai oleh Chloe Cathleen Cung yang tampil selama 19 menit. Disusul Ni Kadek Winda Sandia Kanita dengan 10 poin.

Meski baru menjalani dua hari latihan bersama sebagai satu tim, Tata menilai perkembangan yang ditunjukkan skuad DBL All-Star cukup menjanjikan. Namun, masih ada evaluasi dari komunikasi yang harus segera diselesaikan.

“Kalau dilihat dari kekompakan dan vibes-nya, anak-anak sudah mulai tidak jalan sendiri-sendiri. Kita sudah mulai solid. Memang itu juga yang diinginkan coach, supaya dari awal sampai nanti selesai program di Amerika Serikat, kebersamaan ini tetap dijaga,” ungkapnya.

Skuad DBL All-Star menjalani training camp selama empat hari. Program ini berlangsung pada 19-22 Juni 2026 di DBL Academy Jakarta. Training camp dilakukan sebagai persiapan sebelum berangkat ke Chicago.

“Saya berharap bisa mendapatkan banyak hal baru untuk diri sendiri dan semoga bisa bermanfaat untuk tim juga. Kita belajar bersama-sama, dan setelah pulang dari Amerika Serikat nanti semoga tidak sekadar selesai begitu saja, tetapi tetap menjadi keluarga,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Skuad Putri DBL All-Star Menang Telak Atas Pelatda DKI Jakarta

Populer

Menang Besar di Scrimmage Game, Tim Putri DBL All-Star Enggan Merasa Puas
TC Dimulai! Skuad DBL All-Star 2026 Asah Fisik dan Taktik di Hari Pertama
Winda Sandia Kanita, Threepeat DBL All-Star, TC Timnas Senior, dan Lolos SNBT
Ukuran dan Tinggi Ring Basket Sesuai Aturan FIBA
Evaluasi Berbuah Manis, Tim Putri DBL All-Star Libas Universitas Budi Luhur