Ada aktivitas yang mungkin tidak langsung terbayang ketika membicarakan persiapan sebuah tim basket adalah memotong tahu, membuat adonan, menyiapkan sambal, hingga membungkus pesanan.
Hal itu justru dilakukan para pemain Putri Smansajoe sebelum tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Mereka sempat berjualan tahu kocek dan es teh untuk membantu menutup kebutuhan dana persiapan kompetisi.
Namun, kegiatan tersebut ternyata tidak hanya menghasilkan tambahan dana. Ada waktu yang mereka habiskan bersama. Ada pembagian tugas. Ada pula kebiasaan untuk saling membantu yang akhirnya terbawa sampai ke lapangan.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Unsur Menang Atas Debutan, Libels Terus Melaju
Cerita jualan itu sebenarnya bukan kali pertama dilakukan oleh para pemain. Pada musim sebelumnya, mereka pernah berjualan es kopyor ketika ada kegiatan karnaval di Jombang.
“Tahun kemarin kalau ada karnaval, kita jualan es di karnaval sambil keliling-keliling itu,” cerita Latifa Aulia Rahma.
Tahun ini, situasinya berbeda. Belum ada karnaval yang bisa mereka manfaatkan untuk berjualan. Mereka pun mencari ide lain.
Pilihan akhirnya jatuh pada tahu kocek.
Makanan tersebut sedang ramai di lingkungan sekolah. Dari sana, muncul ide untuk mencoba menjualnya kepada teman-teman melalui sistem open PO.
“Iya, terus tahu kocek itu juga booming gitu loh di sekolah kita itu. Terus banyak peminatnya juga. Waktu kita open PO eh banyak yang pesan,” ujar Latifa.
Baca juga: Mimpi Asta dan Tahun Terakhirnya di DBL East Java-North 2026
Respons yang mereka dapat cukup baik. Untuk cup berukuran lebih kecil, tahu kocek dijual seharga Rp5.000.
Tetapi, menjual tahu kocek bukan sekadar membuka pesanan lalu menunggu pembeli datang. Setelah pesanan terkumpul, pekerjaan berikutnya dimulai.
Para pemain membagi tugas. Ada yang membeli bahan, ada yang membuat adonan, ada yang mengukus, ada pula yang menyiapkan cabai.

Para pemain Putri Smansajoe bekerja sama memotong tahu dalam proses pembuatan tahu kocek.
Latifa sendiri mendapat bagian untuk memotong tahu.
“Karena kita itu kayak bagi tugas gitu. Jadi kita ada yang bersihin potong tahu terus bersihin tahunya gitu. Nah, itu tuh kita jadi kerja sama. Kerja sama,” katanya.
Pekerjaan tersebut dilakukan di sela-sela jadwal mereka sebagai student-athlete.
Sepulang sekolah, mereka latihan. Setelah latihan selesai, mereka tidak langsung pulang untuk beristirahat. Beberapa pemain melanjutkan dengan membeli bahan sebelum berkumpul di rumah salah satu pemain untuk membuat tahu kocek.
“Kalau kita sih habis pulang sekolah itu kan latihan, langsung pelatihan. Habis selesai latihan kan langsung beli bahan. Jadi beli bahan itu langsung ke rumah saya terus langsung bikin,” tutur Berlian Ajwa Syafa Ananda.
Baca juga: Debut Manis Putra Smansa Jombang, Coach Andhika Kawinkan Kemenangan!
Kesibukan itu memang tidak berlangsung setiap hari. Salah satu momen mereka berjualan terjadi setelah kegiatan demo ekstrakurikuler di sekolah.
Hari itu, setelah menyelesaikan kegiatan di sekolah, mereka pulang dan kembali berkumpul untuk membuat tahu kocek. Ada yang bekerja dengan tahu. Ada yang mengurus adonan. Ada yang menyiapkan bahan lain.
Sederhana, tetapi justru dari aktivitas seperti itulah chemistry mereka terbentuk. Sebab, mereka tidak hanya bertemu saat latihan basket. Mereka juga belajar menyelesaikan satu pekerjaan bersama-sama.
Hasil penjualannya pun punya tujuan yang jelas. Persiapan menuju DBL sempat membuat mereka kekurangan dana. Uang dari penjualan tersebut kemudian digunakan untuk membantu menutup kebutuhan tim putri.
“Kalau kemarin sih buat nambahin dana kekurangannya buat berapa detail. Soalnya kita tuh sempat kekurangan dana gitu. Jadi dana yang kemarin tutupnya itu buat nutup. Nutupin ya. Kurangnya,” kata Berlian.
Setelah urusan jualan selesai, rutinitas latihan kembali berjalan.
Mereka berlatih pada Senin, Rabu, dan Jumat. Pada Selasa dan Kamis, latihan fisik dilanjutkan dengan jogging. Jarak lari juga dibuat bertahap. Mereka memulai dari 5 km, kemudian terus menambah jarak hingga mencapai lebih dari 20 kilometer dalam rangkaian persiapan.
Baca juga: Comeback dari Cedera ACL, Amel Terima Dukungan Penuh dari Orangtua!
Semua itu akhirnya dibawa ke DBL Arena Surabaya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Putri Smansajoe menghadapi SMAN 1 Sooko Mojokerto. Sejak awal pertandingan, mereka mencoba mengambil kendali.
Hingga jeda babak pertama, keunggulan 10-1 sudah berada di tangan mereka. Namun, keunggulan tersebut tidak membuat mereka berhenti berkomunikasi. Justru ketika pertandingan berjalan, mereka masih mencari bagian yang harus diperbaiki.
Saat jeda, para pemain kembali diingatkan untuk bermain lebih tenang. Mereka juga membicarakan kesalahan yang masih terjadi.
“Tadi kita itu bicarain kayak kita harus jaga dengan tenang. Jangan kita kan tadi banyak fall ya Kak ya. Terus dibilangin sama coach. Terus kita improve dari permainan sebelumnya kita kita lebih baik lagi,” ujar Latifa.
Setelah jeda, Putri Smansajoe tetap menjaga keunggulannya. Satu demi satu serangan kembali menghasilkan angka. Hingga pertandingan berakhir, skor 27-9 terpampang di papan skor.

Latifa Aulia Rahma (nomor punggung 6), pemain Putri Smansajoe, menggiring bola saat menghadapi SMAN 1 Sooko Mojokerto di DBL Arena Surabaya.
Latifa menjadi salah satu pemain yang menjaga permainan Putri Smansajoe tetap berjalan. Berlian juga ikut membantu tim sepanjang pertandingan.
Bagi Latifa, kemenangan tersebut membuat perjuangan yang mereka jalani sebelum pertandingan terasa semakin berarti.
“Terbayarkan banget,” katanya.
Meski menang, pertandingan itu tetap meninggalkan pekerjaan rumah. Menurut Latifa, penyelesaian akhir masih harus diperbaiki. Finishing menjadi salah satu bagian yang perlu mereka benahi sebelum pertandingan berikutnya.
Baca juga: Sempat Terpuruk, Putri Unsur Bangkit dan Segel Kemenangan
Selain itu, komposisi pemain juga membuat komunikasi menjadi semakin penting. Berlian melihat kondisi tersebut sebagai alasan untuk semakin menjaga kebersamaan.
Baginya, setiap pemain memiliki peran untuk saling mengingatkan ketika ada sesuatu yang kurang.
“Menurut aku arti perjuangan itu kebersamaan juga. Jadi kalau kita misalnya ada yang kurang itu sama saling-saling mengingatkan, saling mendukung, saling support gitu. Jadi enggak saling menyalahkan,” tutur Berlian.
Kebiasaan itu ternyata tidak hanya muncul ketika pertandingan berlangsung. Ia sudah dimulai dari hal-hal kecil yang mereka lakukan bersama. Dari latihan, jogging, hingga membuat tahu kocek.
Karena di dalam basket, satu pemain tidak bisa bekerja sendirian.
“Nah, kita kan tim nih, jadi kita butuh kebersamaan. Mulai dari kita jualan, kita jogging bareng, itu kan butuh kebersamaan kita, butuh chemistry kita. Apalagi kalau komunikasinya kurang itu bakal kerasa banget,” kata Latifa.
Pada akhirnya, tahu kocek yang mereka buat bukan hanya soal makanan yang dijual untuk menambah dana.
Baca juga: Hampir Batal Tampil di DBL Karena Kecelakaan, Damar Justru Cetak Dua Digit Poin
Ada proses di belakangnya.
Ada pemain yang membeli bahan. Ada yang memotong tahu. Ada yang membuat adonan. Ada yang menyiapkan sambal. Semua mengambil bagian agar satu pekerjaan bisa selesai.
Dan ketika mereka kembali ke lapangan, kebiasaan itu ikut terbawa. Saling mengingatkan, saling mendukung, saling menjaga komunikasi. Putri Smansajoe akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 27-9.
Setelah sebelumnya berusaha menutup kebutuhan tim lewat jualan, mereka mendapatkan hasil lain di DBL Arena sebuah kemenangan yang terasa seperti hasil dari pekerjaan yang dilakukan bersama-sama.
Dari tahu kocek hingga lapangan basket, mereka sedang belajar hal yang sama tidak harus melakukan semuanya sendiri untuk bisa menang bersama.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Cetak Poin Krusial & Capai Target, Edward William Menari-nari di DBL Arena
Hasil akhir pertandingan ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Profil SMAN 1 Jombang bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).