Perjalanan tim basket SMAN 13 Surabaya (Thirteen) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North telah tuntas pada 20 September 2026. Berhadapan dengan SMAN 2 Mojokerto, mereka berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 25-21.
Thirteen tidak berjuang sendirian. Dari tribun, ada ribuan massa THIRTEENRANGERS (kelompok suporter SMAN 13 Surabaya) yang setia mendukung dan mengawal perjuangan terakhir Thirteen pada musim ini.
Bentuk dukungan yang mereka berikan pun bukan sembarangan. Sebab, THIRTEENRANGERS hadir dengan inovasi terbaru mereka, yaitu koreo berbentuk kubus dengan masing-masing sisi berukuran 5 x 5 meter.
Tiap sisi dari kubus tersebut memiliki gambar-gambar dan pesan yang berbeda. Sisi pertama diisi dengan gambar baja.

Koreografi yang dibawa kelompok suporter SMAN 13 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
Menurut THIRTEENRANGERS, baja yang kuat menyimbolkan anak-anak Thirteen yang masih belum memiliki banyak ilmu. Mereka masih butuh untuk diasah lebih lanjut.
Baca juga: Susul Jejak Kakak, Sirhan Mecca Antar Putra Smada Melaju ke Playoffs
Permasalahan tersebut akhirnya terselesaikan di sisi kedua. Saat koreo kubus diputar ke samping, muncul gambar baja yang sedang ditempa menggunakan palu.
.jpg)
Koreografi yang dibawa kelompok suporter SMAN 13 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
“Baja yang ditempa itu seperti anak-anak suporter dan basket Thirteen yang awalnya hanya mengikuti match-match biasa, sekarang jadi lebih hebat dan termotivasi sampai puncaknya di DBL ini,” sebut Surya Darma Putra, ketua tim publikasi THIRTEENRANGERS.
Setelah ditempa, baja tersebut akhirnya berubah menjadi keris. Itu terlihat dari gambar yang muncul di sisi ketiga. Keris itu melambangkan anak-anak Thirteen yang sudah semakin kuat dan matang untuk bersaing.
“Akhirnya kita bisa menjadi sosok yang membawa nama SMAN 13 ini,” kata Surya.
.jpg)
Koreografi yang dibawa kelompok suporter SMAN 13 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
Cerita koreo kubus THIRTEENRANGERS tidak berhenti sampai situ saja. Anak-anak Thirteen tentu akan selalu berganti seiring berjalannya waktu. Maka dari itu, mereka akan selalu memberikan tongkat estafet perjuangan mereka ke generasi selanjutnya.
Itulah yang menjadi inti cerita yang ingin dibawa THIRTEENRANGERS yang juga sekaligus ditampilkan di sisi keempat. Sri Dewi memberikan keris tersebut kepada seorang anak di depannya.
Baca juga: Kelincahan Sun Go Kong Warnai Dukungan KASADWANA CURVA SUD untuk Smada Jombang
“Dari semua evaluasi dan pengalaman yang kita dapat harapannya bisa diterapkan untuk tahun-tahun kedepan. Semoga kita bisa menjadi yang terbaik,” kata Tegar Maulana Akbar, ketua tim kreatif THIRTEENRANGERS.
Pesan tersebut semakin tegas dengan koreo berukuran 8 x 8 meter yang juga mereka bentangkan di sisi dan kanan tribun. Koreo di sisi kiri bertuliskan “Meneruskan Tradisi”, sedangkan di sisi kanan tercantum tulisan “Untuk Generasi”.
Visual yang ditampilkan THIRTEENRANGERS semakin lengkap dengan koreo 3D Sri Dewi berukuran 13 x 8 meter di bagian belakang tribun. Ia digambarkan seolah-olah mengendalikan kubus tersebut. Sri Dewi memiliki banyak cerita yang ingin disampaikan kepada semua orang.
THIRTEENRANGERS pun harus melalui perjalanan yang panjang untuk merealisasikan koreo kubus ini. Setelah banyak berdiskusi, mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba membawa koreo ini ke DBL Arena.
THIRTEENRANGERS awalnya uji coba dengan versi kerangka yang lebih kecil. Saat sudah tiba saatnya untuk mencoba dengan kerangka yang lebih besar, mereka langsung menemukan sebuah tantangan besar.
“Kerangka yang besar itu sempat patah, tapi akhirnya kami mencari solusi yang lain buat gimana caranya itu tetap bisa naik,” ujar Achmad Habib Syaifudin, Ketua Umum THIRTEENRANGERS.
Untuk mengatasi hal tersebut, THIRTEENRANGERS melakukan sedikit perubahan terhadap ukuran kayu koreo tersebut. Mereka akhirnya merasa bangga karena mahakarya tersebut berhasil dipamerkan dengan megah di DBL Arena.
Proses pembuatan seluruh koreo di laga ini pun berjalan singkat. Mereka hanya membutuhkan 4 hari untuk menyelesaikan semuanya.
Dengan demikian, THIRTEENRANGERS berharap perjuangan mereka semua tidak berhenti sampai sini saja.
Di lapangan, mereka sukses mengoleksi dua kemenangan sebagai runner-up terbaik dari Round 1. Di tribun, mereka juga tidak berhenti untuk mengasah kreativitas demi menciptakan sebuah inovasi.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Last Dance Putra Petra 2, Darrent Maxilano Ajak Rekan Setim Bermain Lepas