SMAN 1 Gresik mengamankan kemenangan 45-12 atas SMA Dr. Sutomo pada laga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di balik kemenangan tersebut, Muhammad Raditya Putra Schu membawa cerita tentang perubahan cara bermainnya setelah belajar dari kesalahan musim lalu.
Pemain nomor punggung 3 itu ikut menjadi bagian dari permainan SMAN 1 Gresik. Schu mencatat 12 point, 3 rebound, dan 3 assist pada pertandingan tersebut.
Namun, angka-angka itu bukan satu-satunya hal yang menunjukkan perkembangannya. Schu merasa dirinya kini lebih berani mengambil keputusan dibandingkan ketika tampil di DBL musim lalu.
“Dbl tahun kemarin saya ga seberapa jago seperti tahun sekarang, contohnya kaya bawa bola sendiri, terus finishing sendiri, nervous,” ujar Schu.
Baca juga: Mimpi Asta dan Tahun Terakhirnya di DBL East Java-North 2026
Musim lalu, pengalaman di DBL justru memberinya banyak pelajaran. Kesalahan saat membawa bola maupun menyelesaikan serangan menjadi bahan yang ia evaluasi setelah pertandingan.
Ia kemudian mencoba memperbaikinya melalui latihan yang lebih serius. Tidak hanya mengasah kemampuan individu, Schu juga berusaha membangun chemistry bersama rekan setim.
“Dari dbl tahun kemarin saya masih banyak melakukan kesalahan, dari situ aku bisa belajar dari kesalahan, supaya skill individual atau chemistry team lebih connect, terus latihan yang giat, fisik, penguatan, banyak banyak sparing sama sekolah lain,” tuturnya.
Persiapan itu tidak hanya dilakukan bersama tim. Schu juga memiliki latihan tambahan yang ia lakukan sendiri. Jogging dan penguatan badan menjadi bagian dari rutinitasnya untuk menjaga kondisi fisik.
Dalam satu minggu, ia bisa melakukan latihan tambahan sekitar empat kali. Sementara bersama tim, latihan dan sparing dengan sekolah lain menjadi ruang untuk menguji hasil latihan.
Baca juga: Comeback dari Cedera ACL, Amel Terima Dukungan Penuh dari Orangtua!
Ada hal lain yang ikut membuat musim ini terasa berbeda.
Komposisi tim SMAN 1 Gresik mengalami perubahan. Dua pemain kelas 10 bergabung, sementara beberapa pemain yang musim lalu belum mengikuti DBL juga masuk ke dalam tim.

Muhammad Raditya Putra Schu (nomor punggung 3) dari SMAN 1 Gresik menggiring bola saat menghadapi SMA Dr. Sutomo di DBL Arena Surabaya.
Chemistry pun harus dibangun kembali.
Bagi Schu, proses tersebut tidak terjadi dalam satu atau dua latihan. Mereka mulai memahami kebiasaan satu sama lain lewat latihan dan pertandingan bersama.
Di lapangan, komunikasi menjadi salah satu cara mereka menjaga permainan tetap terarah. Bahkan, mereka menggunakan kode tertentu ketika ingin menjalankan sebuah pola.
Salah satunya ketika melakukan trap di area corner. Saat pemain lawan membawa bola menuju sudut lapangan, dua pemain akan langsung menutup ruang geraknya.
“Kalau seumpama yang bawa bola dribble ke corner langsung trap dua orang gini,” jelasnya.
Kerja sama seperti itu membuat Schu semakin terbiasa melihat permainan secara keseluruhan. Ketika menerima bola, ia tidak selalu terburu-buru mencari jalan untuk mencetak angka.
Ia lebih dulu melihat posisi rekan setim.
“Biasanya lihat teman dulu kalau teman ada ke bawah passing teman kalau enggak ada lewat sendiri,” katanya.
Baca juga: Sempat Terpuruk, Putri Unsur Bangkit dan Segel Kemenangan
Kebiasaan tersebut juga berkaitan dengan arahan yang diberikan pelatih. Schu mengingat satu pesan sederhana yang terus ia pegang ketika berada di lapangan jika bisa melewati lawan sendiri, lakukan. Jika tidak, cari rekan untuk mengalirkan bola.
Cara bermain seperti itu membuat kontribusinya tidak berhenti pada mencetak angka. 3 assist yang ia catat juga menjadi bagian dari bagaimana Schu mulai lebih percaya pada rekan setimnya.
Perubahan tersebut terasa cukup jauh jika dibandingkan dengan musim lalu. Dulu, rasa gugup masih sering muncul ketika ia berada di situasi pertandingan. Kini, pengalaman dari pertandingan sebelumnya membuatnya punya bekal untuk menghadapi tekanan yang sama.
Basket sendiri sudah menjadi bagian dari hidup Schu sejak kelas 6 SD. Sebelum menekuni basket, ia sempat bermain sepak bola. Namun, setelah berpindah olahraga, ia terus bertahan di basket hingga sekarang.
Ketika ditanya apa yang ia lakukan selain basket, jawabannya justru sederhana.
“Basket, basket, basket, basket,” ucapnya.
Di balik perkembangan itu, ada pula dukungan yang selalu ia bawa sebelum pertandingan. Schu menyebut orang tua dan neneknya selalu memberikan doa.
Pesan yang ia terima sebelum bertanding pun sederhana bermain dengan baik, tetap fokus, dan berharap pertandingan berjalan lancar.
Hal-hal kecil tersebut menjadi bagian dari perjalanan Schu sampai kembali berdiri di lapangan DBL musim ini.
Baca juga: Hampir Batal Tampil di DBL Karena Kecelakaan, Damar Justru Cetak Dua Digit Poin
Ia datang bukan sebagai pemain yang sama seperti musim lalu. Ada pengalaman yang sudah dilewati, ada kesalahan yang sudah dipelajari, dan ada rekan-rekan baru yang kini harus ia ajak membangun permainan bersama.
Pertandingan melawan SMA Dr. Sutomo menjadi salah satu bukti kecil dari proses itu.
Schu tidak hanya mencatat 12 poin. Ia mulai lebih berani mengambil keputusan, lebih terbiasa melihat posisi rekan, dan lebih memahami bahwa permainan tidak harus selalu diselesaikan dengan bola berada di tangannya.
Musim lalu meninggalkan kesalahan.
Musim ini, Schu membawanya kembali ke lapangan sebagai bekal untuk bermain lebih berani.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Muhammad Raditya Putra Schu bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 1 Gresik vs SMA Dr. Sutomo bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).