Pengalaman pertama bertanding di Amerika Serikat. Skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 baru saja menyelesaikan perjalanan mereka pada kompetisi 24th Annual National Summer Classic 2026. Tim putri sukses meraih juara dan tim putra berhasil finis di peringkat tiga.
Perjalanan tim putra terbilang tidak mudah. Skuad asuhan Gian Gumilar dan Rimbun Sidauruk sempat kalah di gim pertama. Walakin, mereka bangkit pada sisa laga di babak grup.
Tim putra DBL All-Star menembus playoff sebagai runner up Grup D setelah mengantungi 3 kemenangan dan 1 kekalahan. Tiket semifinal berhasil diamankan setelah mengalahkan juara Grup A, PAC Elite 17U dengan skor akhir 46-34. Sayang, mereka kalah di tangan Gxfted Elite Hoyas dengan skor tipis 55-59. Di perebutan posisi ketiga, tim putra menang 54-48 atas Pro Lane.
Baca juga: Badai dan Mati Listrik Tak Surutkan Semangat Berlatih Bersama Micah Lancaster
Bertanding melawan anak-anak Amerika Serikat menjadi pengalaman pertama bagi beberapa penggawa DBL All-Star 2026. Salah satunya bagi Steven Sebastian, penggawa DBL All-Star 2026 asal SMAN 9 Bandung. Alih-alih nervous dan minder melihat ketangkasan anak-anak Amerika Serikat, Pepen -sapaan karibnya- justru semakin bersemangat.
“Kalau aku sendiri justru nggak takut waktu tahu kalau lawannya lebih jago. Kayak mereka lebih atletis terus lebih skillful juga,” ujarnya.
Gxfted Elite Hoyas jadi salah satu tim yang menurutnya susah untuk dihadapi. Bukan soal kemampuan para pemain Gxfted Elite Hoyas yang piawai kala melantai. Melainkan soal kedalaman skuad dan tugas tiap pemainnya yang membuat Pepen kagum.
“Komposisi mereka itu lengkap. Ada guard yang ngacak-ngacak dan bisa shooting. Terus mereka juga punya shooter yang masuk mulu shoot-nya,” ungkapnya.
Pepen juga menambahkan, “Terus mereka punya bigman yang kuat banget. Loncatannya juga tinggi. Itu jadi lawan yang paling susah sih,”
Baca juga: Chicago Padam, Semangat DBL All-Star Latihan Bareng Micah Tetap Membara
Bukan hanya itu, cara main anak-anak Amerika Serikat juga membuatnya kaget. Jika di Indonesia beberapa kali Pepen bertemu lawan yang bermain secara sistem. Anak-anak Amerika Serikat justru lebih condong ke ketangkasan individu, “Game play mereka itu banyak yang iso play. Itu jadi salah satu momen culture shock aku selama main di sini,” ujarnya.
Kalau Pepen terpesona dengan ketangkasan anak-anak Amerika Serikat, Rafky Abqary, penggawa DBL All-Star asal SMA Labschool Kebayoran, kagum dengan venue National Summer Classic 2026.
“Kalau aku sih lebih ke venue ya, Kak. Itu kayak semacam di GOR tapi mereka punya banyak lapangan gitu,” ujarnya.
Selain itu, jadwal bertanding yang padat mengharuskannya menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari cedera dan tetap maksimal selama berlaga di Amerika Serikat.
“Sehari itu kita bisa main tiga kali lho. Capek sih apalagi kan lawan anak-anak Amerika Serikat itu beda pace-nya. Dan lebih tough,” ungkapnya.
Pelatih tim putra DBL All-Star, Gian Gumilar, juga mengungkapkan hal yang sama perihal venue pertandingan National Summer Classic 2026 yang diselenggarakan di Waukegan Field House.
“Dalam satu tempat mereka punya enam lapangan. Terus antusias tiap lapangan itu vibes-nya basket Amerika (Amerika Serikat) banget,” terang coach Gian.
Ada satu hal yang membuat coach Gian kaget selama bertanding di National Summer Classic 2026.
“Shock karena di sana bola untuk gim itu tidak disediakan. Jadi, kita bisa pakai bola pemanasan masing-masing untuk tanding. Terus soal rules juga ada yang berbeda. Untuk saya ini pengalaman yang berharga sekali,” ceritanya.
Selanjutnya petualangan mereka di Chicago belum selesai. Setelah berlatih bersama Micah Lancaster, penggawa DBL All-Star 2026 berkunjung ke Konsulat Jenderal Indonesia yang ada di Chicago. Selamat menikmati Chicago, genk.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 sukses diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026 silam. Kini, barisan pemain dan pelatih terbaik yang berhasil menyandang predikat Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 sudah berada di Chicago.
Selama di Amerika Serikat, skuad elite ini tidak hanya akan belajar dan berlatih bersama jajaran pelatih top NBA, tetapi juga bertanding untuk menguji kemampuan mereka dalam turnamen basket level pelajar setempat. (*)
Kalian bisa memantau seluruh update terkait Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 pada laman di bawah ini