ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Di ujung Timur Laut Provinsi Lampung, ada kabupaten bernama Mesuji. Di sana, berdiri sebuah sekolah bernama SMAN 01 Mesuji Timur. Meski jauh dari pusat perkotaan dan segala keterbatasan fasilitas, semangat bersaing mereka di berbagai perlombaan tak pernah padam. 

Di balik mimpi-mimpi anak Mesuji yang melambung tinggi, ada sosok pendidik yang senantiasa berdiri paling depan mendampingi. Sosok itu adalah Debi Pranata, guru Matematika sekaligus Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 01 Mesuji Timur. 

Bagi Debi, sapaan karibnya, mendampingi siswa dalam berbagai kegiatan nonakademik dan pengembangan talenta bukan sekadar tugas tambahan, melainkan panggilan hati untuk membuktikan bahwa anak-anak dari daerah pun memiliki hak dan potensi yang sama untuk bersinar di tingkat nasional. Ia konsisten mendampingi dan membimbing anak-anak didiknya menembus berbagai ajang kompetisi. Mulai dari Pekan Ilmiah Remaja Nasional (PRIN), Bina Talenta Indonesia (BTI), hingga Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N).

Debi selalu mengusahakan anak didiknya mencicipi kompetisi. Baginya, kompetisi itu bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan membuat kita bisa melihat dunia luar yang dipenuhi dengan orang-orang yang lebih hebat.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Bangun Komunitas Sosial, Raihan Kuatkan Empati Anak Didik

“Menurut pengalaman pribadi saya, ketika belajar dari dunia luar itu akhirnya saya tahu bahwa ‘oh ternyata banyak orang yang lebih hebat dan luar biasa di luar sana gitu ya’, sehingga itu yang saya tanamkan pada murid-murid saya,” ujarnya.

Debi Pranata bersama dengan Anak Didiknya Mengikuti Kompetisi Pekan Ilmiah Nasional (PRIN) yang Dilaksanakan di Lombok (Foto: dokumentasi pribadi)

Debi memandang bahwa kegiatan nonakademik itu sangat penting, ia bahkan mengusahakan anak didiknya mengikuti Pekan Ilmiah Nasional (PRIN) yang dilaksanakan di Lombok, Nusa Tenggara Timur. Lewat perjalanan darat tiga hari dua malam, dengan menggunakan bus dari Lampung ke Lombok, itu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Debi dan anak didiknya.

“Yang paling memorable justru waktu perjalanannya karena lama. Di situ saya sama anak didik jadi lebih bonding dengan berbagi berbagai momen selama perjalanan itu,” kenang Debi.

Namun, perjalanan itu bukanlah perjalanan yang mulus. Dengan keterbatasan biaya, Debi pun harus funding mengirimkan proposal ke PT-PT terdekat untuk mendapatkan bantuan. Dengan 1001 cara yang ia lakukan, SMAN 01 Mesuji Timur pun berhasil berangkat menjadi salah satu perwakilan Lampung di kancah nasional.

Pendampingan Debi tak berhenti di situ. SMAN 01 Mesuji Timur juga berpartisipasi pada ajang Bina Talenta Indonesia (BTI) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Kegiatan itu baru diluncurkan tahun 2025, tapi dengan kepiawaian Debi yang selalu mengikuti pembaruan informasi, SMAN 01 Mesuji Timur bisa mengikuti acara ini dua kali. Di BTI, mereka melakukan pengembangam talenta terkait pembelajaran Coding, Kecerdasan Artifisial, Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), hingga pengembangan karakter.  

Potret Debi Pranata pada Acara Bina Talenta Indonesia (BIL), (Foto: dokumentasi pribadi)

Baca Juga: DBL Super Teacher: Yuan Achda Bikin Ekosistem Olahraga Sekolah Jadi Asyik

Di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), sebagai seorang pembina, Debi juga berhasil membawa anak didiknya menyabet juara dua kategori lomba jurnalistik di tingkat Kabupaten. 

Ambisi Debi yang begitu kuat untuk mengikuti berbagai lomba di kancah nasional bukan tanpa alasan. Ia melihat betapa anak didiknya masih kebingungan untuk menentukan arah dirinya. Dari lomba-lomba tersebut, ia berharap semakin banyak anak didiknya yang punya banyak referensi dan inspirasi untuk bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik. Debi punya kepercayaan ketika kegiatan nonakademik bagus, pasti berbanding lurus dengan hasil akademiknya yang juga bagus.

“Selama saya mengajar, anak-anak yang kegiatan nonakademik bagus itu berbanding lurus dengan hasil akademiknya. Bisa dikatakan sedikit yang nonakademiknya bagus tapi malah akademiknya jelek,” ujar Debi menurut pengalamannya.

Siswa-siswi yang punya prestasi seimbang antara keduanya pasti akan mengusahakan bagaimana kedisiplinan itu berjalan. Bagaimana mereka membagi waktu, mengatur jadwal, dan membentuk skala prioritas. 

Keikutsertaan di DBL Super Teacher pun jadi alasan utama untuk jadi inspirasi anak didiknya untuk terus mengembangkan diri. Apalagi, SMAN 01 Mesuji Timur punya akses yang terbatas, jadi para gurulah yang harus menembus batas untuk terus mengembangkan diri. 

Apresiasi yang Dilakukan Debi bersama dengan SMA 01 Mesuji Timur untuk Siswa yang Berprestasi (Foto: dokumentasi pribad)

“Sebagai seorang guru saya harus terus belajar karena perkembangan zaman yang semakin pesat dan murid-murid pun semakin bermacam-macam karakternya,” bebernya.

Debi percaya kalau guru itu bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga pengarah dan pembimbing. Pengarah untuk minat bakat mereka dan pembimbing agar minat bakat itu terfasilitasi dengan baik.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Arno Johan Seimbangkan Akademik dan Taekwondo di Pekalongan

DBL Super Teacher adalah program pelatihan, pengembangan kapasitas, dan apresiasi bagi guru pendamping yang digagas oleh DBL Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program ini ditujukan bagi tenaga pendidik yang berdedikasi tinggi dan meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas. Guru-guru terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan hingga belajar (short course) ke luar negeri.

Program yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini gratis dan terbuka bagi seluruh guru di Indonesia. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS