Nuansa Solo Leveling hadir di tribun ketika Sixers Mania mengawal tim basket putra SMAN 6 Surabaya. Tiga koreografi tiga dimensi terbentang di sisi kanan, kiri, dan tengah tribun.

Bukan sekadar mengambil visual dari anime. Sixers Mania membawa kisah tentang kematian dan reinkarnasi untuk menggambarkan perjalanan Sixers yang kembali tampil di DBL setelah cukup lama minim pertandingan.

Koreografi di sisi kanan dan kiri menampilkan wajah monster. Sementara bagian tengah memperlihatkan sosok monster yang duduk bersama para prajuritnya.

Baca juga: Tiga Bingkai, Satu Perjuangan Casual Sleekors

Konsep tersebut kemudian menjadi cara Sixers Mania menggambarkan kondisi tim mereka saat ini.

“Dari koreo tersebut kita ambil tema dari Solo Leveling. Nah, Solo Leveling itu diceritakan bahwa karakter utamanya itu mati. Tapi ternyata reinkarnasi,” ujar Djibril Ravan Sahl, capo Sixers Mania.

Kisah tersebut kemudian mereka tarik ke perjalanan SMAN 6 Surabaya. Setelah cukup lama tidak memiliki banyak pertandingan, Sixers Mania merasa tim mereka sempat berada dalam kondisi yang berbeda.

“Keadaan kita saat ini itu kita kurangnya ada match. Kurang match seperti DBL. Jadi terasa redup,” jelas Djibril.

Kembalinya SMAN 6 Surabaya ke DBL kemudian dianggap sebagai momen untuk bangkit. Konsep reinkarnasi dalam Solo Leveling dipilih sebagai gambaran bahwa Sixers kembali menunjukkan keberadaannya di kompetisi.

“Kita menunjukkan reinkarnasi, yaitu kita kembali lagi di DBL ini,” lanjutnya.

Baca juga: SMEASMANIA Bawa Koreo Penuh Tanda Tanya di DBL Arena!

Tiga koreografi yang dibawa ke tribun pun tidak dikerjakan dalam waktu singkat. Sixers Mania mulai mempersiapkan konsep sekitar dua bulan sebelum pertandingan.

Bulan pertama digunakan untuk mematangkan konsep dan filosofi. Setelah itu, proses eksekusi koreografi mulai dilakukan sekitar satu bulan sebelum pertandingan.

Pengerjaannya pun dilakukan oleh divisi khusus yang menangani koreografi. Sixers Mania tidak mengerjakannya di sekolah karena tidak mendapatkan izin. Sebagai gantinya, mereka menggunakan dua tempat di luar sekolah untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Persiapan itu juga harus berjalan beriringan dengan kewajiban sebagai pelajar. Proses membuat koreografi berlangsung selama kurang lebih satu bulan, sementara di saat yang sama para anggota tetap harus mengikuti kegiatan sekolah.

“Belum lagi kita juga terhalang adanya sekolah. Jadi kita sebagai pelajar kan kewajiban kita pasti sekolah,” tutur Djibril.

Bagi Sixers Mania, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar. Mereka harus membagi waktu antara menyelesaikan koreografi dan menjalankan aktivitas sebagai siswa.

“Tantangan bagi saya itu kita juga harus sekolah dan juga harus bikin koreo ini tadi,” tambahnya.

Baca juga: Vamos Drei Ubah DBL Arena Bak Bioskop Usai Tampilkan Lord Shen Hari Ini!

Kesibukan tersebut tidak membuat persiapan tribun berhenti. Justru menjelang pertandingan, latihan dilakukan setiap hari. Jadwal sekolah maupun tidak sekolah tidak menjadi alasan untuk melewatkan latihan.

“Tergantung kalau match-match DBL ini kita tiap hari latihan. Entah itu mau sekolah atau enggak sekolah, kita tetap latihan,” ujar Haykal Abyaz Cakya Emmerich, capo Sixers Mania.

Sixers Mania memberikan dukungan kepada tim basket putra SMAN 6 Surabaya di DBL Arena Surabaya.

Latihan bukan hanya ditujukan untuk menghafalkan gerakan. Komunikasi dan rasa percaya antar anggota juga menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan Sixers Mania.

“Kita juga latihan. Kita juga komunikasi. Kita juga menumbuhkan rasa percaya satu sama lain,” jelas Haykal.

Rasa percaya tersebut kemudian menjadi modal ketika seluruh elemen tribun mulai dijalankan. Tiga koreografi yang sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan akhirnya hadir di hadapan tim basket SMAN 6 Surabaya.

Bagi Sixers Mania, Solo Leveling bukan sekadar anime yang mereka pindahkan ke tribun. Cerita tentang karakter yang sempat mati lalu kembali melalui reinkarnasi menjadi gambaran perjalanan Sixers yang kembali menemukan panggungnya.

Dari kondisi yang sempat terasa redup karena minim pertandingan, mereka kembali hadir di DBL.

Baca juga: Beruang Jadi Pembuka Cerita Ones Mania di DBL East Java-North

Kini, Sixers Mania berharap kebangkitan itu tidak berhenti di tribun. Mereka ingin energi yang dibangun melalui koreografi dan latihan turut mengiringi perjalanan tim basket SMAN 6 Surabaya.

“Kalau dari saya semoga bisa menang DBL dan membanggakan nama SMA 6 Surabaya,” pesan Djibril.

Dari mati menuju reinkarnasi, kisah yang mereka ambil dari Solo Leveling akhirnya menemukan makna baru di tribun. Bukan tentang karakter anime semata, melainkan tentang kesempatan untuk kembali, bangkit, dan menunjukkan bahwa Sixers masih ada.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Berawal dari TikTok, Zakyah Zahron Wujudkan Mimpi Masa Kecil di DBL
Hasil DBL South Sulawesi: Runner-Up Musim Lalu Pulang, Putri Eleven Tolak Revans
Skenario DBL East Java-North: Tiket Menuju Playoffs Semakin Terbatas!
Begini Cara Vote Pemain Favoritemu di DBL Favorite 2026 East Java-East
Preview dan Link Live Streaming Final Putri DBL West Java-West 2026