Kembali ke Smala, Coach Barikh Tak Ingin Pemain Cepat Puas

| Penulis : 

Kembali ke SMAN 5 Surabaya bukan hal baru bagi Coach Barikh Al Kautsar. Sekolah itu pernah menjadi tempatnya belajar dan bermain basket, sebelum ia kembali berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih tim putra Smala.

Kali ini, Coach Barikh datang dengan pengalaman yang berbeda. Setelah meninggalkan Smala, ia sempat menangani tim basket SMAN 15 Surabaya, mengikuti Kopi Good Day DBL Camp 2024 hingga menembus Top 16, dan mendapat kesempatan bergabung dalam jajaran kepelatihan Timnas Putri Senior.

Berbagai pengalaman tersebut membuat cara pandang Coach Barikh terhadap basket ikut berkembang. Namun, ada satu prinsip yang justru semakin ia pegang jangan pernah merasa sudah cukup.

"Jangan pernah puas. Jangan melimitasi diri kita sendiri hanya karena kita ngerasa cukup, ngerasa oke gitu aja. Tetap belajar terus, jangan pernah puas," tegasnya.

Prinsip itu pula yang kini ia bawa ketika mendampingi pemain-pemain Smala. Bagi Coach Barikh, menjadi pemain yang lebih baik bukan hanya soal menambah kemampuan di lapangan, tetapi juga kemauan untuk terus menerima masukan dan mencari bagian yang masih bisa diperbaiki.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Smala dan Delapan Amankan Kemenangan Kedua

Pemikiran tersebut tumbuh dari perjalanan Coach Barikh sebagai pelatih. Ia mulai menangani tim basket Smala pada 2019. Dua tahun kemudian, ia masih mendampingi tim putra dan putri Smala sebelum mencoba tantangan baru bersama SMAN 15 Surabaya pada 2022.

Di Libels, Coach Barikh menangani tim putra dan turut menjadi asisten pelatih tim putri. Perjalanan itu berlanjut hingga 2023, sebelum ia kembali ke Smala pada 2024.

Di tengah perjalanan tersebut, Coach Barikh mendapat kesempatan mengikuti DBL Camp 2024. Ia menjadi salah satu peserta yang bertahan hingga Top 16 dan mendapat pengalaman belajar bersama pelatih-pelatih dari berbagai daerah.

Bagi Coach Barikh, DBL Camp bukan sekadar kesempatan untuk bertemu banyak pelatih. Ia mendapat referensi kepelatihan dari Australia dan melihat langsung bagaimana pelatih lain memiliki pendekatan yang berbeda terhadap permainan.

"Kalau dari DBL Camp mungkin lebih ke arah memperdalam keilmuan saya. Dapat referensi penatar-penatar dari Aussie dan seterusnya. Ketemu pelatih-pelatih yang top juga dari seluruh Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Menyatu dengan Fiveouria, Pak Dodeik: Tugas Kami Mendukung Smala!

Setelah DBL Camp, pengalaman Coach Barikh berlanjut ke level tim nasional. Ia bergabung dalam jajaran kepelatihan Timnas Putri Senior selama satu tahun.

Di level tersebut, Coach Barikh berhadapan dengan tim-tim dari negara lain seperti China, Thailand, dan Filipina. Setiap tim membawa karakter permainan yang berbeda, membuatnya menemukan hal-hal baru yang kemudian memperkaya pandangannya tentang basket.

Pengalaman itu tidak membuat Coach Barikh merasa telah memiliki jawaban untuk semuanya. Sebaliknya, semakin banyak ia bertemu pemain dan pelatih dengan latar belakang berbeda, semakin ia merasa perlu untuk terus belajar.

Karena itu, Coach Barikh juga berusaha terbuka terhadap masukan. Ia sadar seorang pelatih tidak selalu berada di posisi yang benar dan tetap memiliki kekurangan.

"Selalu open buat feedback dari orang lain. Karena emang kita kan enggak akan selalu benar, kita pasti salah, kita pasti punya kekurangan," lanjutnya.

Prinsip tersebut kemudian terlihat dari cara Coach Barikh mendampingi pemain Smala. Ia tidak ingin perkembangan pemain hanya diukur dari seberapa keras mereka berlatih.

Pengalamannya sebagai pemain justru membuat Coach Barikh lebih memperhatikan hal-hal yang sering dianggap sepele, seperti waktu istirahat dan asupan makanan. Ia pernah melihat sendiri bagaimana latihan yang terlalu berlebihan bisa berujung pada cedera.

"Jangan sampai overtraining. Overtraining itu kelihatannya mewah, latihan terus, tapi cedera buat apa juga," katanya.

Baca juga: Dulu Bintang Smada, Kini Kevin Otniel Kembali ke DBL sebagai Pelatih Smala!

Bagi Coach Barikh, menjaga kondisi tubuh tetap menjadi bagian dari proses seorang pemain untuk berkembang. Sebab, latihan keras tidak akan banyak berarti jika pemain justru kehilangan kesempatan untuk tampil karena cedera.

Cara Coach Barikh berkomunikasi dengan pemain juga menyesuaikan dengan level yang ia tangani. Saat bersama pemain SMA, suasana latihan bisa lebih cair. Ia masih bisa bercanda dan bersikap santai, tetapi tetap memberikan batas ketika tim membutuhkan ketegasan.

Coach Barikh Al Kautsar Bersama pemain tim basket putra Smala saat memberikan arahan pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Hal itu berbeda ketika Coach Barikh berada di lingkungan Timnas Putri Senior yang memiliki standar komunikasi dan sikap tersendiri. Meski begitu, ia merasa dasar permainan basket yang diberikan tetap tidak jauh berbeda.

"Kalau basketnya mostly sama. Kalau level SMA kita lebih bisa ada bercandanya, lebih santai pembawaannya. Kadang keras, kadang santai banget," jelasnya.

Baca juga: Hampir Batal Tampil di DBL Karena Kecelakaan, Damar Justru Cetak Dua Digit Poin

Ada satu hal lain yang membuat hubungan Coach Barikh dengan pemain Smala terasa berbeda. Ia pernah berada di posisi mereka sebagai siswa dan pemain. Kini, ia mendampingi generasi yang datang setelahnya.

Coach Barikh bahkan menganggap pemain-pemain Smala seperti adiknya sendiri. Hubungan itu tidak berhenti ketika latihan selesai. Beberapa pemain datang kepadanya untuk bercerita tentang sekolah, orang tua, hingga pilihan kuliah.

"Jadi benar-benar kayak ngurusin enggak cuma masalah basket doang. Saya jadi tempat curhatnya mereka, jadi tempat konsultasi masalah orang tua, sekolah, milih kuliah dan seterusnya," tuturnya.

Kedekatan tersebut tidak membuat Coach Barikh memilih untuk selalu menyenangkan pemain. Justru, ia ingin mereka mengenalnya sebagai pelatih yang berani mengatakan hal yang menurutnya benar.

Ada kalanya perkataan itu mungkin tidak enak didengar. Namun bagi Coach Barikh, mengatakan apa yang terbaik untuk pemain jauh lebih penting daripada sekadar membuat mereka merasa nyaman.

"Mereka selalu ingat saya sebagai orang yang selalu berkata jujur ke mereka. Aku berkata benar ke mereka, enggak peduli perasaannya mereka gimana. Apa pun yang terbaik buat mereka akan aku sampaikan ke mereka," ucapnya.

Baca juga: "Pemain Ketujuh" SMALA, Guru dan Kepsek Kawal Putra-Putri Menang

Kini, Coach Barikh kembali menjalani perannya di Smala dengan bekal perjalanan yang lebih panjang. Dari pengalaman sebagai pelatih di sekolah yang pernah membesarkannya, pindah ke SMAN 15 Surabaya, belajar di DBL Camp, hingga merasakan atmosfer tim nasional, semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang ia bawa kembali ke sekolahnya.

Namun, Coach Barikh tidak ingin pengalaman tersebut menjadi alasan untuk merasa sudah selesai belajar.

Ia justru ingin pemain Smala memiliki kebiasaan yang sama mau mendengar, berani menerima koreksi, menjaga diri, dan terus mencari bagian yang masih bisa dikembangkan.

Sebab bagi Coach Barikh, merasa cukup bukan tanda bahwa perjalanan sudah selesai. Justru, masih ada ruang yang bisa dicari dan diperbaiki.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Coach Barikh Al Kautsar bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Profil SMAN 5 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Berawal dari TikTok, Zakyah Zahron Wujudkan Mimpi Masa Kecil di DBL
Hasil DBL South Sulawesi: Runner-Up Musim Lalu Pulang, Putri Eleven Tolak Revans
Preview dan Link Live Streaming Final Putra DBL West Java-West 2026
Skenario DBL East Java-North: Tiket Menuju Playoffs Semakin Terbatas!
Begini Cara Vote Pemain Favoritemu di DBL Favorite 2026 East Java-East