Suara Songomania (kelompok suporter SMAN 9 Surabaya) menggema dari tribun DBL Arena Surabaya saat SMAN 9 Surabaya (Sembilan) menghadapi SMAN 18 Surabaya (Wolulas) di laga kelima Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Selasa, 25 Agustus 2026. Di tengah barisan suporter, sosok serigala terlihat berdiri di antara tengkorak yang memenuhi tribun.

Tulisan "The Hunt Never Ends" ikut muncul dalam koreografi tersebut. Songomania membawa tema itu untuk menggambarkan semangat mereka yang terus berburu dan tidak berhenti berjuang.

Namun, cerita di balik koreografi tersebut tidak dimulai dari serigala atau tengkorak. Ada perjalanan Songomania yang ingin mereka bawa ke tribun.

Bandung Ahmad Habibulloh, koordinator Songomania, bercerita bahwa kelompok suporter SMAN 9 Surabaya pernah berada di posisi berbeda dari kelompok suporter sekolah lain. Mereka memilih berdiri dengan cara sendiri dan tidak mengikuti kelompok lain.

"Dulu kita itu suporter SMAN 9 Surabaya yang dijauhi sama sekolah-sekolah lain. Karena kita berdiri sendiri," ujar Bandung.

Baca juga: Kembali Meriahkan Opening Party, Songomania Tampil Berani!

Pilihan tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas Songomania. Mereka tidak ingin menjadikan perbedaan itu sebagai alasan untuk mundur.

Sebaliknya, DBL menjadi tempat bagi mereka untuk menunjukkan bahwa Songomania tetap bisa berdiri dengan caranya sendiri.

"Makanya di ajang DBL ini ajang kita untuk menunjukkan taring kita," jelas Bandung.

Dari situlah sosok serigala dipilih. Hewan tersebut digambarkan sebagai pemburu yang terus mencari mangsa.

The Hunt Never Ends.

Kalimat itu menjadi inti dari koreografi Songomania kali ini. Mereka ingin menunjukkan semangat untuk terus bergerak dan berjuang tanpa berhenti.

Songomania menampilkan "The Hunt Never Ends" dan visual tengkorak di tribun DBL Arena Surabaya saat mengawal SMAN 9 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. 

"Bahwasanya kita mencari mangsa tanpa berhenti. Kita terus berburu. Artinya kita terus berjuang walau akhir menjemput sampai mati," tutur Bandung.

Pesan tersebut masih berkaitan dengan koreografi Songomania di pertandingan sebelumnya. Saat itu, mereka membawa tema "Tegakkan Pendirian".

Jika sebelumnya mereka mengajak untuk tetap tegak ketika menghadapi tekanan, kali ini semangat tersebut diteruskan dengan keberanian untuk terus melangkah.

"Bahwasanya kita itu berjuang, jangan sampai menyerah. Kita terus walaupun ada tekanan apa pun, ada pressure apa pun itu kita tetap tegak berdiri dan sampai mati berjuang," kata Bandung.

Baca juga: Dari Luka hingga Kenangan, Cara Ultras Stemda Menutup Perjalanan di DBL

Di sisi lain, tengkorak yang mengelilingi serigala membawa pesan tersendiri. Bagi Songomania, tengkorak merupakan gambaran kematian.

Makna itu kemudian mereka kaitkan dengan prinsip yang mereka pegang selama menjadi bagian dari kelompok suporter.

"Hidup semati untuk Songomania," ujar Bandung.

Cerita yang sama berlanjut lewat papermob. Saat kertas-kertas di tribun diangkat, muncul dua tulisan yang melengkapi koreografi utama, yakni "Born to Die" dan "The Undead".

"Born to Die" menjadi tulisan yang muncul di salah satu bagian papermob, sementara The Undead hadir di bagian lainnya. Keduanya masih membawa nuansa yang sama dengan visual tengkorak dan pesan The Hunt Never Ends.

Untuk menyiapkannya, Songomania membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua pekan. Mereka melakukan sosialisasi dari kelas ke kelas agar setiap suporter mengetahui bagian kertas yang harus diangkat.

Saat berada di tribun, pembagian dilakukan berdasarkan baris. Cara itu membuat setiap kertas berada di posisi yang sudah ditentukan sehingga tulisan dapat terbentuk dengan rapi ketika diangkat bersama-sama.

“Hambatannya tuh waktu membuat tulisannya karena harus teliti. Jika tidak teliti ada yang menceng atau gimana gitu, sama penjepretannya,” ungkap Bandung.

Songomania juga tidak memulai koreografi dengan menentukan gambar. Mereka mencari makna terlebih dahulu sebelum menentukan visual yang akan digunakan.

"Untuk referensi sih kita ngambil dari maknanya dulu. Jadi kita mencari sebuah koreo itu kita cari maknanya terlebih dahulu. Nah, setelah kita mencari makna baru kita bikin koreo tersebut," jelas Bandung.

Baca juga: Usai Membelah Laut, Twyster Bawa Musa Rayakan Kemenangan Twenty

Dari makna itu, serigala, tengkorak, dan papermob akhirnya bertemu di satu tribun. Semua menjadi bagian dari cerita yang ingin disampaikan Songomania kepada tim dan lawan mereka.

Songomania mengangkat papermob saat mendukung SMAN 9 Surabaya menghadapi SMAN 18 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya. 

Setelah koreografi terbentang, dukungan mereka kembali diberikan kepada tim basket SMAN 9 Surabaya. Bandung berharap para pemain tetap menjaga semangat sampai pertandingan berakhir.

"Aku harap tim basket Songo selanjutnya jangan goyah, jangan menyerah. Kami selalu ada di belakangmu," pesannya.

Marvellino Julian Malik, koordinator Songomania lainnya, membawa pesan yang sedikit lebih jauh. Ia ingin para pemain tidak hanya tampil penuh semangat, tetapi juga tetap rendah hati dalam mengejar kemenangan.

"Saya tetap semangat, tetap humble, terus menangin. Bangun kejayaan dan menangkan lagi seperti tahun 2012," ujar Marvel.

Tahun 2012 menjadi salah satu catatan yang ingin mereka ulang. Kini, generasi Songomania ingin membawa kembali semangat tersebut bersama tim basket SMAN 9 Surabaya.

Baca juga: Berhasil Tegaskan Arah, TRZY MANIA Hapus Keraguan!

Dari tribun, serigala masih berdiri di antara tengkorak. Pesannya sederhana, tetapi tegas.

Songomania pernah memilih berdiri dengan identitas sendiri. Kini mereka datang dengan keberanian yang sama untuk berburu.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil SMAN 9 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Saat Pelatih Timnas, Andrie Ekayana Jadi ‘Ayah Biasa’ untuk Aldan Ekayana
Hasil DBL East Java-South: Kosayu, Bhawikarsu, dan Smaga Amankan Juara Grup!
Skenario DBL East Java-North: Thirteen dan Sixers Rebutan Tiket Round 2!
Para Penerima Penghargaan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Jakarta
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Madiun, Kamis 27 Agustus 2026