Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Jakarta kembali diramaikan oleh penampilan yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia. Melalui tema “100% Indonesia”, para dancer telah menghadirkan berbagai cerita yang terinspirasi dari kehidupan serta kebudayaan masyarakat Indonesia.

Dua di antaranya datang dari SMA Al-Maruf (Aglow) dan SMAN 67 Jakarta (Venidici). Aglow membawa konsep kemeriahan budaya Betawi, sedangkan Venidici mengangkat tema pahlawan nasional. 

Aglow membuka penampilannya dengan menghadirkan properti ondel-ondel yang menjadi salah satu identitas khas budaya Betawi. Aksi jempalit di tengah penampilan sukses membangkitkan antusiasme penonton di tribun.  

Nuansa warna-warni yang mendominasi kostum para dancer turut memperkuat kesan meriah yang lekat dengan budaya Betawi. Tak hanya itu, penggunaan properti bajaj juga menjadi salah satu elemen yang menarik perhatian. 

Alur pertunjukan Aglow mengisahkan warisan budaya yang perlahan mulai terlupakan di tengah pesatnya perkembangan Jakarta. Dalam cerita tersebut, ondel-ondel hadir sebagai simbol penjaga dan pelindung warisan budaya.

Gerakan modern yang dipadukan dengan unsur tradisional untuk menggambarkan adanya konflik ketika budaya lama mulai tergeser oleh perkembangan zaman. Namun, perbedaan tersebut bukan akhir dari segalanya. Sebaliknya, pertemuan antara tradisi dan modernitas menjadi awal terciptanya sebuah perpaduan baru.

Bagi Aglow, budaya tradisional akan terus hidup selama masih ada generasi yang bersedia mengenal, mencintai, dan membawanya menuju masa depan.

Baca Juga: Kisah Mistis hingga Keindahan Nusantara Warnai AQUA DBL Dance 2026 East Jakarta 

Penampilan tim dance SMAN 67 Jakarta di AQUA DBL Dance 2026 East Jakarta

Sementara itu, Venidici mengangkat tema pahlawan nasional dalam penampilannya.

Pertunjukan diawali melalui formasi hidup (tableau) yang merekonstruksi lukisan ikonik “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh. Adegan tersebut menjadi pembuka yang ikonik sebelum penampilan berlanjut dengan iringan lagu tradisional yang mengiringi koreografi para dancer.

Kostum berwarna biru tua yang dipadukan dengan selendang hijau menghadirkan kesan berwibawa sekaligus sebagai representasi kekayaan budaya Indonesia. Kehadiran properti kipas merah kemudian memberikan sentuhan elegan yang semakin memperkuat visual penampilan Venidici.

Tak berhenti di situ, koreografi yang terinspirasi dari girlband Indonesia, no na, turut menjadi bagian dari pertunjukan. Lewat koreografi tersebut, Venidici kembali memadukan berbagai elemen kearifan lokal, termasuk penggunaan properti galon dan elemen lainnya.

Melalui keseluruhan pertunjukannya, Venidici membawa pesan mengenai keberanian, kekayaan budaya, serta semangat pantang menyerah dalam mempertahankan keyakinan.

Sementara itu, penggunaan koreografi tableau menjadi simbol bahwa meskipun tubuh seseorang dapat ditawan, semangat dan perjuangannya tidak akan pernah berhenti. Gelora tersebut akan terus diwariskan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga: Hawks Suguhkan Reog Ponorogo, Syncrotez Tampil Memukau

AQUA DBL Dance 2026 East Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.

Populer

Sempat Homesick, Evelyn Papuana Belajar Makna Tangguh di Perantauan
Puspa dan Rini, Saudara Kembar yang Belum Tuntas Mengejar Gelar Juara
Tanamkan Disiplin, Coach Anton Bawa CHIS Tembus Final DBL untuk Pertama Kalinya!
Hegemoni Terjaga, Benzar Kunci Gelar Keempat Beruntun DBL North Sulawesi
DBL Super Teacher: Dede Rahmat Hidupkan Seni dan Kreativitas di Biak