ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Eugenia Tanumiharjo (nomor punggung 7) usai dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) sektor putri AZA 3X3 Competition 2026 East Java-North, Rabu, 30

SMA St Louis 1 Surabaya (Sinlui) menutup perjalanan di AZA 3X3 Competition 2026 East Java-North dengan gelar juara. Berhadapan dengan SMA Petra 1 Surabaya (Petra 1) di DBL Arena, Rabu, 30 September 2026, Sinlui tampil dominan hingga mengunci kemenangan 21-8 sekaligus membawa pulang gelar juara sektor putri.

Sejak awal laga, permainan Sinlui terlihat lebih terorganisasi. Komunikasi antarpemain berjalan baik hingga mereka mampu menjaga keunggulan dan menutup pertandingan dengan selisih 13 poin.

Di balik permainan tersebut, ada sosok Eugenia Tanumiharjo yang menjalankan peran penting. Pemain kelas XII itu menjadi pemain paling senior di antara tiga anggota tim Sinlui. Dua rekannya masih duduk di kelas X dan XI.

Baca juga: Putri Sinlui Pertahankan Takhta Juara AZA 3X3 Competition East Java-North!

Meski memiliki perbedaan usia dan pengalaman, Eugenia tidak melihat hal tersebut sebagai penghalang. Mereka justru berusaha saling melengkapi selama menjalani rangkaian latihan dan pertandingan. Intensitas pertemuan membuat chemistry ketiganya semakin terbentuk.

"Kalau kita sama mereka seminggu latihan dua kali. Terus ya, ikut pertandingan lagi. Kita sudah lumayan banyak pertandingan bareng, jadi chemistry-nya pasti dapat. Cuma agak kaku di awal," cerita Eugenia.

Kekompakan itu memang tidak langsung muncul sejak pertandingan pertama. Eugenia mengingat bagaimana mereka sempat kesulitan menemukan pola permainan karena belum terlalu mengenal karakter satu sama lain. Mereka masih beradaptasi untuk memahami peran masing-masing di lapangan.

Seiring waktu, komunikasi mulai terbangun. Mereka semakin memahami kebiasaan masing-masing dan mulai mengetahui kapan harus mengambil keputusan di lapangan. Eugenia yang lebih dulu memiliki pengalaman bermain 5-on-5 juga ikut mengambil peran dalam proses tersebut.

"Pada awalnya kita memang belum sempat saling kenal. Jadi kita mainnya dulu enggak sendiri-sendiri, tapi belum ada polanya. Kita masih bingung. Setelah itu kita mulai saling melengkapi," ujarnya.

Baca juga: Gloria 1 Patahkan Kutukan dan Jadi Juara AZA 3X3 Competition East Java-North!

Aksi Eugenia Tanumiharjo (nomor punggung 7) saat membawa bola dan melewati pengawalan pemain SMA Petra 1 Surabaya dalam rangkaian AZA 3X3 Competition 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Pengalaman Eugenia di 5-on-5 memang menjadi bagian dari perjalanan basketnya. Ia mulai bermain di level SMA sejak kelas X dan sempat menjadi bagian dari skuad Sinlui di kompetisi 5-on-5 musim lalu. Tahun ini, ia mendapat pengalaman berbeda ketika bermain dalam format 3X3.

Perubahan format permainan membuat Eugenia dan dua rekannya harus lebih mandiri dalam mengambil keputusan. Jika dalam 5-on-5 terdapat pelatih dan manajer yang bisa memberikan arahan dari luar lapangan, situasi tersebut berbeda di 3X3.

"Kalau 5-on-5 kan ada coach-nya, ada manager-nya, bisa saling ngingetin dan saling ngasih tahu di luar. Kalau di 3X3 enggak. Jadi biasanya kita pakai time out. Sebelumnya juga kita briefing, lihat tim lawan dan pertandingan mereka seperti apa,” jelasnya.

Kontribusi Eugenia dan dua rekannya semakin terlihat ketika Sinlui melangkah ke semifinal. Mereka mampu menjaga komunikasi dan kekompakan yang sudah dibangun sejak awal hingga mengamankan kemenangan 6-2 atas SMA Gloria 1 Surabaya (Gloria 1). Hasil tersebut membawa Sinlui melaju ke partai final.

Baca juga: Nicholas Kenzo Masih Ingin Berbenah Usai Bawa Sinlui ke Final

Di laga penentuan, chemistry yang sudah terbangun membuat permainan Sinlui semakin solid. Menghadapi SMA Petra 1 Surabaya (Petra 1), Sinlui mampu mengendalikan pertandingan dan menutup final dengan kemenangan 21-8 sekaligus memastikan gelar juara AZA 3X3 Competition 2026 East Java-North.

Kemenangan atas Petra 1 menjadi penutup dari proses yang mereka bangun sepanjang turnamen. Bagi Eugenia, pertandingan demi pertandingan membuat tiga pemain Sinlui semakin memahami peran masing-masing di lapangan.

"Ya akhirnya bisa ngekompakin mereka. Karena awalnya kan kita belum saling kenal, jadi masih bingung. Sekarang sudah bisa saling melengkapi dan tahu satu sama lain," katanya.

Gelar juara Sinlui kemudian dilengkapi dengan penghargaan untuk Eugenia. Namanya diumumkan sebagai MVP AZA 3X3 Competition 2026 East Java-North kategori putri.

Skuad tim yang sukses mengamankan gelar juara AZA 3X3 Competition 2026 East Java-North merayakan keberhasilan mereka di lapangan.

Baca juga: Dari Bangku Cadangan, Lievania Viola Bantu Putri Gloria 1 ke Final

Penghargaan itu tidak sepenuhnya ia duga. Eugenia mengaku sempat memiliki ekspektasi, tetapi tidak sampai merasa yakin akan membawa pulang gelar individu tersebut.

"Jujur expect, tapi enggak seoptimis itu. Waktu nama aku disebut sebagai MVP, ya enggak nyangka juga. Cuma bersyukur aja," tuturnya.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Eugenia yang sudah mengenal basket sejak duduk di bangku sekolah dasar. Jauh sebelum bermain di level SMA dan menjadi MVP AZA 3X3, ia lebih dulu mengenal basket lewat ajakan sederhana dari gurunya.

"Awalnya aku diajak guru. Waktu itu semua juga diajak, jadi ya mulai coba-coba dan masuk tim. Awalnya cuma main karena ditunjuk, lama-lama suka. Baru mulai lebih intens waktu SMP dan SMA," ungkapnya.

Kini, perjalanan Eugenia sebagai pemain SMA perlahan mendekati akhir. Setelah lulus nanti, ia berencana lebih memprioritaskan pendidikan. Namun, basket tetap memberikan banyak hal yang akan ia bawa setelah meninggalkan lapangan SMA.

Baca juga: Comeback! SCS Paksa Gloria 1 Jalani If Necessary Game Perdana di DBL Arena

Salah satunya adalah hubungan dengan orang-orang yang ditemuinya selama bermain. Bagi Eugenia, teman-teman menjadi salah satu alasan mengapa basket tetap terasa menyenangkan setelah bertahun-tahun dijalani.

Kini, perjalanan Eugenia sebagai pemain SMA perlahan mendekati akhir. Setelah lulus nanti, ia berencana lebih memprioritaskan pendidikan. Meski begitu, langkahnya di basket belum berhenti di AZA 3X3.

Eugenia masih membuka kemungkinan untuk mengikuti kompetisi 3X3 di event lain. Baginya, format permainan ini menjadi pengalaman baru yang tetap ingin ia jalani di tengah persiapan menuju jenjang pendidikan berikutnya.

“Yang paling aku suka dari basket itu friends. Terus aku juga suka kalau bisa latihan sendiri, main di lapangan sambil dengar musik,” pungkas Eugenia.

Baginya, basket telah menjadi bagian dari perjalanan yang membawa banyak pengalaman dan pertemanan.

Baca juga: Debut di 3X3, Surabaya Grammar School Mulai Bangun Fondasi Skuad 5-on-5

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Eugenia Tanumiharjo bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS