Tim putra Global Prestasi School Bekasi (GPS) mengawali langkah mereka di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West dengan kemenangan manis. Mereka berhasil menumbangkan SMAN 1 Karawang dengan skor akhir 45-30.
Kesuksesan GPS di laga ini tidak lepas dari kontribusi Fabian Daffarel di lapangan. Meski ini merupakan laga pertamanya di panggung DBL West Java-West, ia tetap mampu memberikan permainan yang impresif dengan 14 poin.
Perolehan itu merupakan yang terbanyak di antara seluruh pemain GPS. Daffa -sapaan akrabnya- pun menjadi satu-satunya pemain yang mencetak poin dobel digit di laga ini. Bahkan, semua itu ia lakukan sebagai pemain cadangan dengan waktu bermain 18 menit!
“Aku happy, excited and bangga banget bisa main buat GPS hari ini. Alhamdulillah bisa memberikan kontribusi ke tim juga,” sebut Daffa.
Demi berkontribusi secara maksimal di lapangan, Daffa selalu sejumlah rutinitas seperti skipping dan push up setelah beribadah pada pagi hari. “Juga sebelum gim aku sempatkan buat pemanasan yang lebih maksimal lagi dan pastinya tidak lupa berdoa,” tambahnya.
Baca juga: Hasil DBL West Java-West: Putri Wikrama Menang dalam Laga Sengit!
Meski mampu bermain dominan di pertandingan debutnya, ternyata basket awalnya bukan menjadi olahraga prioritas untuk cowok kelas X ini. Ia lebih dulu menekuni taekwondo saat masih kecil.
“Aku mulai taekwondo dari TK, dan sekarang aku sudah sabuk hitam Dan 1 (Shodan),”
Fabian Daffarel saat menjalani olahraga taekwondo (Foto: dokumentasi pribadi Fabian Daffarel)
Ya, Daffa telah menguasai taekwondo hingga tingkat tertinggi dan memperoleh sabuk hitam tersebut pada 2021. Sejak mendapatkan sabuk tersebut, ia mulai membantu dan melatih adik-adik kelas di klub taekwondo-nya.
Daffa sendiri baru pertama kali mengenal dan menyukai olahraga bola basket saat kelas V SD, ketika pandemi Covid-19. Semuanya berawal dari quality time bersama sang Papa.
“Dulu aku pertama kali latihan basket karena Papa sering ngajak main di lapangan kompleks,” cerita Daffa.
Seiring berjalannya waktu, cinta Daffa terhadap basket akhirnya semakin besar. Ia akhirnya memutuskan untuk juga berfokus di olahraga ini setelah melihat sosok yang fenomenal di NBA.
“Aku juga suka nonton Stephen Curry di YouTube dan akhirnya aku juga termotivasi untuk bisa menjadi seperti dia,” tegas Daffa.
Baca juga: Tiga Cara Generasi Muda Merayakan Indonesia di AQUA DBL Dance
Impian itu pun menjadi kenyataan untuk Daffa di laga perdananya. Ia berhasil membuktikan kemampuan shooting-nya yang tajam. Sebanyak 3 dari 4 percobaan tripoinnya tepat sasaran. Akurasinya 75 persen.
Menyeimbangkan antara basket dan taekwondo tentu tidak mudah untuk dilakukan. Agar bisa tampil maksimal di keduanya, Daffa akhirnya mendapatkan dukungan penuh dari orangtuanya. Salah satunya adalah membuat jadwal harian untuknya.
“Aku selalu dibantu sama Mama aku dalam mengatur waktu antara basket, taekwondo, pelajaran, dan organisasi karena dulu SMP kebetulan aku juga menjabat jadi wakil ketua OSIS. Jadi selama weekend aku selalu full of activity,” jelas Daffa.
Perjalanan basket Daffa juga diwarnai dengan sejumlah tantangan. Pada 2023, ia sempat mengalami cedera ankle retak saat mengikuti turnamen antarklub.
“Aku harus rest dari basket selama 2 bulan penuh dan cukup sedih karena gak bisa latihan basket,” sebutnya.
Baca juga: Tiga Cara Merayakan Kekuatan Perempuan di AQUA DBL Dance 2026 West Java-West
Namun, itu bukan berarti Daffa berhenti mengejar apa yang ia inginkan. Setelah pulih, ia makin semangat untuk menjalani beragam sesi latihan untuk menajamkan kekuatannya di lapangan.
Bukan hanya jadi semakin hebat, Daffa juga mengukir banyak kenangan indah selama proses tersebut. Ia bisa bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai daerah dan jadi semakin kompak dengan seluruh rekan setimnya.
Momen Fabian Daffarel saat menjaga musuhnya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West
Penampilan Daffa yang mentereng ini pun masih menjadi awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Menurutnya, masih ada banyak hal yang perlu ditingkatkan lagi dalam permainannya di gim-gim berikutnya.
“Defense harus lebih disiplin dan dari offense harus lebih limit lagi di bagian turnover. Aku sama teman-teman mainnya harus lebih tenang serta harus lebih bisa lagi menjaga tempo permainan dan momentum,” tutup Daffa.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Hasil AZA 3X3 Competition West Java-West: Smanli Bermain Apik hingga Overtime!
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)