“Waktu tahu kalau Junior DBL akan diselenggarakan lagi anak-anak senang sekali dapat kabar itu,” kata Achmad Sobari, pelatih tim basket putri SMPN 7 Bandung di ajang Junior DBL Bandung 2026. Yup, tim basket putri SMPN 7 Bandung terbilang punya sejarah panjang di gelaran Junior DBL Bandung.
Mereka pernah merasakan gelar juara setidaknya dua kali di ajang tersebut. Dan coach Achmad menjadi salah satu pelatih yang sempat merasakan momen tersebut.
“Saya sudah jadi pelatih di SMPN 7 Bandung itu dari 2006. Koreksi kalau saya salah, seingat saya tim putri SMPN 7 Bandung pernah jadi juara di dua edisi Junior DBL,” ujarnya.
Coach Achmad melihat basket bukan sekadar olahraga saja. Punya background sebagai seorang guru olahraga dan suka main basket, membuat coach Achmad mengabdi menjadi seorang pelatih basket.
“Jadi pelatih basket itu bukan cuman mengajarkan soal teknik dan bagaimana caranya main yang benar saja. Tapi juga mengajarkan soal bagaimana anak-anak ini suka main basket, membentuk karakter mereka juga,” ungkapnya.
Coach Achmad lantas menambahkan, “Justru di sana seni dan serunya jadi pelatih. Perbedaan karakter anak bikin kita sebagai pelatih mau nggak mau harus update juga kan. Harus improve juga dengan perkembangan bola basket dan perkembangan karakter anak-anak,”
Kecintaan coach Achmad terhadap bola basket juga ia tularkan pada anaknya. Menariknya, sang anak terdaftar sebagai salah satu sekolah partisipan DBL West Java-East!
“Harusnya kalau tim SMA yang saya pegang bisa menang, saya lawan anak saya kemarin (Kamis 17/9). Sayang, tim yang saya pegang masih belum bisa menang dan saya nggak jadi ketemu anak saya hahahaha,” ceritanya.
Anak dari coach Achmad adalah Syauqi Achmad Muyassar, pemain SMAN 5 Bandung, “Saya nggak meminta dia buat suka di basket. Dia sendiri yang memilih jalan itu dan saya tinggal mengarahkan saja baiknya seperti apa,” terang pelatih yang juga menjadi guru olahraga di SMAN 15 Bandung.
Kembali lagi ke Junior DBL Bandung, coach Achmad berhasil membawa tim putri SMPN 7 Bandung menuju ke babak final di musim ini.
Kepastian itu didapat setelah tim putri SMPN 7 Bandung mengalahkan SMPN 5 Bandung di babak semifinal dengan skor akhir 47-40.
Ayasha Hisanah menjadi pengumpul angka terbanyak dengan raihan dobel-dobel 23 poin dan 11 rebound.
“Fokus saya memang ke pembinaan usia muda seperti di level SMP ini. Karena mengajarkan hal-hal fundamental ke anak-anak itu menurut saya menyenangkan. Basket sudah jadi seperti bagian dari hidup saya. Hampir 20 tahun saya dedikasikan hidup saya untuk basket,” tandasnya.
Tim putri SMPN 7 Bandung akan bertemu SMPN 2 Bandung di partai final Junior DBL Bandung 2026.