Sebagian pemilik status DBL All-Star bisa meraih kesempatan tersebut di tahun pertama. Namun, tak sedikit pula yang harus mengejar predikat bergengsi tersebut usai melalui proses panjang penuh perjuangan.
Contohnya, Gerrad Matthew Boentara, sang penggawa SMA Cita Hati East Surabaya (Cheetah East). Gerrard, begitu ia disapa, akhirnya bisa menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 di musim terakhirnya.
Bahkan, siapa sangka kalau dirinya berhasil menjadi satu-satunya perwakilan putra dari Jawa Timur untuk menimba ilmu basket di Amerika Serikat.
“Pas aku kepilih kemarin, semuanya langsung lega, sih. Soalnya, mereka memang sudah nunggu-nunggu aku buat jadi DBL All-Star, kayak teman-teman, mama, papa, terus pihak sekolah juga support banget,” ungkap Gerrard.
Baca Juga: Kehadiran Ayah Kuatkan Tekad Fiorenza Celesta untuk Bersinar di Lapangan
Selepas dinobatkan sebagai DBL All-Star 2026, ia memilih untuk tidak terburu-buru menjalani persiapan menuju Negeri Paman Sam. Melainkan, Gerrard menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat sebagai bentuk hadiah untuk dirinya sendiri.
“Minggu-minggu awal setelah terpilih, aku enggak langsung basket, sih. Aku have fun dulu. Karena aku juga suka main padel, jadi aku setiap hari main padel bareng teman-teman. Begitu dekat TC (training camp), aku akhirnya mutusin buat fokus lagi ke basket,” ceritanya.
Selama proses persiapan itu, Gerrard juga menambahkan kalau dirinya tak lupa meminta evaluasi dari sang pelatih.
“Aku minta masukan kira-kira apa yang perlu aku tingkatin dan latih lagi. Terus, coach kasih masukan kalau kakiku tuh kurang kuat. Jadi, aku disuruh tambah nge-gym atau lari,” tuturnya.
Kalau melihat ke belakang, tak ada kata lain yang bisa menggambarkan perasaan Gerrard selain penuh syukur.
Baginya, dua musim pertama bersama pasukan Cheetah East tak berjalan sesuai ekspektasi. Bahkan, perasaan kecewa yang menyelimuti Gerrard kian dalam setelah timnya sempat harus merelakan slot Playoffs di musim 2024.
Namun, tanpa pengalaman itu, kita mungkin tidak akan mengenal sosok Gerrard dengan mentalitas yang begitu tangguh seperti saat ini.
“Aku ngerasain perbedaan antara aku yang dulu sama sekarang. Bedanya, sekarang aku jadi lebih gampang mengatur emosi, apalagi kalau di lapangan. Terus, aku juga belajar bagi waktu antara sekolah sama basket. Itu enggak gampang, sih,” tegasnya.
Baca Juga: Perjalanan DBL Indonesia All-Star 2026 Menuju Amerika Serikat Dimulai!
Kini, Gerrard memulai petualangannya bersama skuad DBL All-Star 2026. Mereka sudah dijadwalkan terbang ke Chicago pada 22 Juli, sebelum akhirnya dihadapkan dengan rangkaian kegiatan.
Menanggapi itu, Gerrard ternyata juga memikul “tugas” lain yang menantinya di Amerika, yakni memenuhi daftar titipan oleh-oleh dari orang-orang terdekatnya.
“Wah, sudah lumayan banyak yang nitip oleh-oleh. Kebanyakan pengin dibeliin makanan, hahaha,” candanya.
Terlepas dari itu, Gerrard sejatinya sudah tak sabar untuk mengantongi segudang pengalaman berharga yang bisa mendukung kariernya sebagai pemain basket di masa mendatang.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 sukses diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026 silam. Kini, barisan pemain dan pelatih terbaik yang berhasil menyandang predikat Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 tengah bersiap untuk bertolak ke Amerika Serikat pada Juli 2026.
Selama di Amerika Serikat, skuad elite ini tidak hanya akan belajar dan berlatih bersama jajaran pelatih top NBA, tetapi juga akan menguji kemampuan mereka dalam turnamen basket level pelajar setempat.
Kalian bisa memantau seluruh update terkait Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 pada laman di bawah ini