Tiga tengkorak berdiri di bagian depan koreografi Rolas Fighters ketika mengawal SMAN 12 Surabaya (Smandalas) menghadapi SMA Muhammadiyah 3 Surabaya (Smamga) pada game ketiga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Jumat, 28 Agustus 2026. Mengusung tema DeadSquad, koreografi tersebut membawa cerita tentang harapan yang sempat padam dan ambisi untuk bangkit kembali.

Visual bernuansa gelap itu tidak dibuat sekadar untuk memenuhi tribun. Di balik tengkorak, empat sosok pemain, serta sejumlah elemen lain, Rolas Fighters menyisipkan cerita tentang perjalanan mereka dalam beberapa musim terakhir.

Rafi Prayoga, yang biasa dipanggil Rafi, koordinator Rolas Fighters, menjelaskan bahwa konsep DeadSquad terinspirasi dari band serta unsur fantasi. Tema tersebut kemudian mereka kembangkan menjadi gambaran manusia yang bangkit dari masa kelamnya.

“Jadi di sini kami pengin membawa ambisi. Di koreo 3D di depan ada tiga tengkorak. Itu melambangkan sebuah harapan yang sudah dimatikan karena kita terus-terusan kalah,” jelas Rafi.

Baca juga: Dvampir Bawa Pesan dari Kegelapan, Rolas Fighters Kawal Putra Rolas

Tiga tengkorak itu menjadi gambaran perjalanan Rolas Fighters yang belum mendapatkan hasil maksimal seperti yang mereka harapkan. Dari situ, muncul keinginan untuk membawa kembali ambisi tersebut melalui dukungan di tribun.

“Ibaratnya kayak zombie, kita bangkit membawa ambisi itu untuk mendukung basket Rolas,” lanjutnya.

Cerita tersebut kemudian diteruskan melalui susunan karakter di dalam koreografi. Tiga sosok pada bagian tengah menjadi pusat cerita, sementara dua karakter di sisi lainnya digambarkan sebagai bagian dari pasukan.

“Yang di tengah ini pemimpinnya. Terus yang dua ini asistennya, dan yang kanan kiri itu ibaratnya pasukannya,” tutur Rafi.

Tidak hanya karakter tiga dimensi, bagian kanan dan kiri koreografi juga dilengkapi logo berbentuk kepala tengkorak. Elemen tersebut menggambarkan pasukan yang membawa ambisi besar untuk terus mendukung Smandalas.

Konsep tersebut tidak lahir dari satu kepala saja. Rafi dan Rangga bersama anggota Rolas Fighters lainnya mengumpulkan berbagai ide sebelum menyatukannya menjadi satu koreografi.

Baca juga: Dari Manusia hingga Falcon, Kisah Dewa Horus di Tribun Rolasfighters

Rolas Fighters memberikan dukungan dari tribun saat mendukung SMAN 12 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

“Sebenarnya ada dari saya sendiri sama arek-arek. Kita cuma, semua anak-anak Rolas Fighters kita kenahi mana yang kurang bagus, mana yang bagus. Kita satukan jadi satu,” ujar Rafi.

Proses pengerjaannya berlangsung sekitar lima hari. Waktu yang terbatas membuat mereka harus membagi pekerjaan agar seluruh bagian koreografi dapat selesai sesuai target.

“Pendapat-pendapat, saran-saran dari anak-anak kita kumpulkan jadi satu. Karena di sini kita benar-benar membawa ambisi besar,” imbuhnya.

Ambisi itu pula yang mereka bawa sepanjang pertandingan. Rolas Fighters berharap dukungan dari tribun dapat mengantarkan Smandalas meraih kemenangan. Namun, hasil pertandingan akhirnya tidak berjalan seperti yang mereka impikan.

Baca juga: Owl Team Isi Boneka Momo dengan Rumput, Bawa Filosofi Ilmu Padi

Meski begitu, kekalahan bukan alasan bagi Rolas Fighters untuk berhenti memberikan dukungan. Bagi mereka, tugas sebagai suporter tetap berjalan, sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan dorongan kepada para pemain.

“Kalau untuk anak Rolas Fighters tentunya terus berjuang. Untuk anak basket kita harus ngasih motivasi, kritik sedikit untuk membangkitkan ambisinya, buat balikin usaha-usaha ataupun skill yang bisa ngebangkitin mereka,” kata Rafi.

Hal serupa disampaikan Dwi Rangga Heninda Putra, yang biasa dipanggil Rangga, capo Rolas Fighters. Bagi mereka, koreografi DeadSquad bukan hanya tentang meramaikan tribun, tetapi juga menyimpan pesan yang ingin disampaikan kepada tim basket Smandalas.

Rolas Fighters bersama tim basket dan tim dance SMAN 12 Surabaya berada di lapangan setelah pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

“Ya mungkin kita ngebikin koreo DeadSquad tersebut itu bukan hanya untuk meramaikan tribun, tapi yang pasti di baliknya seperti yang dikatakan Rafi, pasti dibaliknya ada makna yang mendalam,” ujar Rangga.

Baca juga: Wall of Ones Kembali, Ones Mania Hidupkan Kultur Balinese

Musim ini juga terasa berbeda bagi Rafi dan Rangga. Keduanya sudah duduk di kelas 12, sehingga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North menjadi salah satu panggung terakhir mereka untuk mendukung Smandalas dari tribun sebagai pelajar.

Harapan mereka sederhana. Sebelum benar-benar meninggalkan bangku sekolah, mereka ingin melihat tim basket Rolas mendapatkan kemenangan di panggung DBL. Sayangnya, hasil kali ini masih belum berpihak kepada mereka.

“Dari kami anak-anak Rolas Fighters berharap banget tim basket Rolas di DBL tahun 2026 ini bisa memenangkan laga untuk pertama kalinya. Tapi memang hasilnya berkata lain, hasilnya jauh dari harapan,” tutur Rangga.

Meski demikian, perjalanan mereka sebagai Rolas Fighters belum selesai. Pesan untuk tim basket pun tetap sama terus menambah usaha, menjaga semangat, dan membuktikan perkembangan mereka pada musim berikutnya.

“Cuma ingin ditambah terus usahanya, ditambah terus semangatnya. Karena anak-anak Rolas Fighters enggak main-main untuk mendukung tim basket Rolas. Tunjukkan di DBL tahun depan,” pungkas Rangga.

Bagi Rolas Fighters, DeadSquad akhirnya bukan sekadar gambaran tentang tiga tengkorak atau pasukan yang memenuhi tribun. Koreografi itu menjadi cermin perjalanan mereka sendiri pernah melihat harapan yang seolah padam, tetapi memilih untuk tetap bangkit dan berdiri di belakang tim yang mereka dukung.

Baca juga: Spartans Sulap Doflamingo Jadi Oranye di DBL Arena!

Di balik perjalanan tersebut, Rangga juga menyampaikan apresiasi untuk Honda DBL yang menurutnya telah memberikan ruang besar bagi para suporter untuk berkarya. Baginya, panggung DBL bukan hanya tempat pertandingan basket berlangsung, tetapi juga kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas mereka melalui dukungan di tribun.

“Untuk DBL sendiri terima kasih banyak udah bikin laga yang seru, yang asik, yang gila, keren-keren semua. Makasih juga udah nyiapin laga yang ngebuat anak-anak remaja yang bisa basket itu bisa mencari jati diri, jadi diri mereka sendiri, bisa mengembangkan skill dari hobi mereka,” ujar Rangga.

Menurutnya, kesempatan tersebut juga dirasakan oleh para suporter. Tribun menjadi ruang untuk menuangkan ide, membuat koreografi, dan menunjukkan karya yang mereka persiapkan bersama.

“DBL mungkin ngasih panggung yang besar buat seluruh suporter di Surabaya, bahkan di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Bagi Rafi dan Rangga, musim ini mungkin menjadi salah satu dukungan terakhir mereka sebagai siswa kelas 12. Namun, semangat yang mereka bawa melalui Dead Squad diharapkan tidak berhenti bersama mereka.

Harapan mereka kini sederhana semoga tim basket Rolas bisa mendapatkan panggung yang lebih besar pada musim berikutnya, sementara kreativitas Rolas Fighters terus hidup di tribun.

Baca juga: AREMU Bawa Semangat Ippo Makunouchi ke DBL Arena

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil SMAN 12 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Tak Memenuhi Syarat Regulasi, SMAN 1 Blitar Menang WO Atas SMA Al-Izzah Batu
Hasil DBL East Java-South: Sweet Sixteen Tuntas, Kursi Big Eight Terisi Penuh!
Berikut Daftar Tim yang Bakal Bertanding di DBL East Java-East 2026
Gavin Tangguh Menjalani Debutnya di DBL untuk Mendiang Sang Ayah
Smantaru Menang, Ahza Wynniar Dedikasikan untuk Sang Ayah