Lima koreo disiapkan Tentacles untuk mendampingi tim putra SMAN 10 Surabaya (Bigten) saat menghadapi SMA Vita Surabaya, Sabtu, 19 September 2026. Rangkaian visual itu menjadi bagian dari dukungan mereka dalam Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Salah satu gambar berada di bagian depan tribun. Dua karakter laki laki dan perempuan mengenakan atribut Tentacles. Di sisi kanan dan kiri, terdapat visual anak basket Bigten dengan atribut serta pose yang berbeda.
Susunan tersebut menjadi cara Tentacles menggambarkan dua bagian dalam satu lingkungan sekolah. Karakter di tengah mewakili Tentacles sebagai suporter, sedangkan gambar di sisi kanan dan kiri merepresentasikan anak basket yang bermain di lapangan.
Baca juga: Puisi Sapardi Djoko Damono di Balik Koreo Tentacles
Muhammad Al Afnaf Ramadhan, ketua umum Tentacles, mengatakan konsep itu dibuat untuk menunjukkan hubungan keduanya dalam membawa nama SMAN 10 Surabaya.
"Koreo yang kita bawakan itu menggambarkan Bigten, anak basket, dan anak Tentacles sebagai dua bagian yang berbeda. Tetapi dari perbedaan itu tetap satu dalam memperjuangkan nama baik sekolah. Bigten menunjukkan perjuangan pemain di lapangan, sedangkan Tentacles menunjukkan rasa semangat dan dukungan warga SMAN 10 di tribun," ujar Al.
Di antara tampilan tersebut, terdapat tulisan "Takdir bukanlah untuk ditiru, kemenangan juga harus diperjuangkan". Kalimat itu menjadi salah satu pesan yang disisipkan Tentacles dalam koreografi mereka.
Koreografi Tentacles menampilkan karakter suporter di bagian tengah dengan visual pemain Bigten di sisi kanan dan kiri tribun.
Menurut Al, tulisan tersebut berkaitan dengan cara mereka melihat perjalanan Bigten di Round 2. Mereka ingin keberadaan tim tetap mendapat apresiasi dari warga sekolah, terlepas dari hasil yang didapat dalam pertandingan.
"Kita gak pingin anak basket itu dicap negatif karena mereka sudah pasti enggak lolos. Kita ingin mengubah mindset warga SMAN 10 kalau basket SMAN 10 ini juga sudah memperjuangkan sejauh ini hingga Round 2," jelasnya.
Baca juga: Semar Membuka Cerita, Tentacles Bawa Kisah Ramayana ke Tribun
Persiapan tampilan tribun itu juga melibatkan anak basket. Hampir seluruh pemain ikut turun tangan mengerjakan gambar bersama anggota Tentacles selama sekitar tiga hari, mulai Selasa hingga menjelang pertandingan. Mereka bahkan sepakat tidak sibuk dengan ponsel masing masing ketika sudah mulai memegang kuas agar seluruh pekerjaan bisa diselesaikan bersama.
"Kita pengerjaan tiga hari. Di waktu kita sudah megang kuas, kita enggak boleh megang HP masing masing. Megang HP satu, megang HP semua. Makan satu, makan semua. Jadi kita pengin punya rasa kebersamaan, rasa capek bareng, rasa lapar bareng. Kita pengin punya rasa empati dan kebersamaan buat memperjuangkan almamater sekolah," tutur Al.
Bagi Tentacles, keterlibatan pemain membuat karya yang mereka siapkan terasa lebih dekat dengan tim. Anak basket tidak hanya menjadi bagian dari gambar yang ditampilkan, tetapi ikut membantu membuatnya sebelum pertandingan.
Pemain Bigten nomor punggung 2 melepaskan tembakan saat mendapat penjagaan ketat dari dua pemain SMA Vita Surabaya.
Al menilai hal itu juga menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan kepada warga sekolah. Tim basket tidak semestinya hanya dilihat dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga dari perjalanan mereka selama mengikuti kompetisi.
"Kita sebagai anak Tentacles tidak ingin anak basket itu dicap seperti ini atau itu. Kita pengin menunjukkan bahwa mereka juga sudah memperjuangkan nama baik sekolah. Jadi koreo Bigten dan Tentacles ini sama sama menggambarkan perjuangan nama baik sekolah," lanjutnya.
Baca juga: TENTACLES Angkat Ketenangan Krishna dalam Aksi Koreo di DBL Arena
Setelah dikerjakan selama beberapa hari, seluruh gambar akhirnya terbentang di tribun DBL Arena Surabaya. Karakter Tentacles berada di bagian depan, visual anak basket mengisi sisi kanan dan kiri, sementara tulisan menjadi bagian yang melengkapi tampilan.
Dari kuas yang digunakan bersama hingga visual yang akhirnya memenuhi tribun, karya Tentacles hari itu menjadi bentuk dukungan yang mereka siapkan khusus untuk Bigten. Bukan hanya suara dari tribun, tetapi juga pesan yang mereka sampaikan lewat sebuah koreografi.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMAN 10 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).