Skuad putra SMA Progresif Bumi Shalawat akhirnya menjejakkan kaki di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, mereka menjalani laga perdana di DBL Arena Surabaya sekaligus mencatatkan sejarah sebagai debutan pada kompetisi musim ini.
Bagi SMA Progresif Bumi Shalawat, kesempatan tampil di DBL Arena bukan sekadar tentang pertandingan pertama. Ada mimpi yang ikut dibawa oleh 12 pemain yang turun ke lapangan. Maklum, sebagian besar dari mereka selama ini lebih akrab dengan atmosfer pertandingan di lingkungan pondok tempat mereka belajar dan tinggal.
Momen debut tersebut juga menjadi pengalaman baru bagi jajaran pelatih. Mochamad Ilham Leksa selaku head coach dan Rigan Deri Wicaksono sebagai assistant coach tampak aktif memberikan arahan dari pinggir lapangan. Keduanya berusaha menjaga semangat para pemain yang harus beradaptasi dengan panggung dan atmosfer pertandingan yang jauh lebih besar.
Usai pertandingan, Ilham mengakui penampilan anak didiknya belum menunjukkan performa terbaik seperti ketika menjalani latihan maupun sparring.
"Penampilan hari ini jauh sekali dari biasanya," kata Ilham.
Namun, ada alasan yang membuat kondisi tersebut bisa dimaklumi. Rigan menyebut nervous menjadi salah satu penyebab permainan SMA Progresif Bumi Shalawat belum maksimal. Bagi para pemain, DBL Arena menghadirkan atmosfer yang berbeda dari pertandingan-pertandingan yang biasa mereka jalani.
Potret Mochamad Ilham Leksa head coach SMA Progresif Bumi Shalawat ketika memberikan arahan kepada anak didiknya di DBL Arena Surabaya, Sabtu 8 Agustus 2026
Baca juga: Tak Ada di Box Score, tapi Peran Mereka Besar untuk Kemenangan SMA PJ 2
"Mungkin karena ini pertama kali mereka di panggung sebesar ini. Anak-anak yang biasanya bermain di sekolah, mental mereka belum terbiasa," jelas Rigan.
Pengalaman pertama itu pun menjadi bagian penting dari proses mereka. Ilham menilai pertandingan melawan SMAN 11 Surabaya menjadi ujian tersendiri untuk mental para pemain. Ia berharap pengalaman tersebut bisa membuat anak didiknya tampil lebih siap pada pertandingan berikutnya.
Menurut Ilham tak mudah bagi santri-santri SMA Progresif Bumi Shalawat untuk menjalani debut di event segede DBL. "Harapan kami di next game bisa lebih improve," ujar Ilham.
Baik coach Ilham maupun coach Rigan berharap para pemain mulai terbiasa dengan atmosfer DBL Arena. Kekalahan dari SMAN 11 Surabaya dengan skor 11-20 menjadi pengalaman yang ingin mereka jadikan bekal untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Bagi SMA Progresif Bumi Shalawat, perjalanan di DBL bahkan tidak hanya menjadi cerita milik para pemain. Debut tersebut juga dinantikan oleh siswa-siswa lain di sekolah.
Salah satunya Zidna Madarizqo Farazy, siswa kelas XI yang datang ke DBL Arena bersama tim dance SMA Progresif Bumi Shalawat. Bagi Ezy, sapaan akrabnya, tampil di DBL Arena merupakan mimpi yang sudah lama diinginkan oleh banyak siswa di sekolahnya.
Perjalanan untuk mewujudkan mimpi itu pun tidak serta-merta mudah. Sebagai sekolah yang berada dalam lingkungan pondok, ada proses perizinan yang harus dilewati sebelum akhirnya SMA Progresif Bumi Shalawat bisa ambil bagian di DBL musim ini.
Baca juga: PJForce Hidupkan Nyi Roro Kidul, Say It Up Bawa Lukisan Raden Saleh
"Proses untuk dapat izin ini cukup rumit. Akhirnya tahun ini kami bisa main di DBL Arena meski harus melalui waiting list," cerita Ezy.
Justru karena itulah, kesempatan pertama tampil di DBL Arena terasa semakin berarti. Ezy berharap keikutsertaan mereka tahun ini bisa membuka jalan agar semakin banyak siswa SMA Progresif Bumi Shalawat mendapatkan kesempatan merasakan atmosfer kompetisi pelajar sebesar DBL.
Ia bahkan ingin kembali mengajukan kepada pihak sekolah agar tim mereka bisa mendapat dukungan suporter ketika menjalani pertandingan berikutnya. Menurutnya, kehadiran teman-teman di tribun dapat menjadi tambahan energi bagi para pemain.
"Sekolah lain kan bawa suporter, jadi takutnya teman-teman yang bertanding ini malah down kalau kami tanpa suporter," tambah Ezy.
Ezy pun berkomitmen untuk ikut membantu meyakinkan pihak sekolah. Baginya, debut tahun ini merupakan awal. Ia ingin pengalaman yang didapat SMA Progresif Bumi Shalawat di DBL Arena bisa terus berlanjut pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Ini kan event pertama kami, jadi kami akan benar-benar yakinkan pihak sekolah lah," tutupnya.
Baca juga: Dari Nonton DBL Bersama Ayah, Bima Kini Jadi Bagian dari Home of the Dreamers
Kehadiran SMA Progresif Bumi Shalawat di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North sekaligus menunjukkan bahwa panggung DBL terbuka bagi para pelajar dengan latar belakang sekolah yang beragam. Bukan hanya mereka yang sehari-hari belajar di sekolah reguler, tetapi juga anak-anak yang tumbuh dan menimba pendidikan di lingkungan khusus seperti pondok maupun sekolah boarding.
Ini juga menunjukkan bahwa kecintaan terhadap basket dan mimpi untuk tampil di panggung besar tidak mengenal latar belakang lingkungan pendidikan. SMA Progresif Bumi Shalawat kini menjadi bagian dari cerita tersebut.
Debut SMA Progresif Bumi Shalawat ini akan menjadi langkah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Bukan hanya untuk mereka, tetapi juga menjadi pintu bagi semakin banyak sekolah boarding untuk berani mengambil bagian di DBL pada masa mendatang.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 sendiri akan bergulir di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket menuju DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Selain kompetisi 5X5, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 yang mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube DBL Play, sementara laga final juga dapat disaksikan melalui YouTube Good Day ID. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)