Menjadi pelatih bukan hanya tentang menyusun permainan atau memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Bagi Desandrew Pudyo Tinoto Adiwidjaja, ada bagian lain yang tidak kalah penting, memahami pemain yang sedang ia hadapi.
Sebab, pemain dari satu generasi dengan generasi berikutnya tidak selalu datang dengan cara yang sama.
Hal itu kembali ia rasakan ketika mendampingi SMA Gloria 1 Surabaya di Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North.
Rabu, 23 September 2026, Gloria berhadapan dengan SMAN 1 Puri Mojokerto (Castle) di DBL Arena Surabaya. Gloria 1 mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 39-12.
Baca juga: Cara Jessica Gunawan Bangun Kekompakan Putri Gloria 1
Hasil tersebut memang menjadi milik Gloria 1. Namun, perhatian Coach Desandrew tidak berhenti pada angka di papan skor.
Musim ini, Gloria 1 masih membangun kembali timnya. Lima pemain baru membuat proses pembentukan karakter dan permainan harus berjalan lagi dari awal.
"Masih dalam proses. Ini tim yang juga baru terbentuk, ada lima anak yang baru. Kemudian kita bentuk ulang lagi. Jadi karakter dan ini masih butuh proses untuk dilatih lagi. Setiap game adalah proses pembelajaran buat kami," tuturnya.
Salah satu hal yang terus dibangun adalah komunikasi.
Baca juga: Dari Ajakan Papa, Felix Temukan Rumah di Basket
Di lapangan, pemain perlu tahu kapan harus berbicara, memahami tanggung jawabnya, dan membaca situasi ketika sistem pertahanan berjalan.
"Komunikasi yang jelas. Kemudian tanggung jawab masing-masing harusnya seperti apa. Dari situ dibangun satu per satu dulu tanggung jawab defense-nya. Kemudian komunikasi yang benar. Nah, rotasinya seperti apa, Itu yang jadi fokus kita," jelasnya.
Coach Desandrew memberikan arahan kepada pemain Gloria 1 saat jeda pertandingan.
Bagi Coach Desandrew, perhatian terhadap komunikasi juga berkaitan dengan pengalaman panjangnya mendampingi pemain.
Ia sudah menjadi bagian dari Gloria 1 sejak 2005. Lebih dari 2 dekade berada di lingkungan yang sama membuatnya melewati banyak pergantian generasi.
Baca juga: Styfen Pedro Bawa Cinta Kasih Orangtua dari Palu ke DBL Arena!
Setiap pergantian itu membawa kebiasaan dan cara berkomunikasi yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang berhasil pada satu kelompok pemain belum tentu bisa digunakan dengan cara yang sama pada kelompok berikutnya.
"Setiap masa pasti beda cara pembicaraannya, cara perlakuannya. Nah, makin kemari ya makin beda juga," katanya.
Salah satu perubahan yang ia rasakan datang dari cara pemain memperoleh informasi.
Di era sekarang, pemain bisa menemukan banyak hal hanya melalui internet. Mereka juga lebih terbiasa mencari tahu dan mempertanyakan alasan di balik sesuatu yang diberikan oleh pelatih.
Baca juga: Merantau ke Surabaya, Kiarra Ingin Cari Tantangan Baru!
Bagi Coach Desandrew, perubahan itu membuat dirinya juga perlu terus mengikuti perkembangan pemain.
"Jadi, akhirnya ya kita selalu harus up to date dengan keberadaan anak-anak. Kemudian, bagaimana cara komunikasi mereka, bagaimana kita bisa tetap bisa masuk ke dalam mereka seperti apa," lanjutnya.
Bukan berarti pemain harus selalu mengikuti cara pelatih.
Coach Desandrew justru melihat prosesnya sebagai pertemuan dua arah. Ia perlu memahami bagaimana pemain berpikir agar pesan yang diberikan bisa sampai, sementara pemain tetap belajar memahami apa yang dibutuhkan tim.
Dari sana, basket bagi Coach Desandrew berkembang menjadi sesuatu yang lebih panjang daripada pertandingan.
Baca juga: Dulu Nonton Koko Bertanding, Kini Kenzo Punya Mimpi yang Sama
Selama mendampingi pemain, ia tidak hanya melihat bagaimana kemampuan mereka tumbuh di lapangan. Ia juga memperhatikan bagaimana mereka membawa karakter dan pengalaman dari basket ketika sudah melangkah ke kehidupan berikutnya.
Karena pada akhirnya, setiap pemain akan memiliki jalan masing-masing.
Ada yang melanjutkan basket. Ada pula yang meninggalkan lapangan dan menjalani kehidupan di bidang lain. Namun, pengalaman selama berada di dalam tim tetap bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka.
"Kalau basket gitu-gitu saja. Menang kalah ya sudah gitu-gitu saja. Tapi individual yang berbeda," ujarnya.
Baca juga: 20 Tahun Kawal Basket Sinlui, Pak Novan Konsisten Menjaga Standar Seluruh Pemain
Itulah yang membuat Coach Desandrew tidak menempatkan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran.
Kadek Kiara Valerie Tiyasa (nomor punggung 9), pemain SMA Gloria 1 Surabaya, membawa bola menuju area pertahanan lawan.
"Jadi bagaimana kita menjadi berkat buat anak-anak dan anak-anak bisa menjadi berkat buat lingkungannya. Membawa mereka untuk tahu jadi diri mereka, membawa mereka untuk tahu tentang kehidupan selanjutnya itu yang lebih penting daripada hanya sekadar basketnya," sambungnya.
Dengan demikian, 2 dekade bersama Gloria 1 membuatnya melihat cukup banyak pemain tumbuh di hadapannya.
Ada yang berkembang lewat kemampuan bermain. Ada pula yang mungkin tidak selalu paling menonjol di lapangan, tetapi meninggalkan kesan melalui kerja keras dan karakter.
Hal-hal seperti itu yang kemudian tinggal lebih lama dibanding hasil sebuah pertandingan.
Baca juga: Nostalgia Main Bersama, Ian dan Matthew Kembali Bersatu untuk Putra Sinlui
Kini, Coach Desandrew kembali mendampingi generasi baru Gloria 1. Timnya masih mencari bentuk, sementara dirinya kembali menemukan cara untuk memahami pemain yang berbeda dari generasi sebelumnya.
Satu pertandingan memberi pengalaman baru. Satu generasi memberi pelajaran baru.
Dan ketika semua itu bertemu, ada satu prinsip yang tetap ia pegang. Bukan untuk membuat pemain terlalu lama menikmati kemenangan, juga bukan untuk membiarkan mereka larut dalam kekalahan.
"Pertama Karakter. Yang kedua, selalu berpikir buat next. Karena begitu kita terlalu euforia dengan keadaan yang sekarang atau terlalu down dengan keadaan sekarang, kita akan lupa buat next. Kita akan lupa dengan apa yang seharusnya kita lakukan selanjutnya, perbaikan apa yang harus kita lanjutkan selanjutnya,” pungkasnya.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Putri NSA Kompak Melaju ke Playoffs!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Desandrew Pudyo Tinoto Adiwidjaja bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 1 Puri Mojokerto vs SMA Gloria 1 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).