Atmosfer GOR Jakabaring Palembang di pertengahan September ini masih sama hangatnya. Gemuruh teriakan penonton saling bersahutan, derit sepatu berdecit di atas lapangan, dan persaingan ketat di DBL South Sumatra 2026 terus membakar semangat ratusan student-athlete yang berkompetisi.

Namun, bagi Zaki Novran Saputra, ada yang hilang. Ada ruang kosong berukuran begitu besar yang tak bisa diisi oleh riuhnya ribuan suporter SMA Bina Sriwijaya Indonesia (BSI) Palembang.

Di tahun terakhirnya melantai di panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sumatra, Zaki harus berdiri tanpa satu sosok wanita paling gigih yang dulu tak pernah absen mendukungnya dari pinggir lapangan, yakni sang ibunda tercinta, Nyimas Dewi Arimbi.

Cik Nyimas -begitu beliau akrab disapa- telah berpulang pada 10 Januari 2026 lalu. Meninggalkan ribuan jejak kenangan dan sebuah janji "tahun depan" yang kali ini benar-benar diperjuangkan oleh sang buah hati.

Memasuki lapangan DBL di musim pemungkasnya sebagai siswa SMA, rasa grogi Zaki tidak lagi sama dengan masa-masa awal debutnya. 

Musim lalu, saat Zaki pertama kali melantai bersama SMA BSI Palembang, ia hanyalah anak muda yang ingin membuktikan potensi dirinya. 

Tapi musim ini, melangkah ke dalam GOR Jakabaring membawa rasa emosional yang jauh lebih dalam.

"Jujur, beda banget," buka Zaki. "Tahun pertama aku masuk lapangan cuma mikirin main bagus, grogi pengen buktiin diri. Tahun ini pas pertama nginjek lapangan DBL lagi, yang aku rasain langsung sesak kangen. Kayak lapangannya sama, atmosfernya sama, tapi ada satu suara yang udah nggak ada."


Zaki Novran (nomor punggung empat) saat menjalani laga perdana DBL South Sumatra musim ini tanpa kehadiran sosok ibunda

Bagi penggawa BSI ini, jersei yang ia kenakan kini memikul sesuatu yang jauh melampaui statistik poin atau rebound

"Tahun ini aku main bukan cuma bawa nama sekolah, tapi bawa semua kenangan terakhir aku sama ibu di DBL. Jadi lebih bermakna, lebih berat, tapi juga bikin aku pengen all-out," lanjutnya.

Dulu, saat staminanya mulai menurun atau momentum permainan sedang memburuk, mata Zaki selalu punya arah untuk dituju, bangku tempat Cik Nyimas duduk. 

Meski dengan kondisi komplikasi jantung dan ginjal yang memaksanya rutin cuci darah, Cik Nyimas rela ditemani kursi roda, membelah Palembang dengan sepeda motor demi hadir menyemangati Zaki.

"Berat banget, berat sekali. Dulu kalau capek di lapangan, aku tinggal cari suara Ibu. Pasti kedengeran paling keras, dan itu langsung kayak di-charge lagi. Musim ini setiap mau main, aku otomatis nyari ke tribun, terus sadar, 'Oh iya, Ibu udah nggak ada'."

Baca Juga: Nyimas Dewi Arimbi, Penjaga dan Penopang Mimpi Zaki Novran

Meski wujudnya tak lagi terlihat di antara barisan penonton, bisikan sang ibu tetap mengawal mental Zaki. 

"Main yang lepas ya nak, jangan takut salah, doa ibu selalu ada buat Zaki," jadi kalimat ajaib dari sang ibu yang terus ia putar di kepala setiap kali rasa ragu datang.


Cik Nyimas dan suami tampak tegang menyaksikan Zaki bertanding

Ada memori pahit yang menyisakan kenangan luar biasa dari DBL musim lalu. Saat SMA BSI Palembang harus merelakan kemenangan di laga debut mereka, Zaki tak kuasa menahan air mata kekecewaan. 

Di momen hancur tersebut, Cik Nyimas lantas memeluk Zaki erat-erat di pinggir lapangan sambil berbisik, "Jangan nangis, kuatkan hati. Masih ada tahun depan. InshaAllah tahun depan ada bonus dari Allah."

Kini, “tahun depan” yang dijanjikan itu telah datang. Tahun depan yang dijanjikan itu adalah Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sumatra ini. Tempat Zaki berdiri, membuktikan bahwa ia tidak pernah menyerah pada keadaan.

"Bu, tahun depannya udah datang. Aku berhasil sampai sini," ucap Zaki lirih, saat hendak memasuki lapangan, seolah berbicara langsung pada almarhumah. 

"Dulu Ibu bilang 'kuatkan hati, masih ada tahun depan' dan Ibu benar. Aku kuatkan hati, sekuat yang aku bisa. Kalau Ibu bisa denger hari ini, Zaki cuma mau bilang, terima kasih Bu, aku bakal jalanin tahun ini buat Ibu. Semoga dari atas sana Ibu lihat aku main dan bangga sama aku."

Keteguhan mental Zaki musim ini tak lepas dari warisan ilmu paling berharga dari sang ibu yang selalu menuntut untuk berdamai dan ikhlas.

"Dulu aku nggak paham maksud berdamai itu apa, kupikir ya cuma sabar aja. Ternyata berdamai itu prosesnya panjang. Setelah Ibu udah nggak ada, aku belajar kalau nangis nggak apa-apa, sedih nggak apa-apa, tapi hidup harus tetap jalan,” ucapnya.

“Itu yang bikin aku sekarang jauh lebih tenang di lapangan, nggak gampang panik, nggak gampang emosi. Kalau ada keputusan wasit yang nggak adil atau tembakan nggak masuk, aku lebih ikhlas,” imbuh Zaki.

Baca Juga: Cik Nyimas Melawan Komplikasi Demi Wujudkan Mimpi Zaki Main di DBL

Meski Zaki selalu berusaha menyikapi segala hal dengan dewasa, ia tetaplah seorang anak muda yang menyimpan kerinduan. Ada momen-momen kecil usai peluit buzzer berbunyi yang menyentil sudut hatinya paling dalam.

"Banyak banget momen yang bikin ingat Ibu. Yang paling teringat itu pas selesai game. Anak-anak lain langsung nyamperin ibunya di pinggir lapangan, dipeluk, dibawain minum, foto sama ibunya. Di momen itu aku diem sebentar,” kata Zaki.

Ia terhenti sejenak, memandang sekitar, sambil membayangkan kebiasaan Cik Nyimas yang dulu selalu menyambutnya dengan pelukan hangat usai tanding.

"Biasanya Ibu juga kayak gitu sama aku. Selesai game aku dipeluk sama Ibu, diajak foto, dikasih nasihat. Zaki kangen masa-masa itu. Ternyata di tahun ini Zaki nggak bisa lagi ngerasain kayak anak-anak lain. Sekarang Zaki cuma bisa mengingat kenangannya aja, cuma bisa lihat foto sama video Ibu kalau lagi kangen."


Rasa sedih sekaligus bangga Cik Nyimas di tribun GOR Jakabaring saat menyaksikan Zaki Novran harus tumbang di laga perdana musim lalu

Rasa rindu yang menembus batas itu justru menjadi motivasi tersendiri bagi Zaki. Menghadapi sengitnya persaingan DBL South Sumatra 2026, Zaki dan skuad SMA BSI Palembang berhasil melangkah hingga babak Big Eight. Sebuah pencapaian manis di tahun pemungkasnya.

"Jujur aku nggak nyangka bisa sampai Big Eight tahun ini, apalagi ini tahun terakhir aku. Di game terakhir kemarin aku cuma pengen kasih yang terbaik yang aku punya," jelasnya.

Bagi Zaki, keberhasilan menembus Big Eight bukan pencapaian biasa. Ini adalah sebuah surat cinta yang tuntas dikirimkan ke langit.

"Kemenangan ini dan perjalanan ini aku persembahkan untuk Ibu. Untuk keluarga yang sudah nemenin proses aku berdamai, untuk pelatih dan teman-teman BSI yang nggak pernah ninggalin aku, dan untuk diri aku sendiri yang ternyata bisa sekuat ini melewatinya."

Kini, SMA BSI Palembang masih bertahan. Mereka masih punya kesempatan untuk bisa bersaing menuju tangga juara.

Baca Juga: Cinta Zaki Novran ke Ibu Nyimas Dewi Arimbi Seluas Samudra Tak Berujung

Di bawah atap GOR Jakabaring, Zaki Novran Saputra telah menuntaskan tugasnya dengan sangat baik. Ia tidak hanya membuktikan diri sebagai student-athlete yang tangguh di lapangan, tetapi juga seorang putra yang berhasil merawat cinta sang ibu.

Terima kasih, Zaki. Dan tersenyumlah dari atas sana, Cik Nyimas. Anakmu luar biasa hebatnya!

DBL South Sumatra 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. 

Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. 

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Styfen Pedro Bawa Cinta Kasih Orangtua dari Palu ke DBL Arena!
Pelukan Mama Jadi Tempat Pulang Yael pada Musim Terakhirnya
Jadwal dan Link Live Streaming DBL West Java-East 2026, Kamis, 17 September
Masuk Sekolah Impian untuk DBL, Dinda Langsung Bersinar di Laga Debut!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Java-North 2026, Kamis 17 September 2026