Ragam cerita Indonesia hadir di panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North. PJForce dari SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo dan Say It Up dari SMA Santo Yusup Surabaya membawa konsep berbeda untuk menerjemahkan tema “100% Indonesia”.
PJForce memilih menghidupkan sosok Nyi Roro Kidul. Sementara Say It Up membawa kisah lukisan dalam film Mencuri Raden Saleh ke atas panggung melalui koreografi dan atraksi.
PJForce membawa sosok Nyi Roro Kidul sebagai penjaga kemurnian samudra Indonesia. Konsep tersebut dipilih karena sosok Nyi Roro Kidul dianggap lekat dengan laut sekaligus menjadi salah satu ikon Indonesia.
Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Sabtu, 8 Agustus 2026
Kinanti Larasati, kapten PJForce, mengatakan konsep tersebut tidak menempatkan Nyi Roro Kidul sebagai sosok jahat. Sebaliknya, karakter tersebut digambarkan sebagai penjaga laut dan budaya Indonesia.
“Bukan dalam konteks jahat, tapi kita sebagai penjaga kemurnian samudra Indonesia. Menjaga budaya, melestarikan budaya dari Indonesia,” ujar Kinanti.
Cerita tersebut mulai terlihat sejak bagian pembuka. Kinanti yang menjadi center tampil sebagai sosok Nyi Roro Kidul, sementara dancer lainnya menggambarkan tokoh yang ikut menjaga kemurnian lautan.
Identitas laut juga diperkuat melalui riasan berwarna biru. Riasan Kinanti dibuat berbeda dari dancer lain untuk menegaskan perannya sebagai pusat cerita.
Bagi PJForce, menjaga budaya tidak berarti menutup diri dari pengaruh luar. Mereka ingin menunjukkan bahwa budaya asing tetap dapat berkolaborasi dengan budaya Indonesia selama identitas lokal tetap dilestarikan.
“Kita tetap boleh mix, enggak apa-apa ada mix, kolaborasi antarbudaya. Cuma kita harus tetap melestarikan budaya itu,” tutur Kinanti.
Konsep tersebut disiapkan dalam waktu yang cukup singkat. PJForce hanya memiliki waktu sekitar tiga minggu untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan, mulai dari merekrut anggota, menyusun koreografi, hingga menyiapkan kostum.
Baca juga: Dari Nonton DBL Bersama Ayah, Bima Kini Jadi Bagian dari Home of the Dreamers
Latihan dilakukan sekitar dua jam sehari dengan beberapa sesi. Kesalahan gerakan selama latihan justru menjadi bagian dari cerita mereka. Hal tersebut kerap menjadi bahan candaan yang membuat anggota semakin dekat.
“Jadi, kayak kita ada santainya, ada bercandanya, tapi kita juga tetap serius ngejalanin ini,” kata Kinanti.
Setelah tampil, rasa lega dan haru bercampur. Kerja keras selama tiga minggu membuat Kinanti merasa perjuangan PJForce akhirnya terbayar.

Say It Up dari SMA Santo Yusup Surabaya membawakan konsep lukisan hidup dalam AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Konsep berbeda dibawa Say It Up. Tim dance dari SMA Santo Yusup Surabaya mengambil inspirasi dari film Mencuri Raden Saleh untuk mengemas cerita tentang lukisan yang hidup di atas panggung.
Dua dancer berperan sebagai pencuri. Sementara dancer lainnya menjadi sosok yang berada di dalam lukisan. Ketika malam tiba, lukisan tersebut seolah hidup dan keluar dari bingkainya.
Grace Nathalie Angelica, kapten Say It Up, mengatakan konsep tersebut dipilih karena dianggap menarik sekaligus dapat disesuaikan dengan tema “100% Indonesia”.
Baca juga: Dari Dangdut-Wayang, XIXD Crew dan Warrior DC Kemas AQUA DBL Dance dengan Epik
Bagian awal penampilan menjadi salah satu titik penting. Saat pencuri menjalankan aksinya, para dancer yang sebelumnya berada di dalam bingkai mulai bergerak. Mereka kemudian tampil sebagai lukisan hidup.
Atraksi menjadi bagian yang cukup ditonjolkan dalam koreografi Say It Up. Gerakan tersebut dipilih untuk membuat cerita terasa lebih hidup sekaligus menarik perhatian penonton.
Namun, proses menyiapkannya tidak selalu berjalan mulus. Salah satu gerakan meroda sempat menjadi tantangan karena hasilnya tidak konsisten saat latihan.
“Kadang bisa, kadang enggak. Maunya dihilangin, tapi waktu akhir-akhir mereka malah bisa, malah perfect,” ujar Grace.
Koreografi dan kostum dipersiapkan selama sekitar satu bulan. Latihan fisik dilakukan setiap hari, kemudian dilanjutkan dengan latihan koreografi.
Kostum dibuat dengan kesan modern dan modis, sementara musik “Lathi” digunakan untuk mendukung konsep utama. Lagu “Nona” kemudian membawa perubahan suasana menjadi lebih ceria dan modern setelah adegan pencurian.
Melalui karakter model dalam lukisan, Say It Up juga ingin menyampaikan pesan tentang keberagaman. Grace berharap anak-anak Indonesia berani menunjukkan dirinya meski menghadapi perbedaan suku maupun warna kulit.
“Sebagai model anak-anak Indonesia itu juga harus berani. Kalau ada kayak ras atau suku yang didiskriminasi, mereka tetap bisa menunjukkan diri,” ujarnya.
PJForce dan Say It Up menunjukkan dua cara berbeda dalam menerjemahkan tema “100% Indonesia”. PJForce menghidupkan legenda Nyi Roro Kidul sebagai penjaga samudra dan budaya, sedangkan Say It Up membawa lukisan Raden Saleh menjadi bagian dari cerita di atas panggung.
Baca juga: SDS Jelajah Sabang-Merauke, Aglow Angkat Budaya Bali
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).