Dramatis! Itulah satu kata yang bisa menggambarkan pertandingan Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta sektor putra yang mempertemukan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta (BOSA) dengan SMA Olifant Yogyakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ini merupakan pertemuan ketiga antara kedua tim di partai puncak sejak 2024 lalu. Setelah melalui pertandingan yang panjang dan intens, BOSA kembali keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 60-53.
Setelah saling membalas poin pada 2 menit pertama setelah tip-off (6-5 keunggulan BOSA), BOSA langsung memamerkan taring mereka yang tajam di sisi menyerang. Mereka mencetak tujuh poin beruntun untuk menjauhkan kedudukan.
Olifant berulang kali mencoba untuk menghentikan serangan bertubi-tubi itu. Namun, saat itu, mereka masih belum menemukan jawaban.
Dengan sisa waktu 3 menit 58 detik, giliran sang MVP Eliezer Fortunatus yang memimpin penyerangan BOSA. Sebanyak lima poin berhasil ia torehkan secara beruntun. BOSA pun menutup kuarter pertama dengan keunggulan 15 poin atas Olifant (24-9).
Meski tertinggal jauh, Olifant tidak menyerah begitu saja. Mereka datang dengan strategi yang lebih efektif pada kuarter kedua. Rafka Raditya Rusnandi dan Maximilian Fraderico Nugroho mengoleksi total enam poin untuk Olifant untuk bangkit secara perlahan (24-15).
Tidak berhenti sampai situ, Fraderico juga sukses memasukkan tripoinnya untuk memperkecil jarak menjadi lima poin saja (26-21).
Baca Juga: Akhiri Puasa Gelar 5 Tahun, Stece Juara DBL D.I Yogyakarta 2026!
BOSA berusaha untuk menjauh lagi, tetapi Olifant tidak berhenti untuk mengejar mereka. Ketika waktu tersisa 1 menit 10 detik, mereka terus memotong kedudukan sampai skor menjadi 30-27.
Memasuki jeda pertandingan, BOSA berhasil sedikit memperlebar jarak melalui free throw Demetrius Deric Buana dan tripoin Alexius Gantan Mahija (31-27).
Pertandingan berjalan semakin menegangkan pada kuarter ketiga. Olifant berhasil mendekat dengan skor 34-31. Namun, mereka harus menghadapi situasi yang berat. Satu per satu pemain andalan mereka harus menepi sementara, mulai dari Geizha Davian Putra, Geoffrey Tan, hingga Mahardhika Bagdja Putra Purbadi.
Meski begitu, skuad Olifant jadi semakin kompak dan termotivasi untuk mengejar ketertinggalan. Kali ini, Raphael Chistopher Marantika tampil mentereng menggantikan Geo.
Setelah dua free throw-nya berhasil masuk, tembakan tripoin Raphael masuk tepat sasaran untuk membuat kedudukan jadi berjarak dua poin saja dengan sisa waktu 5 menit 5 detik (36-34).
.jpg)
Eliezer Fortunatus mencoba mencetak angka untuk SMA BOPKRI 1 Yogyakarta di Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta
Melihat kondisi itu, Eliezer langsung bermain ganas untuk BOSA. Ia mengumpulkan total lima poin untuk mengamankan kontrol pertandingan, juga dibantu oleh Kenneth Julian Tora Kartika (44-38).
Kuarter ketiga kemudian ditutup dengan tembakan Geizha yang sudah kembali lagi ke lapangan. BOSA unggul 44-40 atas Olifant saat kuarter ketiga berakhir.
Atrmosfer GOR Universitas Negeri Yogyakarta semakin panas pada 10 menit terakhir. Eliezer dan Criscito Forlantino Putranto aktif menyumbang poin untuk BOSA. Dengan sisa waktu 5 menit 46 detik, BOSA masih nyaman dengan keunggulan lima poin (51-46).
Baca Juga: Cahaya Bangsa Utama Kawin Gelar di AZA 3X3 Competition 2026 D.I Yogyakarta!
Bagaimanapun, momentum itu langsung hilang seketika. Sebab, setelah Rafka sukses mengeksekusi reverse layup, Raphael kembali memasukkan tripoinnya dari ujung lapangan. Olifant menyamakan skor 51-51 dengan sisa waktu 4 menit 24 detik!
Dengan tekanan yang luar biasa besar, kedua tim terus bermain ngotot dan berjuang untuk menerobos pertahanan. Setelah satu free throw Deric masuk, tidak ada bola yang berhasil masuk selama sekitar 1 setengah menit.
Akhirnya, mental juara BOSA berbicara banyak pada menit-menit krusial. Itu dapat terlihat dari keberanian Criscito untuk menembus benteng pertahanan Olifant.
Ia berhasil memasukkan layup-nya dalam dua possession beruntun. BOSA kembali unggul lima poin atas Olifant dengan sisa waktu 1 menit 55 detik.
Setelah Geizha menyumbang dua poin untuk berupaya mengimbangi permainan BOSA, Criscito lagi-lagi menerobos dan melakukan layup dengan sisa waktu 56 menit. Olifant harus mengambil timeout untuk menghentikan momentum itu.
Kemenangan BOSA akhirnya dikunci oleh Deric melalui layup-nya dengan sisa waktu 39 detik. Sejak itu, Olifant sudah kehabisan cara untuk bangkit.
Eliezer tampil fenomenal ketika BOSA benar-benar membutuhkannya. Ia berhasil mengumpulkan double-double 17 poin dan 10 rebound. Criscito dan Deric menyusul dengan masing-masing 14 dan 11 poin.
Dari kubu Olifant, Raphael telah memberikan perjuangan terbaik dari bangku cadangan dengan 12 poin dan 7 rebound. Begitu pula dengan Rafka yang mencetak 8 poin dan 10 rebound.
Terima kasih atas perjuangan yang luar biasa untuk bangkit, SMA Olifant Yogyakarta. Sampai bertemu lagi pada musim berikutnya!
Selamat atas kejuaraan yang berhasil diamankan oleh SMA BOPKRI 1 Yogyakarta! Bukan hanya gelar juara ke-10 secara beruntun, ini juga merupakan trofi ke-12 mereka secara keseluruhan di DBL D.I Yogyakarta.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca Juga: Putri Cahaya Bangsa Utama Jadi Juara AZA 3X3 Competition 2026 D.I Yogyakarta!