Tim putra SMA Masa Depan Cerah Surabaya (MDC) mengakhiri penantian 7 tahun setelah meraih kemenangan atas SMA IPIEMS Surabaya dengan skor 55-5 di laga pertama Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kemenangan tersebut menjadi pembuka yang manis bagi Putra MDC. Sejak kemenangan terakhir pada 2019, mereka akhirnya kembali merasakan itu lagi di panggung DBL.
Di tengah momen tersebut, Justin Ernesto Julianto menjadi salah satu pemain yang ikut menorehkan cerita baru. Pemain bernomor punggung 78 itu masih duduk di kelas X dan baru pertama kali merasakan atmosfer DBL.
Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Kamis, 20 Agustus 2026
Justin tidak tampil hanya untuk mencari angka. Ia lebih sering melihat ruang yang terbuka di antara pertahanan lawan, kemudian mencari teman yang berada dalam posisi lebih baik.
"Jujur, aku enggak mikir. Ya, langsung aja kalau ada yang kosong, ya kita bagi. Bolanya kita bagi," kata Justin.
Keputusan sederhana itu membantu permainan Putra MDC tetap mengalir. Justin menutup pertandingan dengan catatan 10 poin, 6 rebound, dan 8 assist.
Salah satu pola yang ia manfaatkan muncul ketika Putra MDC berhasil menghentikan serangan lawan. Beberapa pemain langsung berlari melewati half court untuk membuka ruang serangan cepat.
Justin kemudian mengirimkan bola ke depan. Dari sana, rekan setimnya bisa langsung menyelesaikan serangan dan mengubah transisi menjadi peluang mencetak angka.
Baca juga: Buang Ragu, Evan Tampil Lebih Berani Bersama Petra 5
Namun, menjaga permainan tetap mengalir bukan perkara mudah. Beberapa kali pemain Putra MDC sempat terburu-buru ketika tempo pertandingan meningkat.
Justin memilih tidak ikut terbawa. Ia justru berusaha menenangkan permainan dengan memulai dari dirinya sendiri.
"Pertama ya mulai dari diri sendiri itu memberi contoh, mainnya lebih tenang. Kemudian misal mereka terburu-buru, kita suruh pelan-pelan, lebih sabar," ujar Justin.
Bagi Justin, membantu tim bukan hanya tentang mencetak angka. Ada kalanya kontribusi datang dari keputusan memberikan bola kepada teman atau mengingatkan rekan setim ketika mulai kehilangan fokus.
Momen itu terasa semakin berarti karena Justin baru memulai perjalanannya di DBL. Ia masih kelas X, sementara Putra MDC sudah menunggu cukup lama untuk kembali merasakan kemenangan.
Diketahui bahwa Putra MDC terakhir kali menang pada 2019. Kini, 7 tahun berselang, ia ikut menjadi bagian dari generasi yang merasakan kemenangan tersebut kembali.
Rasa bangga pun muncul setelah pertandingan.
Justin Ernesto Julianto (nomor punggung 78) membawa bola saat membela Putra MDC melawan SMA IPIEMS Surabaya di DBL Arena Surabaya.
"Bangga banget, bangga banget. Apalagi semua tadi mainnya bagus terus teman-teman yang lain sama guru-guru juga mau support," tutur Justin.
Dukungan datang dari berbagai sisi. Guru, pelatih, teman-teman yang berada di luar lapangan, hingga orang tua ikut memberikan semangat kepada para pemain Putra MDC.
Justin sendiri mendapat pesan sederhana dari orang tuanya sebelum bertanding. Ia diminta untuk percaya diri dan berdoa sebelum menjalani pertandingan.
Baca juga: Sixers Belajar dari Ritme yang Sempat Hilang
Pesan tersebut menjadi bekal ketika Justin memasuki lapangan untuk menjalani debutnya di DBL.
Meski kemenangan sudah diraih, Justin tidak menutup mata terhadap kekurangan tim. Ia merasa permainan Putra MDC masih bisa berkembang, terutama dari sisi komunikasi.
Menurutnya, masih ada beberapa pemain yang terburu-buru dan kehilangan fokus. Karena itu, latihan bersama dengan komposisi pemain yang lengkap menjadi salah satu hal yang ingin diperbaiki sebelum pertandingan berikutnya.
"Mungkin komunikasinya diperbanyak. Tadi kuranglah, kurang. Ada yang masih buru-buru, belum fokus," ujar Justin.
Justin juga membawa evaluasi pribadi dari pertandingan tersebut. Ia merasa jumlah turnover-nya sudah lebih berkurang dibandingkan pertandingan sebelumnya dan kemampuannya membagi bola kepada teman-teman semakin baik.
Namun, masih ada satu hal yang ingin ia perbaiki, yakni kesabaran.
Justin mengaku sempat terlalu keras ketika mengingatkan rekan setim yang melakukan kesalahan. Baginya, mengingatkan teman memang penting, tetapi cara menyampaikannya juga harus lebih terkontrol.
Perjalanan Justin di DBL masih panjang. Kelas X baru menjadi awal, begitu pula kemenangan ini bagi Putra MDC.
Terhitung 7 tahun setelah kemenangan terakhir pada 2019, Justin akhirnya ikut merasakan kembali momen yang selama ini hanya menjadi bagian dari cerita sekolahnya.
Kini, penantian itu sudah selesai. Putra MDC punya kemenangan baru untuk dirayakan dan perjalanan baru untuk dilanjutkan.
Baca juga: Tanpa Pemain Senior, Skuad Vita Tetap Tampil Percaya Diri
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Justin Ernesto Julianto bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMA IPIEMS Surabaya vs SMA Masa Depan Cerah Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).