ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Rholasfighters persembahkan koreo Dewa Horus di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Dari sosok manusia berwarna biru hingga berubah menjadi falcon. Perjalanan Dewa Horus hadir dalam koreo Rolasfighters, suporter SMAN 12 Surabaya, di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Koreo itu bukan sekadar visual yang memenuhi tribun. Rolasfighters sengaja menghadirkan dua sisi untuk menceritakan perjalanan Horus dalam mendapatkan kembali kekuatannya.

Ketua Kreatif Rolasfighters, Rafi Prayoga, mengungkapkan konsep tersebut terinspirasi dari film Gods of Egypt. Kisah Horus yang dikhianati sang paman hingga berjuang mendapatkan kekuatan menjadi dasar koreo mereka.

Baca juga: Spider-Man Noir Jadi Pembuka Misi Smamda Brotherhood di DBL East Java-North

Sisi kiri berwarna biru menggambarkan Horus ketika masih berada dalam kondisi lemah setelah dikhianati. Sementara di sisi kanan, Horus tampil sebagai falcon yang menjadi simbol dirinya setelah mendapatkan kekuatan.

“Yang sebelah kiri warna biru itu hasil dari dia dikhianati dan lemah. Yang sebelah kanan, yang falcon, itu bentuk Dewa Horus yang sudah mendapatkan kekuatannya,” ujar Rafi.

Koreo bertema Dewa Mesir yakni Horus oleh Rholasfighters di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Lewat dua sisi tersebut, Rolasfighters ingin menyampaikan pesan tentang kesempatan untuk bangkit. Bagi Rafi, seseorang tetap bisa kembali berdiri meski pernah berada di titik terendah.

“Selemah-lemahnya kamu, seluka apa pun kamu, dan sejatuh apa pun kamu, kamu bakalan ada kesempatan untuk berjuang lagi dan bangkit lagi,” tuturnya.

Mewujudkan cerita tersebut ke tribun membutuhkan proses panjang. Rolasfighters mulai menggodok konsep sejak Januari dan menghabiskan sekitar tiga bulan untuk mematangkan desain hingga pengerjaan koreo.

Baca juga: TENTACLES Bawa Koreo 5D dan Penari Aslinya, Promosikan Ekskul Tari Tradisional

Total, sekitar tiga bulan mereka habiskan untuk menyiapkan koreo tersebut. Masing-masing anggota memiliki tugas, mulai dari mengurus tali, kain, hingga bagian-bagian lain yang dibutuhkan untuk membentuk koreo.

“Sekitar tiga bulan. Kita menyiapkan konsep yang benar-benar matang. Lalu nyari cara, nyari sistem-sistem gimana. Lalu akhirnya jadilah koreo kurang lebih tiga bulan,” tutur Rafi.

Bukan hanya soal menentukan gambar, Rolasfighters juga harus memikirkan bagaimana setiap bagian koreo dapat membentuk visual yang presisi ketika dibentangkan di tribun. Salah satu bagian yang paling sulit adalah menentukan sudut dan pola zigzag.

“Kita harus nyari gimana caranya sudut itu presisi seperti zigzag-nya. Itu sangat amat susah dan butuh waktu yang banyak dan tenaga yang ekstra,” katanya.

Hal serupa dirasakan Rangga. Sebagai capo Rolasfighters, ia ikut melihat bagaimana tim kreatif harus membangun konsep tersebut dari awal. Terlebih, mereka ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari koreo sebelumnya.

“Kalau susahnya sama, di sistem-sistem awal mencari dan membuat konsep. Itu benar-benar susah karena kita enggak ada koreo yang sama sebelumnya. Gambaran kita itu benar-benar mencari dari awal, dari titik nol,” kata Rangga.

Baca juga: Kebut Sejak Juli, Ultras Madness Siapkan Sonic untuk Kawal Putra Smatag

Keseriusan Rolasfighters terhadap konsep Mesir itu ternyata tidak berhenti pada koreo. Mereka juga menyiapkan tampilan baru untuk maskot Argali agar ikut menyatu dengan cerita yang dibawa ke tribun.

Jika sebelumnya Argali hanya mengenakan jersey, kali ini Rolasfighters membuat kostum khusus bertema Mesir. Pengerjaannya kembali melibatkan tim kreatif dan dibantu anggota koreo perempuan.

Rafi menyebut perubahan tersebut merupakan bentuk inovasi. Ia ingin tampilan maskot Rolasfighters tidak selalu sama dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

“Karena sebelumnya kita cuma pakai jersey Argali, pakai dress code kelas. Itu cukup benar-benar baju umum. Jadi dari kita pengin mempunyai inovasi baru untuk maskot dan untuk pandangan sendiri supaya enggak itu-itu saja dan enggak boring,” jelasnya.

Baca juga: Kebut Lima Hari, Stemba Mania Bawa “Buat Dunia Melihatmu” ke Tribun

Di tengah perjuangan Rolasfighters menghidupkan cerita Horus, SMAN 12 Surabaya harus mengakui keunggulan SMA Untung Surapati Sidoarjo. Laga tersebut berakhir dengan skor 51-14.

Meski hasil pertandingan belum berpihak kepada SMAN 12 Surabaya, cerita Dewa Horus yang dibawa Rolasfighters tetap punya pesan tersendiri: jatuh bukan berarti selesai. Selalu ada ruang untuk kembali mendapatkan kekuatan dan bangkit.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS