Tema besar “100% Indonesia” yang diangkat di AQUA DBL Dance 2026-2027 tidak pernah gagal untuk menghasilkan ide-ide kreatif.
Makna dari tema tersebut sangat beragam. Seluruh peserta ditantang untuk mengeksplorasi banyaknya kebudayaan dan karakteristik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Ada yang mengangkat zaman tradisional, ada juga yang membawakan konsep pop culture di era modern. Semuanya dikemas dalam koreografi dan penampilan yang apik oleh seluruh tim dance.
Tim dance SMKN 3 Surabaya, Sanflies Dance Crew, memilih untuk membawakan dua budaya Indonesia secara bersamaan. “Karena tahun ini DBL Dance temanya ‘100% Indonesia’, jadi kita menggabungkan budaya Jawa dan Sunda,” sebut Naira Nurlaili Utami, salah satu anggota Sanflies Dance Crew.
Baca juga: 14 Tahun Vakum Melatih, Meliyana Soedjono Bangga Santa Agnes Tampil di DBL Arena
Representasi budaya Sunda dapat terlihat dalam beberapa aspek dalam penampilan mereka. Seluruh anggota Sanflies Dance Crew terlihat membawa Angklung, alat musik khas Sunda.
Alat musik tersebut konsisten mereka gunakan sebagai properti mereka di bagian-bagian awal koreografi. Selain itu, terdapat pula gambar Angklung di background yang mereka pakai sepanjang penampilan.
Penampilan tim dance SMKN 3 Surabaya di AQUA DBL Dance 2026 East Java-North
Sanflies Dance Crew juga mengenakan kain batik khas Jawa bernuansa biru dan hijau gelap. “Kalo Sunda kita fokus dance-nya, kalau Jawa lebih ke kostumnya,” ujar Nera, sapaan akrab Naira.
Tidak berhenti sampai situ, Sanflies Dance Crew juga mengangkat budaya Sunda melalui lagu yang mereka pilih. Mereka menggunakan lagu Manuk Dadali menjelang akhir penampilan.
Semua itu merupakan upaya mereka untuk menunjukkan keindahan dan keberagaman budaya yang ada di Tanah Air, khususnya di pulau Jawa.
Baca juga: “Wanted” One Piece Jadi Pilihan Smamda Holic di Laga Terakhir Smamda
“Karena Pulau Jawa kan luas dan banyak tradisi yang unik kayak Angklung. Gak semua orang bisa main Angklung. Jadi kita juga mau membawa tema ini agar kita bisa belajar tentang budaya ini,” tutur Nera.
Warna biru yang ditonjolkan dalam kostum Sanflies Dance Crew juga memiliki makna lain. Mereka ingin memberi pesan bahwa warna tersebut identik dengan ademnya AQUA.
Kemudian, warna perak juga digunakan untuk menciptakan perpaduan warna yang cantik. “Kalau warna selain silver (perak) menurut kita kurang masuk,” jelas Nera.
Perihal koreografi, Sanflies Dance Crew mencari inspirasi dari media sosial. Mereka mempelajari banyak gerakan yang menurut mereka cocok dengan kumpulan lagu yang digunakan.
“Ada pelatih yang membantu kita juga. Jadi kita tidak sendirian,” tegas Nera.
Baca juga: Larangan Tak Menghentikan Langkah Freno Mengejar Mimpi
Untuk menguasai koreografi dan konsep yang dibawa, Sanflies Dance Crew telah giat melakoni banyak sesi latihan selama 3 bulan terakhir.
Jauh sebelum tema besar “100% Indonesia” diumumkan, mereka telah berjuang untuk membangun kerja sama dan kedekatan antaranggota tim.
Dalam penampilan yang terbilang singkat, Sanflies Dance Crew berhasil menunjukkan keberagaman budaya Indonesia melalui seluruh visual dan audio yang mereka pamerkan.
Terima kasih karena telah mengeksplorasi budaya Jawa dan Sunda di AQUA DBL Dance 2026 East Java-North!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Berdiri dengan Identitas Sendiri, Kini Songomania Datang untuk Berburu