“Dia itu putri bungsu saya. Kesayangan saya. Kalau dia jauh dari saya, pasti saya akan terus kepikiran.”
Itu yang dikatakan Tommy Welly, ayah Inez Angelina Welly, setelah tim putri Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 melakoni scrimmage game melawan Pelatda DKI Jakarta di DBL Academy East Jakarta pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Bung Towel -sapaan karibnya- hadir di samping lapangan untuk menyaksikan sang anak berdiri tegak di samping para student athlete putri terbaik Indonesia lainnya. Di dekatnya, ada juga sang ibu dan kakek yang bangga melihat senyuman Inez bersinar terang.
Bisa dibilang, perjalanan Inez hingga mencapai titik ini bagaikan pohon yang akhirnya menghasilkan buah yang matang.
“Tahun lalu mungkin belum waktunya Inez terpilih DBL All-Star. Ternyata tahun ini dapat. Soal waktu itu sudah ada timing yang terbaik untuk dirinya,” ujar Bung Towel.
Baca juga: Kartika Hatta Mahanani Ungkap Catatan di Balik Dua Kemenangan Scrimmage Game
Tinggal menghitung hari sebelum Bung Towel harus menerima perbedaan jarak sekitar 15 ribu kilometer dari putri kesayangannya di Negeri Paman Sam. Di sanalah, ia percaya bahwa sang putri bisa menyuguhkan performa secara maksimal.
“Apakah ada kekhawatiran? Pasti. Namun, jika itu untuk masa depannya, saya akan melepasnya dengan ikhlas hati,” sebut Bung Towel.
Layaknya seorang ayah, Bung Towel memang selalu setia menemani perjalanan Inez untuk menjadi pebasket yang hebat. Pada 2020 silam, Inez sempat menonton cerita perjalanan DBL All-Star melalui akun YouTube DBL Play saat ia masih duduk di bangku kelas 5 SD. Bung Towel adalah saksi dari momen itu.
“Tercetus di mulutnya kalau suatu saat dia ingin menjadi seperti mereka,” ceritanya.
Di balik keberhasilan Inez dalam menggapai mimpi besarnya, siapa sangka kalau Bung Towel tetap tidak bisa merasa sepenuhnya tenang setiap menonton Inez bermain di lapangan. Terutama, dalam beberapa bulan terakhir.
Mengingat, ada beberapa gelaran yang harus Inez ikuti pada saat yang hampir bersamaan, seperti Kopi Good Day DBL Camp 2026, High School Basketball Championship 2026, dan FIBA U18 Women's Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 beserta proses seleksinya.
Baca juga: Cerita di Balik Keberhasilan Timnas U18 Putri Lolos ke FIBA U18 Asia Cup 2026
Dengan jadwal yang padat tersebut, risiko mengalami cedera jadi lebih tinggi. Menurutnya, cedera merupakan hambatan besar yang dapat memicu kemunduran bagi Inez.
Melihat kondisi itu, prioritas Bung Towel cukup jelas, yakni menyediakan fasilitas yang ideal untuk menjaga kebugarannya. Bukan hanya itu, ia pun terus berupaya untuk menyediakan asupan nutrisi yang cukup serta mengingatkan pentingnya istirahat untuk memaksimalkan proses pemulihan.
“Setiap ada jeda libur dan kalau Inez merasa capek, pegal, atau sakit, solusinya saya selalu ajak untuk melakukan fisioterapi,” sebut Bung Towel.
Dorongan yang Bung Towel berikan kepada Inez secara verbal pun tidak kalah penting. Pasalnya, setelah langkah Inez tidak terpilih sebagai DBL All-Star musim lalu, ia sempat menurunkan ekspektasinya pada tahun ini karena takut merasa kecewa.
Bahkan, Inez sampai berencana untuk menyudahi kiprahnya di dunia basket jika ia kembali mendapatkan hasil yang sama seperti musim lalu di DBL Camp.
Baca juga: Inez Angelina Welly, Keyakinan dan Mimpi yang Tak Jadi Padam di DBL Camp 2026
“Saya selalu bilang, jangan pernah putus asa dan patah semangat karena tahun lalu gagal, tidak seperti itu caranya. Selalu positif! Kalau hati dan pikiran positif, energimu bagus,” tegas Bung Towel kepada Inez.
Tak ketinggalan, Bung Towel juga kerap mengingatkan Inez untuk selalu melibatkan Tuhan di tengah kesibukannya dalam menggapai seluruh mimpinya.
“Ucapkan syukur terlebih dahulu. Tidak semua anak bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Setelah itu, lakukan dengan hati dan pikiran yang positif,” ungkapnya kepada Inez.
Di Amerika Serikat nanti, Inez untuk pertama kali dalam hidupnya akan berjuang untuk meningkatkan permainannya ke level yang lebih tinggi di luar jangkauan sang ayah. Dari benua yang berbeda, Bung Towel hanya ingin Inez untuk tidak menyia-nyiakan momen berharga ini.
“Selalu atur waktu dan fokus. Jangan sampai apa yang sudah kamu rintis jadi berantakan hanya karena keteledoran,” pesannya.
Enam tahun lalu, Bung Towel tidak pernah menyangka kalau putri bungsunya akan menjadi DBL All-Star dan salah satu pilar masa depan basket Indonesia. Kini, dia akan berproses untuk menguatkan jati dirinya di luar negeri, di tanah negara basket terkuat di Bumi.
Sebelumnya, Inez telah melakoni Kopi Good Day DBL Camp 2026 sukses diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026 silam. Kini, barisan pemain dan pelatih terbaik yang berhasil menyandang predikat Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 tengah bersiap untuk bertolak ke Amerika Serikat pada Juli 2026.
Selama di Amerika Serikat, Inez dan skuad elite lainnya tidak hanya akan belajar dan berlatih bersama jajaran pelatih top NBA, tetapi juga akan menguji kemampuan mereka dalam turnamen basket level pelajar setempat. (*)
Baca juga: Lawan Sang Kakak, Syafira Tetap Nikmati Scrimmage Game di TC DBL All-Star
Kalian bisa memantau seluruh update terkait Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 pada laman di bawah ini