ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Sosok Semar menjadi pembuka rangkaian koreografi bertema wayang yang dibawakan Tentacles saat mendukung tim basket SMAN 10 Surabaya (Bigten) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 12 September 2026.

Semar membuka cerita. Gunungan terangkat. Lalu tokoh-tokoh Ramayana muncul di tengah tribun. Tentacles tidak sekadar datang untuk memenuhi tribun ketika SMAN 10 Surabaya (Bigten) menghadapi SMAN 2 Surabaya (Smada), Sabtu, 12 September 2026.

Pada pertandingan kelima Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North itu, suporter Bigten membawa delapan koreografi dengan tema wayang. Ramayana dipilih sebagai cerita utama yang mereka hadirkan.

"Untuk tema yang kita bawakan pada hari ini yaitu koreo wayang. Yang sudah turun-temurun lah, ciri khas dari SMAN 10 yang selalu membawa adat Jawa. Dan SMAN 10 mempunyai hashtag wong jawa ojo lali jawae," ujar Muhammad Al Afnaf Ramadhan, ketua umum Tentacles.

Baca juga: Arek Smada Supporter Bawa Dunia Aztec ke Tribun DBL!

Kisah Sri Rama dan Dasamuka atau Rahwana menjadi dasar dari koreografi tersebut. Bagi Tentacles, cerita itu membawa tiga makna yang mereka kaitkan dengan cara mereka mendukung sekolah, yakni cinta, pengorbanan, dan keberanian.

Aksi capo Tentacles, suporter SMAN 10 Surabaya (Bigten), saat memimpin massa suporter di tribun dengan mengenakan atribut khas adat Jawa dalam ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. 

"Kisah dari Sri Rama dan Dasamuka memiliki tiga makna utama yaitu cinta, pengorbanan dan keberanian. Seperti semangat arek-arek Tentacles dalam mencintai dan membanggakan almamater SMA 10 Surabaya," lanjut Al.

Cerita kemudian dimulai dari bagian depan tribun. Sosok Semar dengan tangan yang dapat bergerak menjadi pembuka. Al menggambarkannya seperti seorang dalang yang mengawali pertunjukan.

"Jadi, awal yang kita keluarkan yaitu pertama itu koreografi di depan yaitu Semar. Nah, Semar itu hitungannya kayak seperti dalang lah kalau bisa disebut seperti dalang. Lalu seperti itu koreo tiga di depan itu turun, gunungan itu naik," jelas Al.

Baca juga: Terjang Takdirmu, Cara Sixteenagers Kawal Sixteen

Ketika Semar turun, gunungan diangkat. Bentuknya menyerupai gapura yang menjadi gerbang untuk masuk ke dalam kisah Ramayana. Gunungan itu pula yang kembali muncul pada bagian penutup, seolah menutup cerita setelah seluruh rangkaian ditampilkan.

Dari sana, tiga koreografi tiga dimensi mengambil bagian. Rahwana hadir dalam bentuk macan berwarna oranye. Ada pula Dewa Indra dan Rama. Koreografi tersebut dibuat agar dapat bergerak, membuat tokoh-tokoh dalam cerita tidak hanya terlihat sebagai gambar yang diam di tribun.

Tampilan koreografi gunungan yang diangkat di tengah tribun sebagai gerbang pembuka kisah Ramayana yang dibawakan oleh suporter SMAN 10 Surabaya. 

Tentacles juga menyiapkan koreografi kertas dengan empat lapisan. Ketika lapisan-lapisan tersebut disusun, muncul tulisan Antawisnu, Napas, dan Lan Tresno.

"Yang artinya di antara semangat dan cinta ada harapan arek-arek Tentacles yang mendukung penuh untuk seluruh ekstrakurikuler yang ada di SMA 10," tutur Al.

Cerita yang dibawa ke tribun itu juga diperkuat lewat penampilan para suporter. Sejumlah anggota mengenakan blangkon, terutama bagian perkusi, giant flag, dan capo. Atribut capo turut disesuaikan dengan tema Jawa, lengkap dengan kain dan unsur yang mendukung konsep tersebut.

Baca juga: Guts Jadi Simbol Keyakinan Gambes Mania untuk Libels

Delapan koreografi itu dikerjakan selama empat hari. Ada rangka yang harus dibuat, batik yang digambar, hingga bahan-bahan yang harus dicari. Semuanya dikerjakan secara bertahap karena setiap bagian memiliki prosesnya masing-masing.

"Jadi pengerjaan kita itu tidak semua langsung dikerjakan, tapi satu per satu kita kerjakan. Satu selesai, satu selesai. Kalau semisal langsung semua, jelas dalam waktu jangka pada hari itu sangat tidak mungkin," ujar Muhammad Akmal Yoli Adhitya, wakil ketua korlap Tentacles.

Koreografi kertas berlapis yang dipadukan dengan visual karakter tiga dimensi Sri Rama dan Dasamuka dihadirkan oleh suporter Tentacles untuk memperkuat cerita di tribun DBL Arena.

Koreografi tiga dimensi menjadi salah satu bagian yang paling membutuhkan perhatian. Tentacles harus memastikan setiap bagiannya dapat bergerak sesuai konsep. Mereka bahkan memiliki teknik khusus yang tidak bisa dijelaskan secara rinci.

Koreografi kertas juga memiliki tantangan tersendiri. Setiap anggota harus menyesuaikan barisan agar lapisan yang mereka pegang dapat membentuk tulisan dan gambar dengan jelas ketika dilihat dari tribun.

Baca juga: Sinluiers Bawa Alice Hadapi Perjalanan Baru

Untuk menyatukan pemahaman seluruh anggota, Tentacles tidak melakukan latihan penuh. Mereka memilih melakukan briefing sebanyak tiga kali. Briefing pertama dilakukan pada Jumat, kemudian Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 hingga 09.00, dan kembali dilakukan setelah mereka tiba di lokasi pertandingan.

Empat hari tersebut juga menjadi waktu bagi banyak orang untuk ikut mengambil bagian. Siswa kelas X, XI, XII hingga alumni turun tangan dalam proses pengerjaan. Alumni tidak hanya memberikan pendapat dan saran, tetapi juga ikut memantau. Ketika ada bagian yang dirasa kurang tepat, mereka membantu mengarahkan.

Salah satu bentuk koreografi tiga dimensi bertema pewayangan yang menampilkan sosok Sri Rama (beserta tokoh Ramayana lainnya), dikerjakan secara gotong royong oleh siswa dan alumni SMAN 10 Surabaya selama empat hari.

Konsepnya pun tidak datang dari satu orang. Al mengatakan, Tentacles membuka ruang bagi siswa, koordinator, hingga alumni untuk menyampaikan gagasan. Semua pendapat dikumpulkan sebelum dipilih menjadi konsep yang mereka bawa ke tribun.

"Bukan perseorangan. Jadi, ada kita menerima saran dari alumni, ada kita menerima dari non-koor seperti anak warga, sekolah biasa, ada dari anak koor. Jadi, kita itu semua argumen-argumen kita tangkap, kita ringkas, apa yang kita pilih, apa yang paling bagus, itu yang kita ambil," kata Al.

Baca juga: Thirteen Rangers Jadi Pengembara, Menyusuri Cerita di Setiap Perjalanan

Pengerjaan dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi tidak di dalam area sekolah. Mereka menghindari risiko merusak fasilitas dan mendapat bantuan dari pihak sekolah melalui perizinan. Guru pembina Tentacles, Pak Rahmat, membantu dari sisi internal, termasuk memberikan izin pengerjaan di luar jam pembelajaran.

Ada pula batas waktu yang mereka sepakati. Pengerjaan tidak dilakukan melewati pukul 22.00. Setiap harinya, Tentacles membuat target agar bagian yang dikerjakan dapat diselesaikan sebelum mereka meninggalkan lokasi.

Setelah empat hari, delapan koreografi itu akhirnya berkumpul di satu tribun. Semar, gunungan, Rahwana, Dewa Indra, Rama, hingga koreografi kertas menjadi bagian dari satu cerita yang mereka susun bersama.

Detail koreografi bergerak berukuran besar yang menampilkan tokoh pewayangan Rahwana di atas kendaraan gajah, sebagai bagian dari cerita Ramayana karya Tentacles untuk mendukung perjuangan tim basket Bigten.

Bahkan warna cokelat yang digunakan Tentacles memiliki arti tersendiri. Bagi mereka, warna tersebut menggambarkan kebersamaan. Makna itu sejalan dengan proses yang mereka jalani, ketika konsep tidak hanya ditentukan koordinator, tetapi dibicarakan bersama dengan orang-orang dari lingkungan SMAN 10 Surabaya.

Pada akhirnya, semua yang dikerjakan Tentacles kembali kepada satu tujuan, mendukung Bigten dan menjaga nama baik sekolah.

"Tetap semangat dalam menjunjung prestasi nama baik sekolah," pesan Al.

Baca juga: Moana Berlayar, Pak Soegiarto Tumbuh dalam Ingatan Smanda Force

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil SMAN 10 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS