Bagi Stev Benaya, basket bukan olahraga yang baru ia kenal ketika duduk di bangku SMA. Jauh sebelum mengenakan seragam SMAN 1 Puri Mojokerto di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Ben sudah lebih dulu akrab dengan bola basket sejak duduk di kelas I SD.
Kini, hampir satu dekade berselang, basket membawanya kembali ke panggung yang sama dengan mimpi yang lebih besar.
Hari ini, Ben ikut membawa SMAN 1 Puri Mojokerto memastikan tiket menuju Round 2 setelah mengalahkan SMA Petra 4 Sidoarjo dengan skor 38-26. Stev Benaya menjadi salah satu yang berkontribusi dalam kemenangan tersebut dengan torehan 13 poin dan 4 rebound.
Namun, bagi student-athlete kelas XI itu, perjalanan di DBL East Java-North bukan sekadar tentang angka yang tercatat di papan skor.
Ben bahkan masih mengingat bagaimana dirinya pertama kali masuk ke dunia basket. Saat kelas I SD, sang mama memasukkannya ke ekstrakurikuler basket di SD tempat dirinya bersekolah.
Alasannya sederhana.
Baca juga: Di Balik Marsupilami, Ada Suara Hati Vamos Bananas
Ben kecil dikenal sebagai anak yang “banyak tingkah”.
“Waktu kelas I SD, mama saya memasukkan saya ke basket karena saya anaknya banyak tingkah,” cerita Ben.
Tak ada penolakan dari Ben kala itu. Basket justru terasa seperti aktivitas bermain bersama teman-teman. Ia pun menjalani latihan sejak kelas I hingga kelas VI SD tanpa pernah berhenti.
Dari sana, permainan Ben perlahan berkembang. Ia mulai mengenal berbagai dasar basket hingga akhirnya semakin serius ketika duduk di bangku SMP.
Titik perkembangan terbesarnya terjadi ketika Ben duduk di kelas VII. Saat itu, sang pelatih mulai lebih keras menempanya, terutama dari sisi fisik dan mental.
Ben merasa tekanan tersebut justru membantunya berkembang.
Ia mulai memahami permainan dengan lebih baik, sementara rutinitas latihan juga semakin padat. Dalam seminggu, Ben bisa berlatih lima kali, tepatnya setiap Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Basket pun bukan satu-satunya olahraga yang bisa ia lakukan.
Baca juga: 4 Pemain Jalani "Flu Game", Putri Cheetah Tetap Sabet Tiket Menuju Round 2!
Ben memiliki kemampuan di beberapa cabang olahraga lain. Ia bermain futsal dan voli bersama teman-temannya. Badminton dan tenis juga pernah ia jalani. Saat SMP, ia bahkan mengikuti atletik dan sempat mengikuti Porprov mewakili Jawa Timur.
Namun, basket tetap menjadi olahraga yang paling serius ia tekuni.
Bertahun-tahun bermain membuat Ben tidak hanya berkembang secara teknis. Ia juga perlahan belajar menghadapi tekanan, termasuk ketika akhirnya tampil di DBL.
Saat pertama kali mengikuti DBL East Java-North pada kelas X, Ben masih mudah terpengaruh oleh suasana pertandingan. Sorakan penonton bisa membuat permainannya terganggu.
Setahun kemudian, ia mulai menemukan cara untuk menikmati pertandingan.
“Kalau mainnya enjoy, tenang, santai,” katanya.
Kepercayaan dirinya memang belum sepenuhnya hilang dari rasa gugup. Namun, Ben merasa dirinya sudah jauh berbeda dibandingkan musim pertamanya. Perubahan itu tidak datang dalam semalam. Ia membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk bisa lebih menikmati permainan di tengah atmosfer DBL.
Pengalaman tersebut juga membuat Ben belajar bahwa kemampuan di lapangan tidak cukup hanya dengan latihan teknik. Kini, persiapan menuju Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North bahkan menuntut lebih banyak dari dirinya.
Castle, julukan tim basket SMAN 1 Puri Mojokerto, rutin berlatih setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 04.00 sampai 06.30. Setelah latihan, Ben dan rekan-rekannya langsung bersiap menjalani aktivitas sekolah.
Baca juga: 2 Dekade Lebih Melatih, Coach Amin Pilih Tak Menekan Anak Didiknya
Rutinitas tersebut sudah menjadi bagian dari kesehariannya.
Pagi buta menjadi waktu untuk membentuk fisik sekaligus mental. Menurut Ben, latihan pada saat tubuh masih kaku menjadi cara untuk membiasakan diri tetap bermain ketika kondisi tubuh belum sepenuhnya siap.
Setelah hampir satu dekade mengenal basket, Ben kini tidak lagi sekadar bermain karena dikenalkan oleh sang mama.
Ada target yang ingin ia kejar bersama Castle.
Musim lalu, perjalanan Castle terhenti di Big Eight. Tahun ini, Ben ingin membawa timnya melangkah lebih jauh, bahkan menembus Fantastic Four.
Mimpi itu kini dikejar dari lapangan sekolah yang masih gelap, jauh sebelum aktivitas belajar dimulai.
Dan di balik rutinitas tersebut, masih ada pesan yang terus dibawa Ben dari rumah. Sang mama tetap mengingatkannya untuk menjaga fisik, rajin berdoa, dan menaati arahan pelatih.
Dari keputusan sederhana sang mama memasukkannya ke basket saat kelas I SD, olahraga itu akhirnya tumbuh menjadi bagian dari perjalanan Ben hingga saat ini.
Hampir satu dekade bersama basket, Ben kini punya alasan sendiri untuk terus bertahan yakni membawa Castle melangkah sejauh mungkin.
Baca juga: Lolos Round 2, Bu Yuni Bangga dengan Perjuangan Twenty!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)