Bagi Aqylla Kania Adjas, Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship seharusnya menjadi panggung untuk melanjutkan perjalanan bersejarah bersama srikandi SMA Bina Nusantara Simprug (Stingers).
Sebagai debutan, Stingers berhasil melampaui ekspektasi dengan mengamankan posisi runner-up DBL South Jakarta 2026. Pencapaian itu sekaligus mengantarkan mereka untuk pertama kalinya tampil di babak Championship.
Perjalanan tersebut tentu menyimpan kebanggaan tersendiri bagi Aqylla. Terlebih, ia bukan sekadar bagian dari skuad Stingers, melainkan juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai kapten sekaligus salah satu poros utama.
Sayangnya, langkah bersejarah itu harus diwarnai sebuah kejadian yang tak pernah diharapkan. Pada pertandingan terakhir Stingers melawan SMA 1 PSKD Jakarta (PSKD 1), Rabu, 21 Oktober 2026, Aqylla justru harus mengakhiri penampilannya lebih cepat. Ia hanya sempat berjuang di medan pertempuran selama 1 menit 41 detik sebelum cedera memaksanya menepi.
Saat hendak melakukan gerakan pivot, lutut Aqylla mengalami cedera akibat gerakan memutar. Rasa tidak nyaman itu membuatnya tak lagi bisa melanjutkan pertandingan.
.jpg)
Potret Aqylla Kania saat mendapat perawaan di bangku cadangan
Aqylla akhirnya harus merelakan dirinya menepi dari pertandingan. Ia sempat mencoba berjalan untuk memastikan kondisi kakinya saat berada di bangku cadangan. Namun, tim pelatih tetap memilih untuk tidak mengambil risiko dengan mengizinkannya kembali bermain. Terlebih, Aqylla masih harus menjalani pemeriksaan MRI guna mengetahui lebih jauh kondisi cedera yang dialaminya.
“Awal-awal yang pasti aku nangis dulu. Jujur, perasaan aku lumayan sedih,” ungkapnya.
Baca Juga: Di Balik Perjalanan Chikal Kirana, Ada Sosok Ayah yang Selalu Jadi Tempat Pulang
Cedera tersebut sejatinya bukan kali pertama menghampiri Aqylla sepanjang kompetisi. Sebelumnya, ia juga sudah mengalami masalah pada area yang berbeda, tepatnya pada pergelangan kaki ketika berhadapan dengan SMAN 47 Jakarta (Forsev) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Meski kondisinya sempat membengkak, ia tetap berusaha melanjutkan pertandingan karena merasa tim masih membutuhkannya.
“Kalau kekhawatiran sih, pasti. Pas lawan Forsev, engkel aku sudah pernah bengkak, tapi aku juga dibutuhkan buat main. Jadi, aku paksa saja. Apalagi kalau sudah main, adrenalin aku naik, jadi enggak terlalu terasa sakit,” cerita Aqylla.
Bagi seorang kapten yang terbiasa berada di tengah perjuangan tim, harus menyaksikan pertandingan dari luar lapangan tentu bukan pengalaman yang mudah. Apalagi, momen tersebut datang ketika Stingers sedang menikmati kesempatan pertama mereka bersaing di panggung Championship.
Meski begitu, ada satu hal yang tetap tidak bisa direnggut dari Aqylla, yakni rasa bangga terhadap pencapaian timnya. Ia menyadari betapa jauh langkah yang sudah mereka tempuh sejak pertama kali mengikuti kompetisi ini.
“Kalau bangga, jujur aku bangga banget. Soalnya, tahun ini kan kita juga baru debut. Awalnya kita enggak menargetkan apa-apa karena enggak semua pemain punya pengalaman di basket,” tuturnya.
Baca Juga: Mimpi Final DBL Jakarta yang Menyimpan Makna Lain bagi Joshua Exaudi
Bahkan, menurut Aqylla, target awal Stingers tidak pernah sampai membayangkan bisa melangkah ke partai final. Mereka hanya ingin menikmati setiap pertandingan dan menjalani kompetisi tanpa terbebani ekspektasi berlebihan.
Di balik pencapaian itu, Aqylla juga tak melupakan dukungan orang-orang yang ikut mengiringi perjalanan Stingers. Ia merasa kehadiran para suporter menjadi salah satu hal yang membuat langkah tim debutan ini begitu berkesan.
“Aku berterima kasih banget sama orang-orang yang sudah support Stingers karena rela datang dan meluangkan waktunya. Aku bangga banget soalnya sekolah aku termasuk punya murid yang sedikit, tapi support-nya bisa lebih,” ujarnya.
Kini, setelah melewati musim debut yang penuh cerita, Aqylla punya satu harapan besar untuk perjalanan berikutnya. Ia ingin kembali bersama Stingers dengan persiapan yang lebih matang dan membawa timnya melangkah lebih jauh.
“Next year, kita pasti sudah ada target. Semoga kita bisa masuk Indonesia Arena,” harapnya.
Cedera mungkin membuat Aqylla harus mengakhiri langkahnya di Championship lebih cepat dari yang diharapkan. Namun, perjalanan Stingers musim ini telah memberinya pengalaman yang tak sedikit. Dari tim debutan yang awalnya hanya ingin menikmati pertandingan, mereka kini punya mimpi yang lebih besar untuk dikejar.
Terlebih bagi Aqylla, musim depan bukan sekadar kesempatan untuk kembali bermain. Ada perjalanan yang ingin dilanjutkan, serta sebuah mimpi besar untuk membawa Stingers sampai ke Indonesia Arena.
DBL Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)