Round 1 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North rampung pada Minggu, 6 September 2026. Setelah seluruh pertandingan Round 1 selesai, proses menuju Round 2 akan berlanjut melalui Technical Meeting yang dijadwalkan pada Senin, 7 September 2026.

Sebanyak 84 tim putra dan 39 tim putri telah ambil bagian di Round 1. Dari fase tersebut, ada 21 juara grup dan tiga runner-up kategori putra dan 13 juara grup dan tiga runner up terbaik putri yang akan melanjutkan kompetisi ke Round 2. 

Selain juara grup Round 1, delapan tim putra dan delapan tim putri telah mendapatkan tiket langsung ke Round 2 berkat pencapaian mereka pada musim sebelumnya karena berhasil melaju hingga babak Playoffs.

Dalam TM, seluruh tim yang lolos ke Round 2 akan melewati proses seeding. Buat yang baru mengikuti Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, mungkin istilah seeding masih terdengar asing. 

Baca juga: Hasyimi Pernah Merasa Berbeda, Sebelum Basket Membawanya Bertumbuh

Sederhananya, seeding adalah proses menentukan posisi awal tim dalam fase kompetisi berdasarkan status dan pencapaian mereka. Posisi ini nantinya berpengaruh terhadap pembagian grup serta jalur yang akan dilalui sebuah tim menuju fase berikutnya.

Pada musim 2026, mekanisme seeding DBL East Java-North mengalami perubahan. Sistem baru tidak lagi menjadikan drawing sebagai faktor utama dalam menentukan posisi tim. 

Sebaliknya, performa di lapangan mendapat porsi yang lebih besar. Dengan prinsip “performa menentukan pot, drawing menentukan grup”, tim yang tampil dengan apik di Round 1 akan mendapatkan posisi seeding yang lebih tinggi, sementara unsur undian tetap digunakan untuk menentukan pembagian grup.

Belajar dari Sistem Seeding 2025

Perubahan sistem ini tidak muncul begitu saja. Pada musim 2025, Honda DBL East Java-North masih menggunakan mekanisme “dua unggulan dikunci, tim lainnya di-drawing”.

Dalam skema tersebut, juara DBL East Java-North 2024 ditempatkan secara langsung di posisi A1, sedangkan runner-up dikunci di posisi H1. Enam tim lainnya yang masuk jajaran Big Eight kemudian diundi untuk menempati posisi B1 hingga G1.

Sementara itu, tim-tim lain di luar Big Eight ditempatkan sepenuhnya melalui proses drawing umum.

Sistem tersebut memiliki kelebihan karena sederhana dan mudah dipahami. Namun, ada satu persoalan yang masih bisa muncul: pencapaian tim hanya mengacu pada hasil musim sebelumnya, sedangkan posisi tim-tim lainnya sangat dipengaruhi hasil undian.

Dengan kata lain, performa terbaru sebuah tim belum sepenuhnya menjadi pertimbangan dalam menentukan posisi awal mereka. Tim dengan kekuatan yang tidak imbang juga berpotensi jauh lebih besar berada dalam kelompok yang sama karena hasil drawing.

Baca juga: Siapkan Diri Sejak SMP, Kim Barlian Tampil All Out Bersama Ciputra

Performa Round 1 Jadi Penentu Seeding 2026

Memasuki musim 2026, mekanisme tersebut diperbarui. Sistem baru menggabungkan status finalis, pencapaian Big Eight, serta pemeringkatan berdasarkan performa tim di Round 1.

Sebanyak 24 tim putra yang lolos dari Round 1, terdiri dari 21 juara grup dan tiga runner-up terbaik, akan disusun dalam satu peringkat berdasarkan kriteria penilaian yang sama. Hasil pemeringkatan tersebut kemudian digunakan untuk membagi tim ke dalam tiga pot.

Pot 1 berisi tim peringkat 1–8 dan akan mengisi slot A2 hingga H2. Pot 2 berisi peringkat 9–16 untuk mengisi slot A3 hingga H3. Sementara itu, Pot 3 terdiri dari peringkat 17–24 yang akan menempati slot A4 hingga H4.

Mekanisme ini membuat hasil pertandingan di Round 1 memiliki konsekuensi lebih besar. Semakin baik performa sebuah tim, semakin tinggi pula peringkat yang diperoleh dan semakin tinggi pot yang ditempati.

Sementara itu, posisi A1–H4 akan ditempati oleh juara, runner up, dan tim yang memegang gelar playoffs musim lalu.

Setelah pot ditentukan, barulah proses drawing dilakukan untuk menentukan grup. Jadi, drawing tetap memiliki peran penting, tetapi tidak lagi menentukan keseluruhan posisi sebuah tim secara acak.

Baca juga: Di Balik Marsupilami, Ada Suara Hati Vamos Bananas

Menjaga Kompetisi Tetap Seimbang

Pembaruan mekanisme seeding ini dirancang untuk menciptakan kompetisi yang lebih seimbang di Round 2. Sehingga kekuatan tidak terkonsentrasi hanya di beberapa grup.

Jika pada musim 2025 hasil undian memiliki pengaruh besar terhadap posisi awal tim, musim 2026 memberikan bobot lebih besar kepada apa yang terjadi di lapangan. Tim yang mampu menunjukkan performa terbaik di Round 1 akan mendapatkan apresiasi melalui posisi seeding yang lebih tinggi.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL North Sulawesi, Rabu, 21 Oktober 2026
Berikut Para Peraih Best Five AQUA DBL Dance 2026 North Sulawesi
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Jakarta Championship, Rabu, 21 Oktober 2026
Hasil DBL Jakarta Championship: ACS Revans, Pangudi Luhur Tak Terbendung
Sempat Diragukan, Evan Tetap Berjuang Membuktikan Diri