Sudah 27 tahun berkecimpung di dunia kepelatihan basket tak lantas membuat Ronald Reagen Jalmav dengan mudah melatih darah dagingnya sendiri. 

Selama bertahun-tahun, ikatan batin kuat antara ayah dan anak justru membuatnya ragu untuk berada di pinggir lapangan sebagai juru taktik bagi sang putri, Cinta Felicia Jalmav. Namun, panggung Junior DBL 2026 Malang memecahkan kebuntuan tersebut. 

Di balik penunjukan Ronald sebagai kepala pelatih SMP Santa Maria 02 khusus untuk ajang Junior DBL, hadir momen langka yang belum pernah terjadi sepanjang kariernya, yakni melatih sang buah hati secara langsung dan mengikuti kompetisi resmi berskala besar.

"Jujur, saya sangat berterima kasih kepada Junior DBL. Event ini bikin saya akhirnya bisa melatih anak saya sendiri di lapangan," ungkap Ronald, haru.

Perjalanan Cinta di dunia basket sendiri murni lahir dari ketertarikannya sejak duduk di bangku kelas V SD, atau sekitar empat tahun lalu. Padahal, sejak awal Ronald tidak pernah menuntut anaknya untuk mengikuti jejak sang ayah.

"Saya sebenarnya kaget saat dia memutuskan mau bermain basket. Dari dulu saya berkecimpung di basket, tapi karena anak saya perempuan, saya tidak pernah memaksakan,” celetuk Ronald.

“Dulu setiap saya melatih atau nonton final DBL bersama teman-teman pelatih di Malang, saya memang ajak dia. Tapi ya cuma melihat saja dari trubun, biar tahu dan menikmati 'oh begini toh basket'," kenang Ronald.

Baca Juga: Usai Menang Dramatis, Adam Rizky Jadikan Junior DBL Sebagai Jalan Bertemu Idola

Ketertarikan Cinta justru muncul secara mandiri saat ia mulai mencoba bermain di sekolahnya. "Suatu hari dia datang dan ngomong ke saya, 'Pak, saya mau basket.' Ya sudah, dari situ dia mulai mencoba karena penasaran," lanjutnya.


Cinta Jalmav (jersei terang) berusaha menembus lini pertahanan SMA PJ Global School Malang

Ronald, yang sehari-hari menjadi kepala pelatih di salah satu sekolah internasional di Malang sejak 2013, sengaja tak pernah memaksakan kehendak maupun memberi beban berlebih di rumah. 

"Saya tidak mau menekankan dia lebih jauh. Nanti dia pikir karena anaknya pelatih, harus selalu bagus dan perfect. Padahal kan semua ada prosesnya," tegas Ronald.

Ia bahkan memilih menitipkan Cinta ke pelatih-pelatih koleganya di Malang agar sang anak berkembang tanpa beban nama besar ayahnya.

"Melatih anak sendiri itu hal terberat bagi seorang pelatih. Saya takut batinnya tertekan atau dianggap anak emas. Saya juga tidak pernah melarang kalau misal dia mau berhenti, takut kalau dipaksa malah mati gairahnya. Kalau di luar pertandingan kami pure ayah dan anak, tapi kalau di lapangan saya tetap bertindak profesional sebagai pelatih," jelas Ronald.

Baca Juga: Usai Menang Dramatis, Adam Rizky Jadikan Junior DBL Sebagai Jalan Bertemu Idola

Pendekatan tersebut terbukti ampuh. Cinta tumbuh menjadi pemain yang mandiri dan punya karakternya sendiri di lapangan.

Menariknya, pertemuan ayah dan anak dalam satu tim ini justru berawal dari Cinta lebih dulu menimba ilmu di SMP Santa Maria 02.

"Malah anak saya duluan yang masuk sekolah ini. Kemudian karena ada Junior DBL, pihak sekolah ingin ikut. Daripada bingung mencari pelatih baru, sekolah akhirnya menunjuk saya. Puji Tuhan, Junior DBL pertama Kota Malang dan di sinilah pertama kali saya melatih bareng anak sendiri. Terima kasih JRBL," kelakarnya.


Ronald Jalmav saat memberikan arahan kepada anak didiknya

Momen perdana kebersamaan ayah dan anak ini langsung berbuah manis pada laga pembuka Junior DBL 2026 Malang. 

Memimpin skuad putri SMP Santa Maria 02 berhadapan dengan SMP PJ Global School Malang, tim besutan Ronald sukses mengamankan kemenangan ketat dengan skor akhir 24-20, dan beranjak ke babak perempat final.

Cinta tampil begitu dominan dan menjadi salah satu tulang punggung tim lewat sumbangan 8 poin, 5 steal, dan 4 rebound. 

Menariknya, di balik ketenangannya memoles performa sang anak, Ronald tetap menanamkan ilmu ilmu padi kepada Cinta.

"Saya selalu ingatkan ke Cinta, di atas angin masih ada langit. Papanya cuma bertugas mengantarkan dan mendukung, selebihnya dia yang berjuang," tutur pelatih senior tersebut.

Baca Juga: Berikut Hasil Drawing Junior DBL 2026 Malang

Kebersamaan ini terasa kian emosional karena sifatnya yang sementara. Setelah ajang Junior DBL usai, Ronald akan kembali fokus mengabdi di tim lamanya kembali. Artinya, masa berlakunya melatih Cinta di satu tim akan segera berakhir seiring selesainya kompetisi ini.

Bagi Ronald, masa-masa singkat berangkat dan berjuang bersama Cinta dari bangku cadangan Junior DBL adalah kado terindah dalam perjalanan panjangnya sebagai pelatih.

"Junior DBL ini biar menjadi jalannya Cinta. Saya berharap nanti saat SMA dia bisa melangkah lebih jauh sampai panggung utama DBL. Tugas saya sebagai ayah hanya terus mendukung dan mengantarkannya meraih mimpi," pungkas Ronald.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Dari Monolog ke Tari Modern, Darah Seni Mendarah Daging Bersama Janitra Astadewi
Hasil DBL West Jakarta: Laga Reuni Dipastikan Menghiasi Final Party!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Madiun, Rabu 26 Agustus 2026
Dedikasi 31 Tahun Coach Tatok untuk Basket & Bawa Smarihasta Solid ke Playoffs
Perjalanan Krisna Alfajari Menjadi Student Athlete DBL Sekaligus Kangmas Nganjuk