Buzzer tanda berakhirnya laga SMA Pembangunan Jaya 2 vs SMA Santo Yusup Surabaya berbunyi. Sontak, raut bahagia terpancar dari wajah-wajah suporter SMA Pembangunan Jaya 2 (SMA PJ 2), yang kebanyakan merupakan para orang tua.

Siang itu, Sabtu 8 Agustus 2026, SMA PJ 2 membuka langkah mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 East Java-North dengan kemenangan, 32-14.

Seperti biasa, setelah game berakhir, para pemain kedua tim saling memberikan penghormatan. Lalu mereka juga memberi penghormatan pada suporter yang datang. Setelah itu mereka masuk ke dalam ruang ganti.

Para suporter SMA PJ 2 yang mayoritas orang tua pun bergegas meninggalkan tribun DBL Arena. Bukan untuk segera pulang. Tapi mereka menanti para pemain basket dan dance keluar dari pintu sekretariat, West Entrance, DBL Arena Surbaya. 

Dengan menggunakan kaus berwarna kuning bertuliskan "Support System", para orang tua siswa SMA PJ 2 rela menunggu cukup lama. Biasanya, para pemain memang sebelum pulang terlebih dulu menerima briefing dari para pelatihnya di area locker room.

Para orang tua dari pemain SMA Pembangunan Jaya 2 membantu salah satu pemain untuk mengompres kakinya 

Baca Juga: Dari Nonton DBL Bersama Ayah, Bima Kini Jadi Bagian dari Home of the Dreamers

Begitu para pemain keluar, sorak dan tepuk tangan pun menggema. Para orang tua itu langsung memeluk anak-anak mereka. Lalu berfoto.

Bagi para orang tua, ini adalah momen yang patut diabadikan sebagai bagian dari mimpi anak-anak mereka. Karena bagi banyak pemain, DBL adalah Home of the Dreamers. Rumah di mana mimpi-mimpi itu tumbuh dan dikejar.

Setelah berbincang sejenak dan mengabadikan momen bersama, para orang tua itu sigap membagikan makanan kepada pemain basket maupun dance. Bahkan, saat ada pemain yang mengeluhkan kakinya usai bertanding, para ibu sigap mengambil kompres untuk membantu meredakan rasa nyeri.

Semua dilakukan secara spontan, tanpa diminta.

Pemandangan itu menunjukkan bahwa perjuangan para student-athlete mewujudkan mimpinya tak berjalan sendirian. Selalu ada support system luar biasa di baliknya.

Para orang tua dari SMA Pembangunan Jaya 2 usai menyaksikan pertandingan anak-anaknya melawan SMA Santo Yusup Surabaya, di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, pada Sabtu, 8 Agustus 2026

Baca Juga: Dari Uganda, Sang Ayah Saksikan Mimpi Lamanya Hidup Lewat Khalif di DBL

K. Firstyawan Patriotic, ayah dari Ignatius Hideko Kenzhie, mengatakan kekompakan para orang tua SMA PJ 2 sudah terbangun jauh sebelum musim DBL dimulai. Mereka bergotong royong memastikan seluruh kebutuhan tim terpenuhi.

"Semua ini sifatnya mandiri. Orang tua di sini memang kompak. Tidak hanya saat pertandingan, waktu latihan pun kami bergantian datang mendampingi anak-anak. Kami urunan, menyiapkan makanan, sampai mengurus kebutuhan mereka. Sudah seperti keluarga," ungkap Patrik, sapaan akrab K. Firstyawan Patriotic. Patrik kebetulan juga didapuk sebagai companion parent untuk SMA PJ 2 di DBL.

Di laga perdana SMA PJ 2, putra Patrik, Hideko tampil sebagai penyumbang angka terbanyak bagi SMA PJ 2. Pemain bernomor punggung 8 itu membukukan 17 poin, atau lebih dari separuh total 32 poin yang dicetak SMA PJ. Ia juga menambahkan tiga rebound dalam waktu bermain hampir 30 menit.

Bagi Firstyawan, apa yang ditunjukkan anak-anak di lapangan adalah hasil dari kerja keras mereka sendiri. Para orang tua hanya berusaha memastikan para pemain bisa fokus menjalani pertandingan tanpa perlu memikirkan hal-hal di luar basket.

Hal senada diungkapkan Erwin Erlianto, ayah dari Xander Lee Xavier Erlianto. Ia hadir langsung di DBL Arena bersama istri dan putri sulungnya untuk mendukung Xavier.

"Saya datang untuk support langsung anak saya. Selain itu, saya juga ingin melihat DBL. Menurut saya turnamen ini dikelola sangat profesional. Lapangannya bagus, pengaturan penonton, sampai pembelian tiket semuanya sangat profesional," ujarnya.

Baca Juga: Hasil DBL East Java-North: Hari Kedua Sajikan Overtime Dramatis!

Perjalanan Xavier menuju basket ternyata tidak berlangsung lama. Sebelumnya, ia lebih dulu menekuni sepak bola. Sang ayah bahkan mengenalkan olahraga itu sejak kecil hingga Xavier sempat bergabung dengan Deltras dan mengikuti Elite Pro Academy bersama Borneo FC.

Namun sekitar dua tahun lalu, Xavier memilih jalannya sendiri.

Ia memutuskan beralih ke basket. Awalnya hanya untuk bersenang-senang, hingga akhirnya dipercaya memperkuat tim SMA PJ dan menekuninya dengan serius.

Aksi Xander Lee Xavier Erlianto di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Erwin mengakui, dukungan orang tua di SMA PJ memang luar biasa. Mereka tak hanya hadir memenuhi tribun, tetapi juga terlibat dalam berbagai kebutuhan tim sepanjang hari pertandingan.

Bagi Erwin, DBL bukan sekadar kompetisi antarsekolah. Lebih dari itu, DBL menjadi wadah yang memberi ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh melalui olahraga.

"Indonesia ini punya banyak anak muda. Harus ada wadah yang dikelola dengan baik, profesional, transparan, dan sportif supaya mereka bisa menyalurkan energinya ke hal-hal yang positif," tuturnya.

Menariknya, Xavier sendiri menyadari basket bukan satu-satunya tujuan hidupnya. Sang ayah bercerita, putranya berharap kelak bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui jalur beasiswa. Basket menjadi salah satu jalan untuk membentuk karakter, disiplin, dan kerja keras dalam mengejar cita-cita tersebut.

Anak-anak SMA PJ 2 memang tampil semangat di laga perdananya. Tim yang musim lalu berstatus debutan itu musim ini sangat banyak berbenah.

Di laga lawan SMA Santo Yusup, SMA PJ 2 memang hanya mencetak 29,4 persen field goals (15/51), tapi mereka mampu memaksa Santo Yusup melakukan 31 turnover. Dari situ, SMA PJ menghasilkan 20 poin. Angka yang menjadi salah satu pembeda dalam kemenangan 32-14.

Di lapangan, kemenangan memang ditentukan lima pemain yang bertanding. Namun di baliknya, ada puluhan orang yang ikut memastikan mimpi itu tetap hidup. Itulah makna sesungguhnya dari sebuah support system.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah SMA Pembangunan Jaya 2 bisa dilihat secara lengkap di bawah ini: 

Populer

Dari Uganda, Sang Ayah Saksikan Mimpi Lamanya Hidup Lewat Khalif di DBL
Dari Dangdut-Wayang, XIXD Crew dan Warrior DC Kemas AQUA DBL Dance dengan Epik
Dari Nonton DBL Bersama Ayah, Bima Kini Jadi Bagian dari Home of the Dreamers
Hasil DBL East Java-North: Hari Kedua Sajikan Overtime Dramatis!
Siapa Andalanmu? Pilih Mereka untuk Jadi DBL Favorite 2026 South Kalimantan!