Dukungan dari lingkungan sekolah menjadi salah satu energi tambahan bagi para student-athlete yang berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Hal tersebut turut dirasakan tim putra SMAN 10 Surabaya (BIGTEN) ketika menjalani pertandingan melawan SMA Wijaya Putra Surabaya di DBL Arena, Minggu, 9 Agustus 2026.
Bukan hanya teman-teman satu sekolah yang hadir memenuhi tribun. Kepala SMAN 10 Surabaya, Teguh Santoso, juga turut datang langsung untuk memberikan dukungan. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata sekolah kepada para siswa yang sedang menjalani perjuangan di lapangan.
Dukungan tersebut berbuah manis. BIGTEN tampil dominan dan berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 37-8 atas SMA Wijaya Putra Surabaya.
Bagi Pak Teguh, datang langsung ke DBL Arena bukan sekadar menyaksikan pertandingan. Ia ingin memberikan semangat kepada para siswa yang sudah berlatih dan mempersiapkan diri untuk tampil di kompetisi.
Baca Juga: Penantian 9 Tahun Coach Fandy dan Mimpi yang Tak Pernah Padam untuk Debut di DBL
“Saya datang di DBL bersama tiga orang. Kebetulan juga hari Minggu,” ujar Pak Teguh.
Menurutnya, salah satu alasan sekolah memberikan ruang kepada siswa untuk datang mendukung tim adalah karena DBL dinilai menghadirkan kegiatan yang positif sekaligus dikelola dengan baik.
“Jadi DBL ini saya melihat secara penyelenggaraan juga aman, baik di dalam maupun di luar. Jadi untuk kegiatan positif sekolah tentunya saya selalu support,” tuturnya.
Bagi Pak Teguh, dukungan tersebut tidak hanya ditujukan kepada tim basket. Ia juga ingin memberikan apresiasi kepada para siswa yang terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung pertandingan, termasuk tim dance.
Baca Juga: Mambeasty, Barisan Mama Putra Twystball yang Tak Pernah Absen dari Tribun
Karena itu, pihak sekolah turut menginformasikan pertandingan kepada warga sekolah dan orang tua. Flyer dibagikan dan pengumuman disampaikan agar semakin banyak siswa maupun orang tua yang mengetahui sekaligus dapat memberikan dukungan secara langsung.
“Pasti ingin menyemangati. Baik anak-anak yang basket, anak-anak yang dance. Kami bahkan sebelum pertandingan menyebar flyer dan pengumuman untuk orang tua dari mereka,” jelasnya.
Upaya tersebut mendapat respons positif. Puluhan siswa dan guru SMAN 10 Surabaya hadir di DBL Arena. Pak Teguh memperkirakan ada sekitar 30 guru yang ikut memberikan dukungan secara langsung.
Kehadiran mereka membuat suasana pertandingan semakin meriah. Apalagi, dukungan dari tribun tidak hanya datang dalam bentuk sorakan. TENTACLES, suporter SMAN 10 Surabaya, juga menyiapkan koreografi yang melibatkan sekitar 1.600 siswa.
Salah satu bagian yang menarik perhatian Pak Teguh adalah koreografi yang memadukan unsur budaya dengan penampilan penari secara langsung. Ia mengaku tidak menyangka para siswa dapat menyiapkan konsep tersebut.
“Ini di luar perkiraan saya juga. Mereka sangat peduli terhadap tim dancenya, tim sekolahnya. Para tim ini juga meluangkan waktu beberapa hari untuk latihan dance dan lain-lain,” katanya.
Pak Teguh kemudian menyoroti koreografi yang menampilkan dua penari di atas tribun dengan iringan lagu “Suwe Ora Jamu”.
“Tadi kami bawa ada 1.600 orang. Koreonya juga keren, dengan lagu ‘Suwe Ora Jamu’, ternyata ada dua penari di atas, itu keren banget. Saya salut banget,” ujarnya.
Baginya, kreativitas tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman di DBL tidak hanya memberikan ruang bagi pemain untuk bertanding. Para siswa lain juga mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, membangun kekompakan, dan membawa nama sekolah melalui cara mereka masing-masing.
Hal tersebut pula yang menjadi alasan Pak Teguh terus memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat dalam kegiatan positif. Ia berharap kebersamaan yang terbentuk di sekitar tim basket maupun dance dapat terus dijaga.
Baca Juga: Coach Dika, “Speaker” Sekawan Putri dari Bangku Cadangan
“Akhirnya, apa pun yang positif di sekolah, insyaallah kami akan terus mendukung seperti ini. Teman-teman juga bisa menjaga kekompakan dan kebersamaan mereka dengan baik,” tuturnya.
Menariknya, keterlibatan Pak Teguh dalam atmosfer DBL bukanlah pengalaman pertamanya. Sebelum menjadi Kepala SMAN 10 Surabaya, ia pernah terlibat sebagai ofisial SMAN 1 Waru.
Kala itu, Pak Teguh mendampingi perjalanan tim SMAN 1 Waru bersama Coach Thomas. Pengalaman tersebut membuatnya cukup memahami bagaimana atmosfer kompetisi basket pelajar dan betapa pentingnya dukungan dari lingkungan sekolah bagi sebuah tim.
Kini, perannya berbeda. Ia datang sebagai kepala sekolah yang memberikan dukungan kepada BIGTEN dan seluruh siswa SMAN 10 Surabaya.
Pengalaman tersebut juga membuat Pak Teguh memahami bahwa pertandingan bukan hanya tentang lima pemain yang berada di lapangan. Ada guru, orang tua, teman-teman sekolah, tim dance, hingga suporter yang ikut menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Karena itu, ia berharap BIGTEN tidak berhenti pada kemenangan di laga perdana. Ia ingin tim basket SMAN 10 Surabaya mampu melanjutkan perjalanan mereka ke putaran berikutnya.
Kemenangan 37-8 atas SMA Wijaya Putra Surabaya pun menjadi langkah awal BIGTEN dalam perjalanan mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Namun, di balik kemenangan tersebut, ada satu hal lain yang tak kalah penting: para pemain tahu bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Dari tribun, guru, orang tua, teman-teman sekolah, hingga kepala sekolah ikut hadir memberikan energi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan BIGTEN untuk terus melangkah, sekaligus menjadi bukti bahwa ketika sekolah memberikan ruang, siswa dapat tumbuh bersama melalui olahraga, kreativitas, dan kebersamaan. (*)