JOGJAKARTA-SMAN 9 Jogjakarta boleh berbahagia musim ini. Pasalnya, tim putra mereka berhasil melangkahkan kaki ke babak semifinal. Langkah mereka menuju final hanya perlu menjegal asa SMAN 2 Jogjakarta di pertandingan hari ini.

Meski begitu, Trappsila, sebutan SMAN 9 Jogjakarta sempat mengalami kekalahan di laga pertamanya. Bertemu dengan SMA Budi Mulia 2 Jogjakarta, mereka harus berlapang dada dengan skor 29-16. Dari sinilag, mereka perlahan bangkit.

Di dua laga tersisa, mereka sukses membawa pulang poin penuh dan lolos sebagai runner up grup. Melawan SMAN 1 Bantul, mereka berhasil memenangi laga dengan skor 38-11.  Lalu, di laga selanjutnya mereka berhasil menjegal SMAN 1 Wates dengan skor 31-8.

Memasuki babak playoffs, Trapsilla semakin trengginas dalam bermain. Mereka berhasil mengalahkan SMAN 11 Jogjakarta dengan skor 41-24 dan SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta dengan skor 48-40.

Muhammad Farrel Lazuardi Indarko seolah menjadi sosok yang berbahaya ketika membawa bola di setiap permainan Trappsila. Rookie berusia 15 tahun ini sudah mengumpulkan 80 poin, 23 rebounds, dan 25 steals. Tentu ia akan sangat berbahaya jika tidak dikawal dengan ketat.

Meski begitu, Pramanta Dicky Rosandy, menuturkan bahwa yang membuat tim bisa memenangkan sebuah pertandingan bukan melulu peran satu orang saja. Melainkan kerja keras dan fokus. Ia sebagai pelatih hanya bisa memberi semangat dan arahan dari samping lapangan.

“Kami sebagai pelatih hanya bisa menginstruksikan. Nah, sisanya tinggal anak-anak di lapangan,” ujar coach Pramanta.

 

 

Populer

Jadwal DBL Camp 2026: Ada Menu Fisik dan Ketangkasan di Hari Pertama!
Selamat Datang di DBL Academy, Ratusan Campers Siap Bersaing di DBL Camp 2026!
Demi Anak, Sanny Wijaya Bangun Lapangan Basket Hingga Bikin Lisensi Pelatih
Almas Syauqannanda, Pelatih Termuda di DBL Camp 2026 yang Tengah Jalani Skripsi
DBL Academy Jakarta Gelar Open House, Lebih dari 100 Peserta Ikuti Trial Class