Tema Mesir Kuno kembali berlanjut di tribun Twyster, suporter SMAN 20 Surabaya. Setelah sebelumnya menghadirkan adegan Musa dan para pengikutnya membelah lautan, kali ini Twyster membawa kisah tersebut ke babak berikutnya yaitu merayakan kemenangan setelah berhasil melewati sebuah rintangan.
Konsep itu hadir dalam koreografi terbaru Twyster pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North pada hari Rabu, 26 Agustus 2026.
Di lapangan, tim putra Twenty, julukan SMAN 20 Surabaya, berhasil mengamankan kemenangan atas SMAN 1 Taman Sidoarjo. Twenty menutup pertandingan dengan skor 26-14.
Kemenangan tersebut terasa semakin selaras dengan cerita yang dibawa Twyster ke tribun. Jika pada koreografi sebelumnya lautan menjadi simbol rintangan besar yang harus dilewati, kali ini Twyster menggambarkan apa yang terjadi setelah rintangan itu berhasil ditaklukkan.
Tulisan “Waktunya Bangkit untuk Bersinar” menjadi pesan utama yang mereka hadirkan.
Baca juga: Lanjutkan Tema Mesir Kuno, Twyster Bawa Musa Membelah Laut ke Tribun
Nabil Khusthar, ketua Twyster, menjelaskan bahwa koreografi tersebut menggambarkan seseorang yang telah berhasil melewati rintangan, kemudian merayakan kejayaannya sebelum kembali bersiap menghadapi tantangan berikutnya.
“Makna koreo hari ini dari match ketiga yaitu seseorang yang telah berhasil mengatasi rintangan tersebut serta merayakan kejayaannya untuk menghadapi rintangan selanjutnya,” jelas Nabil.
Kisah tersebut kembali mereka hubungkan dengan perjalanan tim basket putra Twenty.
Bagi Twyster, kemenangan bukan menjadi akhir dari cerita. Setelah berhasil melewati satu rintangan, masih ada tantangan berikutnya yang menunggu. Karena itu, momen perayaan dalam koreografi mereka sekaligus menjadi gambaran tentang kesiapan Twenty untuk kembali melangkah.
Visual lain dalam koreografi juga masih membawa benang merah kisah Musa. Nabil menjelaskan, bagian tersebut menggambarkan para pengikut Musa yang merayakan kemenangan setelah berhasil melawan Firaun.
Sementara itu, kalimat “Waktunya Bangkit untuk Bersinar” menjadi penanda bahwa cerita telah memasuki fase baru.
Fachry Darmawan, capo Twyster, menyebut pemilihan kalimat tersebut tidak lepas dari makna perjuangan yang mereka angkat.
Setelah berhasil mengatasi rintangan, seseorang tidak bisa berhenti begitu saja. Ada kemenangan yang bisa dirayakan, tetapi ada pula strategi baru yang harus dipersiapkan untuk menghadapi rintangan selanjutnya.
Baca juga: Musa, Padang Pasir, dan Unta 4D Twyster Kawal Kemenangan Twenty
Menariknya, seluruh cerita tersebut harus diwujudkan Twyster dalam waktu yang cukup singkat.
Bintang Samudra, capo Twyster lainnya, mengatakan persiapan koreografi kali ini hanya memakan waktu sekitar tiga hari. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya membantu mereka dalam mengerjakan koreografi dalam waktu terbatas.
“Untuk koreo utamanya tiga hari,” ujar Bintang.
Meski sudah terbiasa membuat koreografi, Twyster tetap menemukan tantangan baru. Tahun ini, mereka mulai menggunakan konsep grafiti sebagai bagian dari visual. Tulisan “Waktunya Bangkit untuk Bersinar” dibuat dengan font bergaya grafiti yang menjadi salah satu pembeda dari koreografi mereka sebelumnya.
“Menurut saya, dari grafitinya. Soalnya kita baru pakai tema grafiti tahun ini,” kata Bintang.
Bagi Nabil, pemilihan gaya tersebut sengaja dilakukan agar koreografi tetap sesuai dengan tema yang mereka bangun sekaligus menarik perhatian massa.
“Menarik sih itu seperti tema buat tahun ini. Kita menyesuaikan tema kita dengan grafiti-grafiti. Makanya kita pakai itu biar menarik massa juga,” tuturnya.
Upaya mencuri perhatian dari tribun itu juga didukung oleh sekitar 300 massa yang hadir pada laga tersebut. Twyster bahkan sengaja membawa konsep negative effect yang menurut Bintang belum digunakan sekolah lain pada musim ini.
“Kita mengambil itu biar kita tersorot,” ujarnya.
Di balik satu koreografi, Twyster sebenarnya sedang menyusun cerita yang lebih panjang.
Kisah Musa menjadi benang merah yang mereka bawa dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Dari padang pasir, kemudian Musa dan para pengikutnya membelah lautan, hingga kini mereka tiba pada momen setelah berhasil melewati rintangan.
Namun, perjalanan itu belum berakhir.
Twyster sudah memiliki konsep untuk koreografi berikutnya. Proses pengerjaannya memang belum dimulai, tetapi gagasannya sudah disiapkan. Ketika ditanya apakah akan ada sesuatu yang baru, Nabil hanya memberikan jawaban singkat.
“Surprise dong.”
Baca juga: Berhasil Tegaskan Arah, TRZY MANIA Hapus Keraguan!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)