Tim putra dan putri SMP Vita Surabaya sama-sama memastikan tempat di Big Eight Junior DBL 2026 Surabaya. Tim putri mengalahkan SMP Cita Hati East Surabaya 22-12, sedangkan tim putra menundukkan SMP Singapore National Academy (SNA) Sidoarjo 45-28.
Dua kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Vita. Terlebih, perjalanan kedua tim tidak hanya dibangun untuk semusim. Ada proses regenerasi yang sudah dirawat dari jenjang SD hingga SMA, dengan Ananta Yogianto menjadi salah satu sosok yang terlibat di dalamnya sejak 2022.
Ananta kini menjadi head coach tim putra SMP Vita sekaligus Surabaya assistant coach tim putri SMA Vita Surabaya. Namun, perannya dalam pembinaan pemain sebenarnya lebih luas. Bersama coaching staff, ia ikut membangun sistem pengembangan pemain dari tiga jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
“Harapan kami, ketika kakak-kakaknya lulus, regenerasi ini terus berjalan dan proses pengembangan yang kita lakukan ini terus sustain. Terutama yang dari SD akan lanjut SMP, SMP akan lanjut ke SMA,” kata Ananta.
Jalur pembinaan itu mulai terlihat dari perjalanan tim putra SMP Vita Surabaya. Musim lalu, mereka harus terhenti di Sweet Sixteen. Saat itu, komposisi student-athlete kelas IX sangat terbatas. Hanya ada dua pemain dari tingkat tersebut.
Baca juga: Perjuangan Anak Tetap Jadi Kebanggaan Orang Tua Putri Cheetah East!
Musim ini, kondisinya berubah. Mayoritas student-athlete sudah bermain bersama selama 3 tahun. Kebersamaan itu membuat tim semakin solid hingga mampu melangkah lebih jauh dan kini berada di Big Eight.
“Tim putra di tahun ini kita lebih solid karena mereka sudah hampir semua bareng tiga tahun,” ujarnya.
Sementara itu, tim putri menghadapi tantangan berbeda. Musim lalu mereka mampu mencapai Fantastic Four. Namun, Ananta mengakui secara materi pemain, skuad tahun ini tidak sekuat musim sebelumnya.
Kondisi tersebut justru membuat proses pembinaan menjadi semakin penting. Ketika persaingan mulai merata, para student-athlete dituntut untuk bekerja lebih keras agar bisa mempertahankan langkah mereka.
“Kita tidak berhenti untuk terus kasih input ke anak-anak. Kondisinya di beberapa tim juga sekarang mulai merata. Jadi anak-anak harus lebih kerja keras untuk mau melaju lebih jauh,” tutur Ananta.
Bagi Ananta, membangun pemain muda juga tidak melulu soal kemampuan teknis di lapangan. Ada karakter yang harus dibentuk sejak mereka masih SMP.
Baca juga: Putra-Putri Tembus Big 8 Junior DBL, Spensix Bangun Regenerasi
Disiplin dan tanggung jawab menjadi dua nilai yang terus ia tanamkan. Student-athlete jenjang SMP masih berada dalam fase mencari jati diri. Karena itu, Ananta tidak ingin sekadar menuntut mereka mengikuti instruksinya. Ia merasa perlu memahami karakter setiap anak agar bisa menemukan pendekatan yang tepat.
“Saya mengajarkan ke anak-anak ini pada disiplin dan tanggung jawab. Mereka harus bisa kontrol egonya masing-masing supaya timnya semakin baik,” katanya.
Proses tersebut kemudian diperkuat melalui latihan lintas jenjang. Pemain SD, SMP, dan SMA Vita sesekali berlatih bersama.
Pemain yang lebih muda bisa belajar dari kakak kelasnya. Sebaliknya, pemain yang lebih tua juga dituntut untuk beradaptasi ketika menghadapi pemain dengan usia dan kemampuan berbeda.
Sesi scrimmage pun menjadi bagian dari proses tersebut. Tim putri SMP bisa menghadapi tim putra yang levelnya lebih junior. Dalam pertandingan seperti itu, gesekan dan emosi terkadang muncul.
Bagi Ananta, hal tersebut tidak selalu harus dihindari.
Baca juga: Drew dan Nick, Saudara Kembar yang Kompak Tanpa Sinyal Khusus
“Selama itu masih di batas wajar kita akan biarkan. Kalau sudah mulai melewati batas, baru kita ingatkan,” ujarnya.
Menurutnya, situasi tersebut justru bisa menjadi ruang untuk menguatkan mental pemain, sekaligus mengajarkan bagaimana mengontrol emosi ketika berada dalam tekanan pertandingan.
Regenerasi juga sudah mulai dipersiapkan di dalam komposisi tim. Untuk tim putra SMP Vita musim ini, terdapat masing-masing enam student-athlete kelas IX dan kelas VIII.
Mereka yang belum masuk tim utama tidak dianggap gagal. Mereka justru diberi kesempatan untuk melihat apa yang masih perlu diperbaiki.
“Kalau mereka yang belum terpilih bukan karena mereka jelek. Mereka akan melihat bahwa ternyata ada teman-temanku yang lebih siap,” jelas Ananta.
Setelah itu, tugas mereka adalah terus berkembang. Berlatih lebih keras, melakukan introspeksi, dan kembali bersaing pada musim berikutnya.
Siklus itulah yang ingin terus dijaga Vita. Student-athlete SD dipersiapkan untuk naik ke SMP, kemudian melanjutkan ke SMA. Ketika satu generasi meninggalkan sekolah, generasi berikutnya sudah memiliki bekal untuk mengambil peran.
“Kita develop bareng-bareng, mereka merasakan latihannya bareng-bareng, hasilnya pun mereka akan petik bersama,” tutur Ananta.
Kini, tim putra dan putri SMP Vita sudah sama-sama berada di Big Eight Junior DBL 2026 Surabaya. Setelah dua kemenangan atas Cita Hati East dan SNA, target Ananta pun tidak berhenti di sana.
Ia ingin kedua tim melangkah hingga menjadi juara.
Baca juga: Spensa Surabaya Rayakan HUT ke-75, Bunda Eko Junjung Sportivitas
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)