Debut tim putra SMA Tzu Chi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta berjalan menantang.
Di laga pembuka, mereka langsung menghadapi persaingan sengit kontra SMAN 80 Jakarta (Eighty), Rabu, 12 Agustus 2026.
Eight mengakhiri kuarter pertama dengan posisi memimpin (7-4). Situasi pun tak berubah di kuarter kedua (15-14).
Dari catatan itu, pasukan Tzu Chi jelas memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan. Benar saja, mereka mulai menahan laju Eighty di menit-menit berikutnya. Posisi kemudian berbalik unggul di kuarter pemungkas.
Sejatinya, Eighty berusaha sekuat tenaga untuk membalikkan keadaan. Namun, serangan yang dilancarkan Tzu Chi begitu sulit untuk dibendung. Hingga peluit akhir dibunyikan, kemenangan resmi berpihak pada Tzu Chi dengan skor akhir 28-25.
Pencapaian manis itu tentu tak bisa dipisahkan dari sosok M Arief Febri Setiawan. Selama empat kuarter berjalan, sang nakhoda tim tak pernah berhenti memberi arahan dari pinggir lapangan.
Baca Juga: 25 Tahun Mengabdi, Dwi Meirdianto Totalitas Kawal Comeback Eighty
Namun, siapa sangka kalau tersimpan cerita mengejutkan di balik kebersamaan Arief, sapaan karibnya, bersama skuad Tzu Chi.
“Saya baru saja dipercaya untuk pegang tim Tzu Chi, bahkan kami baru empat kali latihan bersama. Memang, mereka yang memilih untuk ikut DBL North Jakarta 2026. Tapi, overall anak-anaknya mau dengerin pelatih, latihannya rajin dan semangat. Jadi, saya juga semangat,” buka Arief.
Bergabung dengan skuad Tzu Chi di tengah persiapan yang terbilang singkat tentu bukan keputusan yang diambil tanpa pertimbangan.
”Manajemen Tzu Chi itu bagus. Mereka mengatur semuanya, mulai dari makanan sampai jam latihan. Lalu, aku juga lihat ada semangat dari anak-anaknya. Pas ada pelatih baru datang, mereka juga semakin semangat,” sambungnya.
Di sinilah, kemampuan Arief dalam meracik strategi benar-benar diuji. Apalagi, peran di pinggir lapangan tersebut menjadi pengalaman pertamanya setelah memutuskan mengakhiri perjalanan sebagai pemain profesional.
Jika menoleh ke belakang, pria kelahiran 19999 itu memang lebih dulu mengenal kerasnya persaingan dari dalam lapangan. Yang bikin menarik, ia memulai perjalanan itu sebagai student-athlete yang berkompetisi di DBL West Java-West musim 2016 bersama SMAN 2 Bogor.
“Saat itu, saya berhasil sampai semifinal dan terpilih untuk berangkat ke DBL Camp. Tapi, karena satu dan lain hal, saya belum bisa berangkat. Lalu, saya kuliah di Perbanas Institute. Pada 2019, saya awalnya masuk Satria Muda sebagai pemain binaan, baru naik ke level profesional pada 2021,” cerita Arief.
Langkahnya belum selesai. Dua tahun berselang, ia kemudian menjadi bagian dari Evos Thunder Bogor.
”Setelah itu, saya juga sempat pindah ke Rajawali Medan sampai 2025 dan akhirnya memutuskan untuk berhenti,” lanjutnya.
Baca Juga: Revata Atraxia Pilih Banting Setir dari Wushu Demi Berkompetisi di DBL
Meski sama-sama menggeluti basket, menjadi pemain dan pelatih adalah dunia yang bertolak belakang. Setelah menekuni keduanya, Arief tak menampik kalau justru sosok pelatih memikul beban yang jauh lebih besar.
“Kalau pemain, pas masuk lapangan ngerasa gagah dan lebih tenang. Kalau pelatih, ada beban target dari diri sendiri, sekolah, dan ekspektasi anak-anak,” ujarnya.
Meski harus merintis dari awal, Arief tak ingin status debutan membuat anak-anak asuhnya minder. Justru, ia menilai membangun mentalitas menjadi fondasi penting agar tim Tzu Chi mampu menghadapi persaingan DBL North Jakarta 2026 dengan lebih percaya diri.
”Pas mau berangkat ke venue, saya bilang ke mereka untuk bayangin sudah jadi mantan finalis di DBL, jadi bukan pemain debutan. Nervous hanya di sekolah, pas di venue sudah enggak ada nervous,” kata Arief.
Tak kenal kata istirahat. Berbekal catatan dari pertandingan perdana, Arief dan pasukannya akan langsung bersiap untuk menghadapi gim berikutnya. Terlebih, tak bisa dipungkiri kalau babak selanjutnya bakal berjalan semakin menantang.
Lantas, sampai sejauh mana dirinya bisa membawa Tzu Chi melangkah di DBL North Jakarta 2026? Layak dinantikan!
DBL North Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)