Pulang ke Sembilan, Coach Hisyam Bangun Tim dari Fundamental

| Penulis : 

Kemenangan 38-16 atas SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo membawa SMAN 9 Surabaya melangkah ke Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Selasa, 1 September 2026. Sembilan tampil dominan sejak awal pertandingan dengan keunggulan 13-4 pada kuarter pertama dan 23-9 saat pertandingan memasuki jeda. 

Tetapi dari pinggir lapangan, Coach Hisyam Rahmansyah justru melihat pekerjaan rumah yang belum selesai. Empat tahun mendampingi Sembilan membuat Coach Hisyam tidak sekadar melihat angka di papan skor.

"Kalau untuk hari ini targetnya sebenarnya permainan tim. Jadi, poin berapa pun, asal kita menang dan game play yang kita pelajari bisa diterapkan, itu yang bikin kita puas. Tapi kalau saya lihat tadi, yang kita terapkan masih sedikit. Masih banyak yang harus diperbaiki," ujar Coach Hisyam.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Slekoors dan Sembilan Dominan!

Coach Hisyam memang punya alasan untuk memperhatikan proses tersebut. Ia mengenal Sembilan bukan hanya sebagai tempatnya melatih. Sekolah itu pernah menjadi tempatnya menjalani masa sekolah sebagai siswa.

Coach Hisyam Rahmansyah mengamati jalannya pertandingan SMAN 9 Surabaya dari pinggir lapangan saat menghadapi SMA Hang Tuah Sidoarjo pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Alumni SMAN 9 Surabaya angkatan 2016 itu mulai membantu tim sebagai asisten pada 2021. Setahun kemudian, Coach Hisyam mengambil peran sebagai coach. Sejak saat itu, ia kembali berada di lingkungan yang dulu pernah menjadi bagian dari perjalanan sekolahnya.

Namun, kembali ke Sembilan berarti kembali menghadapi tantangan yang berbeda. Sebagian besar pemain yang datang belum memiliki dasar basket yang kuat. Beberapa bahkan baru mulai serius mengenal olahraga tersebut setelah masuk SMA.

"Memang kebanyakan yang masuk SMA 9 Surabaya itu baru pertama bisa basket. Jadi kami tidak bisa langsung mengajarkan sesuatu yang terlalu jauh. Kami fokus ke fundamental dulu, yang paling basic. Setelah fundamentalnya sudah bagus, baru kami masuk ke fisik dan mulai menyinkronkan antara pergerakan tangan dengan pergerakan kaki," jelas Coach Hisyam.

Bagi Coach Hisyam, membangun pemain pemula membutuhkan kesabaran. Kemampuan setiap pemain tidak datang dalam waktu yang sama, sementara koordinasi tubuh menjadi salah satu bagian yang cukup sulit dibentuk.

Baca juga: Dari Latihan ke Pertandingan, Amey Rasakan Efek Basketball IQ Putri Sembilan

Salah satu pemain yang ia soroti adalah Naraya. Pemain tersebut baru mulai menekuni basket ketika duduk di bangku SMA dan hingga kini masih memiliki keterbatasan dalam melakukan dribble.

"Kalau dari nol memang banyak. Salah satunya Naraya. Sampai detik ini dia belum bisa dribble, cuma dia sudah bisa speak. Kalau kita lihat dari titik awalnya, itu sudah cukup oke. Waktu SMP dia cuma ikut ekskul basket sekadarnya, baru di SMA mulai menekuni basket. Jadi perkembangannya memang kami lihat dari prosesnya," tutur Coach Hisyam.

Proses itulah yang membuat Coach Hisyam tidak ingin buru-buru menilai Sembilan hanya dari hasil pertandingan. Meski unggul jauh, permainan timnya belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang dipersiapkan selama latihan.

Sembilan sempat menunjukkan permainan yang lebih sesuai pada kuarter pertama dan kedua. Beberapa open shot yang menjadi bagian dari latihan berhasil tercipta. Namun, memasuki kuarter ketiga dan keempat, permainan mereka justru menurun.

"Di kuarter satu dan dua sebenarnya sudah mulai sesuai dengan apa yang kami inginkan. Ada beberapa open shot yang memang kami ajarkan dari awal. Cuma masih ada beberapa miss. Harapan saya di kuarter tiga dan empat itu bisa diperbaiki, tetapi ternyata malah makin down dan makin jatuh," katanya.

Baca juga: Dari Uganda, Sang Ayah Saksikan Mimpi Lamanya Hidup Lewat Khalif di DBL

Coach Hisyam juga melihat kecenderungan pemain untuk terlalu lama membawa bola. Dribble yang berlebihan membuat aliran permainan Sembilan tidak berjalan secepat yang diharapkan.

"Yang paling perlu dievaluasi masih dribble. Terlalu banyak dribble, passing-nya jadi lambat. Padahal opsi pertama kami itu fast break. Kalau opsi pertama gagal, harusnya kami bisa menjalankan opsi berikutnya dengan lebih cepat dan tenang, bukan malah kembali individual," ungkap Coach Hisyam.

Kebiasaan itu tidak selalu terlihat ketika latihan. Coach Hisyam merasa ada faktor lain yang muncul ketika pemain berada di pertandingan, terutama keinginan untuk menunjukkan kemampuan secara individu.

"Kalau latihan sebenarnya beda banget. Kemungkinan ketika pertandingan banyak faktor internal dari dirinya sendiri. Mungkin mentalnya ingin menunjukkan sesuatu atau ingin kelihatan, akhirnya ego dan individual skill-nya muncul. Padahal kami sudah menyiapkan game play di latihan. Sia-sia kalau kami sudah latihan, tetapi ketika pertandingan tidak pernah diterapkan," tuturnya.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putri Ciputra Menang Lewat Double Overtime!

Kini Sembilan punya waktu untuk kembali merapikan permainan sebelum menghadapi Round 2. Coach Hisyam tidak menjanjikan perubahan instan. Ia hanya ingin apa yang sudah dibangun selama latihan mulai terlihat lebih konsisten ketika pertandingan berlangsung.

Tim basket SMAN 9 Surabaya berfoto bersama setelah memastikan langkah ke Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

"Di Round 2 kami harus lebih hustle dan lebih tenang. Sistem yang masih berantakan di Round 1 harus kami perbaiki lagi. Yang paling penting juga lebih enjoy the game. Nikmati permainannya, jangan terlalu terbebani," pungkas Coach Hisyam.

Di sekolah yang pernah menjadi tempatnya belajar sebagai siswa, Coach Hisyam kini kembali dengan peran yang berbeda. Empat tahun sebagai coach membuatnya bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menemani pemain-pemain yang sedang memulai perjalanan mereka dari dasar.

Round 2 menjadi kesempatan berikutnya bagi Sembilan untuk menunjukkan bahwa proses yang dibangun Coach Hisyam dan timnya perlahan mulai menemukan bentuk.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Coach Hisyam Rahmansyah bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMAN 9 Surabaya vs SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Hasil DBL North Sulawesi: Sukses Revans, Losnito Pulangkan Runner-Up Musim Lalu
Ayasha-Aqylla, Dua Sahabat yang Bertemu Sebagai Rival di Final DBL South Jakarta
Mengenang Kembali James Naismith, Si Penemu Permainan Basket
Hasil Drawing Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship
Kilas Balik Finalis DBL East Java-South: Ambisi Smasa Pertahankan Takhta Juara