Gelar kampiun Junior DBL 2026 Malang yang berhasil diraih oleh MTsN 1 Kota Malang (Matsanewa) usai menumbangkan SMP Charis Malang dengan skor 53-38 bukan sekadar soal dominasi di lapangan. 

Di balik kejayaan tim sekolah yang sempat berstatus underdog ini, ada tangan dingin sang kepala pelatih, Charlie Putra.

Siapa sangka, juru taktik Matsanewa ini punya rekam jejak panjang di level profesional basket tanah air. 

Pengalaman berdarah-darah sebagai mantan pemain profesional itulah yang kini ia coba transformasikan menjadi fondasi kokoh bagi pembinaan pebasket muda di Malang.

Jalan Coach Charlie di dunia basket profesional membentang sejak dua dekade lalu. Kariernya diawali di era Kobatama bersama klub Go Skate (2006-2009). 

Aksi impresifnya lantas memikat tim Satria Muda (SM), yang merekrutnya pada 2010 untuk memperkuat skuad ASEAN Basketball League (ABL).

"Waktu di Satria Muda 2010-2011, saya masuk tim ABL. Praktis bertanding lawan pemain-pemain asing. Di situ saya coba ambil hikmahnya, karena dapat banyak ilmu kepelatihan dari pelatih luar negeri," ucap Coach Charlie.

Baca Juga: Kandaskan Charis, Matsanewa Kampiun Perdana Junior DBL 2026 Malang

Namun, kariernya tak selalu mulus. Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) sempat menghantamnya di SM. 

Usai pulih, ia memilih kembali ke Jawa Timur dan membela Pasific Caesar Surabaya pada 2012–2016 di pentas NBL hingga IBL, sebelum akhirnya memutuskan pensiun akibat cedera ACL berulang dan hendak fokus pada keluarga.

Darah basket dan fondasi kepelatihannya pun makin kuat berkat bimbingan mendiang pamannya, Pak Hartono, yang merupakan mantan pemain tim nasional Indonesia. 

Usai pensiun pada 2016, Coach Charlie langsung terjun sebagai pelatih kelompok umur (KU), termasuk sempat menjadi asisten pelatih SMA Kolese Santo Yusup (Kosayu) Malang pada 2018-2020.

Pengalaman pahit dihantam cedera ACL di masa kejayaan membentuk filosofi kepelatihan Coach Charlie saat ini. 


Coach Charlie usai pengalungan medali champion Junior DBL 2026 Malang

Bagi pelatih yang melatih Matsanewa sejak usai pandemi ini, kesehatan fisik dan mentalitas pemain usia SMP adalah prioritas utama di atas trofi.

"Pengalaman dari cedera itu, akhirnya saya tekankan ke anak-anak bahwa atlet yang baik itu kalau tidak cedera. Kalau sudah cedera, sebagus apa pun namamu bisa hilang. Makanya porsi latihan di SMP harus sesuai, rutin basket cukup 2 kali seminggu, selebihnya maintenance strength di rumah," tegasnya.

Tak hanya fisik, mental pemain juga menjadi perhatian utamanya. Menghadapi riuhnya tribun GOR Ken Arok, Coach Charlie pasang badan agar para pemainnya tidak merasa tertekan oleh ekspektasi suporter.

Hasilnya, pemain seperti Alif Shalih Izza tampil tanpa beban dan mampu mengemas double-double 33 poin dan 10 rebound)di laga puncak.

"Anak-anak ini kan bukan dari klub yang sering juara, jadi awalnya masih meraba-raba. Saya kuatkan mental mereka: 'Suporter itu ada buat mendukung kamu, bukan memberikan pressure. Kamu play saja, masalah menang-kalah itu belakangan," lanjutnya.

Baca Juga: Cetak 33 Poin di Final, Alif Shalif Bawa Matsanewa Juara & Sabet MVP Junior DBL!

Bagi Coach Charlie, gelar juara Junior DBL 2026 Malang hanyalah salah satu pijakan awal dari proses panjang pembinaan. 

Ke depan, tugas utamanya adalah menjaga kerendahan hati para pemain dan terus membina fondasi untuk regenerasi kelas VII dan VIII.

"Tugas kita sebagai pelatih adalah mengajarkan mereka untuk jangan cepat puas. Pemain akan datang dan pergi, tapi fondasi harus tetap dijaga agar tahun depan kita bisa tampil lebih matang lagi," tutup sang mantan penggawa Satria Muda ini penuh bijak.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Hasil Junior DBL 2026 Surabaya: Putri Dapuda Lalui Overtime Dramatis!
Pernah Rasakan Playoff, Ghoni Ingin Smanda Naik Level
Targetkan Tembus Final, Putri Cita Hati West Uji Kekuatan Lawan Kosayu!
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Menuju DBL West Java-West: Bonding Jadi Senjata Peningkat Kekompakan Ravens