Roro Ayu Almira Kusuma Dewi akhirnya mendapatkan kesempatan yang sudah ia nantikan. Setelah lebih dulu mencicipi persaingan DBL lewat kategori 3x3 pada musim lalu, student-athlete MAN 4 Jakarta itu akhirnya bisa mengenakan jersei Almode untuk berlaga di kategori 5on5.
Sayangnya, pengalaman pertama yang begitu dinantikan tersebut harus berakhir lebih cepat dari harapan.
Tim putri MAN 4 Jakarta (Almode) sejatinya baru kembali meramaikan persaingan 5on5 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Jakarta setelah terakhir kali berpartisipasi pada 2024.
Namun, comeback Almode belum berjalan mulus. Mereka harus mengakui keunggulan SMAN 3 Jakarta dengan skor 17-29 pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Di tengah kekalahan tersebut, Roro menjadi sosok yang paling banyak menyumbangkan angka untuk Almode. Ia membukukan 14 poin, 5 rebound, dan 3 steal dalam pertandingan yang sekaligus menjadi debutnya di kategori 5on5.
Baca Juga: Kilas Balik Keseruan Final DBL Jakarta di Indonesia Arena dari Tahun ke Tahun
Bagi Roro, hasil tersebut tentu menyisakan perasaan yang sulit dijelaskan. Ada kebahagiaan karena akhirnya bisa merasakan atmosfer pertandingan 5on5, tetapi ada pula kekecewaan karena perjalanan yang baru dimulai sudah harus terhenti.
“Jujur, pastinya sedih dan kecewa karena kami harus mengakhiri perjalanan lebih cepat dari yang diharapkan. Tapi, hal itu nggak akan menjadi penghalang buat aku untuk tetap berjuang dan berusaha lebih baik lagi,” ungkap Roro.
Meski demikian, Roro tidak ingin membiarkan hasil pertandingan menghapus kebahagiaan yang sempat ia rasakan selama menjalani debutnya.
Student-athlete kelas XI tersebut mengaku begitu menikmati kesempatan bermain di hadapan para suporter. Baginya, atmosfer 5on5 menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan musim sebelumnya.
“Seneng banget pastinya, akhirnya tahun ini aku bisa ngerasain langsung bermain di 5on5. Bisa merasakan atmosfer pertandingan yang jauh lebih besar, apalagi dengan banyaknya suporter yang datang untuk dukung dan ngasih semangat,” ceritanya.
“Dukungan dan teriakan dari tribun itu benar-benar punya energi yang berbeda banget buat aku,” sambungnya.
Mungkin itulah salah satu alasan mengapa Roro enggan menyerah ketika Almode mulai kesulitan mengejar ketertinggalan.
Ketika jarak poin semakin melebar, Roro justru merasa memiliki alasan lebih besar untuk terus berjuang. Ia ingin membuktikan bahwa Almode tidak datang hanya untuk sekadar meramaikan kompetisi.
“Sama sekali nggak pernah terpikir untuk putus asa. Justru ketika melihat selisih poin semakin jauh, itu menjadi semangat dan motivasi tersendiri buat aku,” ujarnya.
“Aku ingin membuktikan bahwa Almode juga bisa bersaing dan punya kemampuan untuk memberikan perlawanan. Aku juga ingin menunjukkan bahwa kami bisa terus berkembang dan menjadi lebih baik,” lanjutnya.
Baca Juga: Tembok Keraguan yang Diruntuhkan Dirham dengan Tekad Baja

Aksi penggawa MAN 4 Jakarta, Roro Ayu Almira Kusuma Dewi saat berlaga di DBL South Jakarta 2026
Semangat tersebut juga tidak datang begitu saja. Roro mengaku selalu mengingat orang-orang yang telah mendukungnya sejak masa persiapan.
Keluarga, sahabat, hingga teman-teman menjadi alasan mengapa ia ingin terus memberikan yang terbaik, bahkan ketika keadaan di lapangan tidak berpihak kepadanya.
“Yang bikin aku terus berjuang sampai akhir adalah orang-orang yang sudah mendukung aku dari awal perjalanan, mulai dari latihan sampai pertandingan. Terutama orang-orang terdekat aku, keluarga, sahabat, dan teman-teman yang selalu ada dan memberikan dukungan, baik ketika menang maupun kalah,” tuturnya.
Sebelum kompetisi dimulai, Roro dan rekan-rekannya sebenarnya telah membayangkan perjalanan yang lebih panjang.
Mereka berharap bisa menembus Championship Series. Terlebih, adanya kesempatan bagi tim Fantastic Four melalui fase play-in membuat mimpi menuju Indonesia Arena terasa semakin terbuka.
“Sebenarnya, harapan kami besar banget untuk bisa masuk ke Championship Series. Apalagi tahun ini tim Fantastic Four juga akan memasuki tahap play-in yang bisa membuka kesempatan untuk melangkah sampai Indonesia Arena,” jelasnya.
Harapan itu memang belum terwujud. Namun, bagi Roro, Indonesia Arena masih menjadi tempat yang ingin ia datangi sebagai student-athlete, bukan sekadar penonton.
Ia membayangkan bagaimana rasanya bertanding di tengah atmosfer Final DBL Jakarta yang selama ini dikenal begitu meriah.
Baca Juga: Elliott dan Lennox, Kakak-adik yang Antar Kanisius Raih Gelar Keempat
“Menurut aku, Indonesia Arena bukan sekadar tempat untuk bertanding, tetapi juga menjadi impian bagi banyak anak basket SMA. Bisa bermain di sana tentu akan menjadi pengalaman dan kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.
Menariknya, Roro masih memiliki kesempatan untuk memperjuangkan mimpi tersebut. Hanya saja, waktu yang tersisa tidak banyak.
Tahun depan, Roro akan memasuki kelas XII. Artinya, musim 2027 bakal menjadi kesempatan terakhirnya mengenakan jersei Almode di panggung DBL.
Ia pun tidak ingin mengulangi cerita yang sama.
“Pastinya ada rasa kecewa karena kesempatan itu belum bisa kami dapatkan tahun ini. Tapi, aku nggak mau menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk berhenti,” katanya.
“Justru ini akan menjadi motivasi buat aku untuk berusaha lebih keras, berlatih lebih giat, dan membangun tim yang jauh lebih kompak lagi,” imbuhnya.
Keinginannya untuk membawa Almode melangkah lebih jauh bukan satu-satunya mimpi yang sedang ia perjuangkan.
Di luar kompetisi antarsekolah, Roro juga bercita-cita tampil sebagai perwakilan tim provinsi sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi. Bahkan, ia menyimpan harapan untuk suatu hari mengenakan jersei Tim Nasional Indonesia.
“Untuk saat ini, mimpi terdekat aku adalah bisa bermain dengan baik sebagai perwakilan tim provinsi, kemudian terus melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Pastinya aku juga punya mimpi besar untuk bisa membela Indonesia melalui Tim Nasional,” jelasnya.
Namun, sebelum melangkah sejauh itu, Roro masih memiliki satu urusan yang ingin ia tuntaskan bersama Almode.
Ia ingin kembali merasakan atmosfer 5on5 yang begitu berkesan pada musim debutnya. Bedanya, kali ini Roro berharap perjalanan tersebut tidak lagi berakhir setelah satu pertandingan.
“Pastiii dong, bisa bermain di Indonesia Arena tahun depan jadi salah satu mimpi terbesar aku. Pastinya butuh perjuangan, pengorbanan, dan kerja sama tim yang lebih kuat untuk sampai ke sana,” ucap Roro.
“Aku pengen banget ngerasain atmosfer pertandingan di Indonesia Arena, semoga tahun depan bisa terwujud bareng Almode. Aamiinn,” tambahnya.
Roro memang belum berhasil membawa Almode melangkah jauh pada musim ini. Namun, pengalaman pertamanya di kategori 5on5 telah memberinya alasan untuk kembali dengan persiapan yang lebih matang.
Baca Juga: Waspada Penipuan! Tiket Final DBL Jakarta Hanya Dijual di DBL Play dan Gopay
Setelah menunggu kesempatan untuk menjalani debut, kini Roro justru menantikan satu kesempatan terakhir untuk menuntaskan apa yang belum berhasil ia capai.
Sebab, cerita Roro bersama Almode belum selesai.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)