Kabar duka diterima oleh Zaki Novran, student athlete asal SMA BSI Palembang yang berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Sumatra. Ibunda tercinta, Nyimas Dewi Arimbi, berpulang pada Sabtu, 10 Januari 2025.
Pada Desember 2025, kami menghubungi Zaki Novran untuk sekadar bertukar kabar. Plus memberi kesempatan pada Zaki -sapaan karibnya- untuk bercerita. Cerita mengenai cinta pada ibunya yang seluas samudra. Kebetulan saat itu juga bertepatan dengan Hari Ibu Nasional yang jatuh pada 22 Desember.
“Satu yang perlu ibu tahu, kalau rasa sayang Zaki ke ibu itu seluas samudra yang nggak berujung. Aku selalu berharap kalau ibu selamanya sama aku,” ujarnya kala itu.
Baca juga: Cik Nyimas Melawan Komplikasi Demi Wujudkan Mimpi Zaki Main di DBL
Ya, kisah perjuangan bu Nyimas untuk menjaga mimpi Zaki di basket sungguh harum. Semua berawal dari pertemuan daring tim DBL Play dengan Bu Nyimas pada 2024 lalu. Kala itu komentar Bu Nyimas di salah satu unggahan akun Instagram DBL Indonesia membuat kami terhubung.
Komentar Bu Nyimas sederhana, ia hanya ingin melihat anaknya (Zaki Novran) main di DBL. Harapan dan doa tersebut dipanjat Bu Nyimas di atas tempat tidur. Doa agar Tuhan masih memberikannya kekuatan untuk bisa melihat sang anak melantai. Saat kami terhubung, Bu Nyimsa sedang terbaring sakit. Beliau bahkan harus cuci darah tiga kali dalam seminggu.
Perjuangan Bu Nyimas bukan hanya melawan rasa sakit yang ada dalam dirinya saja. Tak jarang Bu Nyimas menonton Zaki bertanding. Kehadirannya di pinggir lapangan menjadi tambahan semangat Zaki untuk melantai.
“Asal badan kuat, asal saya tidak sedang di rumah sakit saya selalu sempatkan nonton langsung Zaki tanding,” ujar Bu Nyimas waktu itu.
Penantian itu akhirnya tiba. Pada DBL Palembang 2025, Zaki terpilih masuk dalam daftar skuad SMA BSI Palembang. Bu Nyimas terpantau hadir di pinggir lapangan. Sayang, kala itu putra BSI tumbang. Hal ini pula yang membuat perjalanan Zaki di DBL Palembang berakhir lebih cepat.
Baca juga: Kasih Ibu Nyimas Dewi untuk Zaki Novran Sepanjang Masa
“Zaki itu pengen banget buat main DBL. Semangatnya dia buat ikut DBL itu begitu besar. Saya juga pengen buat lihat dia main di DBL,” ceritanya kala itu.
“Saya peluk dan berbisik ke Zaki. Jangan nangis kuatkan hati. Masih ada tahun depan. Insha Allah tahun depan ada bonus dari Allah,” tambahnya.
Kata-kata itu menjadi obat penenang dari tangisan Zaki di lapangan. Yap, Zaki sadar masih ada setahun lagi untuk berbenah. Semusim lagi untuk kembali melantai dan membuat sang ibu bangga pada dirinya.
“Ibu selalu kasih seratus persen buat aku. Padahal ibu sendiri cuman punya 50 persen, bangga banget aku,” ungkap Zaki.
Bu Nyimas telah mengakhiri pertandingan dengan baik. Bu Nyimas telah mencapai garis akhir dan telah memelihara iman. Menjaga nyala terang Zaki agar tak padam. Menjadi penopang semangat sang anak agar tetap kokoh mengejar cita-cita. Cinta Bu Nyimas kiranya juga menjadi teladan bagi banyak orang tua.
Baca juga: Cinta Zaki Novran ke Ibu Nyimas Dewi Arimbi Seluas Samudra Tak Berujung
“I love you more than anything, Buk,” tutup Zaki. Selamat jalan Bu Nyimas. Swargi langgeng.