Ada wajah yang cukup familier di DBL Arena pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pukul 17.00 WIB. Saat skuad putra SMAN 5 Surabaya (Smala) berlari masuk ke lapangan, berdiri seorang pria dengan pakaian bernuansa hitam dari atas sampai bawah yang siap mendampingi mereka menjalani laga perdana di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Dasi berwarna ungu juga ia kenakan dengan rapi. Kacamata tebal berwarna hitam juga terlihat elegan untuknya. Tinggi badannya 178 cm.
Ditambah dengan tribun yang diselimuti warna kuning, ini sungguh pemandangan yang tidak asing. Seperti kembali pada tahun 2019. Pria itu adalah Kevin Otniel!
Baca juga: Kesalahan Musim Lalu Jadi Bekal Schu Tampil Lebih Berani di DBL East Java-North
Ya, setelah 7 tahun berlalu, ia kembali lagi ke lapangan DBL Arena dengan aura yang sama. Hanya saja, kini ia menyalurkan energi itu sebagai asisten pelatih Smala.
Ini juga sekaligus menjadi debutnya dalam dunia kepelatihan bola basket. “Aku mulai melatih itu dari Januari tahun ini,” ujar Coach Kevin.
Di DBL East Java, Coach Kevin dikenal dengan aksi-aksinya yang fenomenal di lapangan sebagai student-athlete SMAN 2 Surabaya (Smada).
Puncaknya terjadi di edisi 2019. Persis ketika ia menduduki bangku kelas XII. Tahun terakhirnya berkiprah di DBL Arena sebagai pemain.
Kala itu, Coach Kevin berhasil membawa Smada untuk terus meroket hingga Final Party. Dominasinya di lapangan tidak terbantahkan. Bahkan, dalam lima laga terakhirnya di DBL, ia selalu berhasil mencatat double-double.
Baca juga: Dvampir Bawa Pesan dari Kegelapan, Rolas Fighters Kawal Putra Rolas

Kevin Otniel menembak bola untuk SMAN 2 Surabaya di DBL East Java 2019
Salah satu yang paling impresif yaitu ketika Coach Kevin berhadapan dengan SMA IPH East Surabaya. Ia berhasil mengumpulkan 23 poin, 10 rebound, dan 7 assist.
Permainannya yang mentereng itu kembali ia bawa di partai puncak melawan SMA St. Louis 1 Surabaya. Dengan ribuan penonton memadati DBL Arena, Coach Kevin tampil produktif dengan 20 poin dan 11 rebound.
Permainannya yang sangat solid sebagai big man, khususnya di luar garis busur besar, berhasil menyulut api rivalitas yang panas antara kedua sekolah itu pada masanya.
Sebelum mengakhiri masa SMA, Coach Kevin mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu dan bersaing dengan student-athlete hebat dari seluruh Indonesia di DBL Camp 2019. Ia mampu melaju hingga fase TOP 50.
Karier basket Coach Kevin kemudian berlanjut di kampus impiannya, Universitas Airlangga (UNAIR). Selain itu, ia juga aktif membela tim basket Kota Surabaya maupun Jawa Timur.
Baca juga: Tujuh Tahun Hiatus, Smadorsmania Kembali ke Tribun DBL
Sejumlah prestasi membanggakan seperti medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur 2022 dan medali perak Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 juga Coach Kevin raih bersama mereka.
Bagaimanapun, setelah menjalani tahun terakhirnya sebagai pemain di UNAIR, ada satu hal yang masih membuat hati Coach Kevin merasa bingung. Apakah semua perjuangan yang ia lakukan sudah selesai begitu saja?
“Sebagai pemain, masih ada banyak yang belum terselesaikan rasanya,” tuturnya.
Kehadirannya di BBLM CLS Knights akhirnya membuka halaman baru yang sebelumnya tidak pernah ia sangka.
Coach Kevin juga sempat berstatus sebagai pemain BBM CLS. Pertemuannya dengan Barikh Bill Kautsar yang kini juga menjadi Head Coach Smala membuatnya semakin yakin untuk terjun sebagai pelatih.
Baca juga: Jualan Tahu Kocek Jadi Jalan Putri Smansajoe Bangun Chemistry Tim
“Begitu mulai awal melatih, mulai belajar-belajar, mulai nanya-nanya, terus sama Coach Barikh diajak buat gabung. Karena Coach Barikh butuh asisten juga,” jelas Coach Kevin.
Ditanya tentang membela “SMA Kompleks” yang berbeda, Coach Kevin tetap fokus terhadap apa yang ada di depan matanya saat ini. “Pasti beda rasanya. Kalau almamater memang Smada. Tapi saya tetap profesional sekarang,” tegasnya.
Bersama Smala, Coach Kevin ingin menggapai satu tujuan mulia. “Mau bagi-bagi ilmu ke anak-anak,” ungkapnya.
Ia juga berkeinginan untuk membawa para pasukan Smala untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi di DBL East Java-North 2026. “Harapanku anak-anak ini bisa sampai ke Fantastic Four seperti mimpi mereka. Jadi kita usahakan untuk mencapai mimpi itu,” kata Coach Kevin.

Kevin Otniel bersama tim putra SMAN 5 Surabaya setelah pertandingan mereka berakhir di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
Bukan hanya mematangkan strategi di lapangan, Coach Kevin juga bertekad untuk mengoptimalkan aspek lain dari para pemain agar potensi mereka semakin maksimal.
Itu ia lakukan dengan menambahkan program latihan di gym, sesi lari, dan skill development agar kekuatan dan kemampuan putra Smala semakin terasah.
“Jadi di sela-sela waktu mereka gak ada latihan di lapangan, aku juga bantu dan menemani mereka buat latihan tambahan itu,” sebut Coach Kevin.
Baca juga: Satu Kata Kepsek Libels Usai Lihat Performa Skuadnya: Amazing!
Sebagai seseorang yang pernah merasakan panggung tertinggi dan bersaing sebagai Campers, Coach Kevin juga ingin menekankan sikap disiplin kepada anak-anak Smala. Sebab, itu merupakan faktor penting untuk meraih kesuksesan di lapangan.
“Waktu DBL Camp bangunnya pagi, gak boleh terlambat. Jadi siapin sarapan juga harus lebih pagi. Belum lagi berangkat dan menyiapkan latihan juga,” ingat Coach Kevin.
Kini, Coach Kevin memang giat mengarsiteki permainan Smala dari ujung lapangan. Namun, di balik kesibukannya, ada rasa rindu yang tidak terbilang banyaknya untuk bermain di lapangan DBL Arena.
“Udah lama gak merasakan atmosfer DBL, apalagi ada suporter dan dance-nya. Jadi yang bikin kangennya tuh ada yang support. Kalau waktu kuliah kan ya sudah, main aja,” jelas Coach Kevin.
Coach Kevin menganggap debutnya sebagai asisten pelatih di DBL East Java-North 2026 sebagai salah satu pengalaman yang seru. Setelah Smala menang dominan 66-6 atas SMA ITP Surabaya, ia akan terus berusaha untuk menyempurnakan performa Smala di laga berikutnya.
Selamat datang kembali di DBL Arena, Coach Kevin!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Naik Gunung dan Rendang, Leonaire Bawa Konsep yang Dekat dengan Anak Muda
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)