Bagi orang tua pemain tim putri SMP Cita Hati East Surabaya (Cheetah East), hasil pertandingan di Junior DBL 2026 Surabaya menjadi bagian dari proses yang patut dihargai. Melihat anak-anak mereka tetap berjuang hingga akhir sudah cukup menjadi alasan untuk merasa bangga.
Febriyani, orang tua Giyose Karra Sanjaya yang mengenakan nomor punggung 21, dan Lisa Christina, orang tua Hannah Quinn Canggih dengan nomor punggung 30, memilih untuk tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Bagi mereka, berlaga di ajang Junior DBL 2026 Surabaya juga mengajarkan anak-anak tentang bagaimana menghadapi tekanan, menerima hasil, dan tetap berdiri setelah mengalami kekalahan.
Baca juga: Putra-Putri Tembus Big 8 Junior DBL, Spensix Bangun Regenerasi
"Saya selalu mengatakan 'kalau musuhmu sudah kelihatan seperti raksasa. Kamu cuman kecil kayak semut. Tapi kamu harus berjuang. Setidaknya kamu berjuang'," ujar Mama Lisa, Selasa 8 September 2026.
Rasa bangga itu tumbuh dari proses yang sudah dijalani sang anak. Keduanya telah mengenal basket sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Karra mengenal basket sejak berusia 9 tahun. Sedangkan Quinn mulai menekuni basket sejak berusia 10 tahun.
Awalnya, mereka memilih olahraga basket sekadar sebagai aktivitas agar anak tidak hanya menghabiskan waktu di rumah selama pandemi. Namun, ketertarikan itu terus berkembang.
Baca juga: Drew dan Nick, Saudara Kembar yang Kompak Tanpa Sinyal Khusus
Bagi orang tua, melihat anak bertanding tentu tetap menghadirkan rasa khawatir. Terlebih ketika pemain harus jatuh atau bertarung dalam pertandingan dengan intensitas tinggi.
Ada rasa deg-degan memikirkan kemungkinan cedera, tetapi ketika anak sudah berada di lapangan, mereka memilih untuk memberikan kepercayaan. "Kalau sudah masuk di lapangan, kami serahkan semuanya ke Tuhan. Itu yang terbaik pasti yang Tuhan atur," timpal Mama Febri.
Di pertandingan hari ini, putri SMP Cheetah East harus mengakui keunggulan SMP Vita Surabaya dengan poin akhir 12-22. Saat anak mereka merasa sedih karena kalah, keduanya berusaha mengingatkan bahwa kerja keras tetap memiliki nilai.
Mereka terus memberikan motivasi sederhana agar sang anak tidak terlalu memikirkan hasil dan tetap memberikan permainan terbaik. "Sebelum main saya selalu ingatkan Quinn untuk main yang bagus. Nggak usah mikir kalah atau menang. Pokoknya main yang bagus," ucap Mama Lisa.
Baca juga: Spensa Surabaya Rayakan HUT ke-75, Bunda Eko Junjung Sportivitas
Bagi mereka, perjuangan saat melantai di DBL Arena adalah bagian penting dari perjalanan seorang pemain. Ketika waktunya bertahan, pemain harus bertahan. Begitu pula ketika kesempatan menyerang datang, harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Setelah melihat perjalanan anak-anak mereka di Junior DBL 2026 Surabaya pesan keduanya pun sederhana. Bukan tentang hasil akhir, melainkan penghargaan atas keberanian untuk terus berjuang.
"Cheetah, terima kasih sudah berjuang sampai akhir. Kalian keren," tutup Mama Lisa menyemangati anak-anaknya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)