ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Revata Atraxia saat berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta (kiri) dan saat bertanding di Kejuaraan Nasional Wushu 2023 (kanan)

Bisa dibilang, kompetisi DBL sudah menjadi tempat bertumbuh bagi Revata Atraxia Kosalla bersama SMA Tarakanita 2 selama tiga musim terakhir. 

Artinya, Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta menandai musim pemungkas Revata (sapaan karibnya). 

Kalau menoleh ke belakang, ia secara gamblang menuturkan bahwa keseriusannya menekuni basket memang dipicu oleh satu keinginan untuk merasakan langsung atmosfer persaingan di kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia. 

“Awalnya, aku ikut ekskul basket dulu. Terus, aku makin serius buat basket karena mau main di DBL. Apalagi, postur aku juga tinggi, jadi lama-kelamaan nyaman sama basket,” ucap penggawa berperawakan 187 sentimeter. 

Baca Juga: Cerita Dylan Ferdinand Tumbuh Bersama BTB Knights dan DBL

Cerita Revata pun mengundang rasa penasaran yang lebih dalam. Seperti apa aktivitas yang dijalaninya sebelum benar-benar terjun ke dunia basket?

Jawabannya pun menarik. Siapa sangka, Revata sendiri sempat dikenal sebagai atlet wushu. Bahkan, ia menekuni seni bela diri ini selama satu dekade lamanya!

”Saya mulai wushu dari umur lima tahun sampai 2024. Awalnya, disuruh sama mama karena kenal sama salah satu coach wushu, apalagi pas itu saya punya penyakit asma. Jadi, memang disuruh olahraga,” ceritanya. 

Selama rentang waktu tersebut, dirinya sudah berkelana mengikuti berbagai level kompetisi. Beberapa di antaranya, meraih juara 1 Malaysia International Wushu Tournament 2018, juara tiga IB Open 2023, hingga juara 3 Kejuaraan Nasional Wushu 2023.

Revata atraxia
Potret Revata Atraxia (tengah) saat mengikuti Malaysia International Wushu Tournament 2018

“Tanding di Kejurnas Wushu dan bisa juara di Malaysia itu benar-benar pengalaman yang enggak akan dilupain, sih,” ucapnya. 

Baca Juga: Satu Impian Besar Joel Gerard Bersama Marie Joseph di Musim Terakhir

Wushu memang sudah menjadi bagian dalam hidup Revata sejak kecil. Meski begitu, ia akhirnya memilih untuk melepas olahraga tersebut demi menekuni basket. Dari situ, Revata mulai memacu dirinya untuk berlatih lebih keras demi mengejar ketertinggalan. 

“Dari wushu ke basket kan cukup jauh, jadi harus adaptasi. Waktu awal, masih kaku buat shooting sama dribble. Tapi, akhrnya terbiasa dan merasa lebih fun juga di basket ,” tutur Revata. 

Terbukti, ia berhasil menunjukkan perkembangan yang pesat. Di musim terakhirnya ini, pemain bernomor punggung 26 itu dipercaya untuk turun sebagai starting five skuad Tarakanita 2. 

Revata bersama rekan-rekannya juga berhasil membuka laga perdana di DBL North Jakarta 2026 dengan kemenangan meyakinkan, 43-23, atas Gandhi Ancol School, Selasa, 11 Agustus 2026. 

“Game pertama sudah cukup oke dan saya sudah bermain cukup lepas. Ini tahun ketiga, jadi mau bermain all out,” pungkasnya. 

AQUA DBL Dance 2026 North Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS