Abdullah Ilham Alfarisi, atau yang akrab disapa Faris, pernah merasa tertinggal ketika pertama kali mengenal basket. Saat duduk di kelas VII SMP, ia baru mulai belajar olahraga yang sudah lebih dulu ditekuni beberapa teman di sekitarnya.

Faris bahkan sempat merasa terasing di lingkungan basket. Selama hampir seminggu, ia jarang mendapat kesempatan memegang bola. Namun, kondisi tersebut justru membuatnya mencari cara sendiri untuk berkembang.

Ia membeli bola dan mulai berlatih di rumah. Teknik-teknik dasar basket dipelajarinya secara mandiri melalui video di media sosial.

“Bahkan megang bola seminggu pun hampir tidak pernah. Akhirnya saya punya tekad sendiri, saya beli bola dan latihan di rumah sambil lihat cara di TikTok,” tutur Faris.

Baca juga: “I Wish” Yuan Berbuah MVP di AZA 3X3 East Java-East

Sebelum memilih basket, Faris sebenarnya sempat mencoba berbagai kegiatan. Ia pernah mengikuti olimpiade matematika, silat, hingga marching band. Ia bahkan sempat meraih juara di silat.

Namun, basket terasa berbeda baginya. Setelah diajak seorang teman dan melihat sesi sparing, muncul keinginan untuk benar-benar menekuni olahraga tersebut.

“Tapi meskipun sudah kayak gitu, aku lebih milih di basket. Entah kenapa, bukan cuma lingkungannya yang nyaman bagi aku, hanya dribble-an bola juga buat aku makin gila di basket,” ujarnya.

Alih-alih menjadikannya alasan untuk berhenti, justru membuat Faris menetapkan standar untuk dirinya sendiri. Ia ingin membuktikan bahwa keterlambatan memulai bukan berarti harus selamanya berada di belakang.

“Tekad saya dari awal ingin usaha saya lebih dari siapapun. Enggak peduli saya kalah start, sampai saya rasa bisa benar-benar lewatin mereka,” katanya.

Baca juga: Hikmah Mandala Juara AZA 3X3 East Java-East Sektor Putri Lewat Drama Overtime

Sejak saat itu, Faris selalu membawa target dalam bermain basket. Bahkan ketika masih SMP, ia sudah menyimpan satu keinginan yang belum berhasil diwujudkan, menjadi juara.

“Meskipun banyak pencapaian di cabor lain, dari SMP saya cuma ingin bisa juara di basket dan enggak tercapai sama sekali. Saya target masuk SMA harus bisa juara dan melebihi alumni prestasinya,” tuturnya.

Kesempatan tersebut akhirnya datang ketika Faris duduk di kelas XI. Bersama SMAN 1 Gending, ia menjalani debut di AZA Competition 3X3 2026 East Java-East.

Awalnya, Faris dan rekan-rekannya tidak memiliki rencana untuk mengikuti 5on5. Mereka kemudian mematangkan persiapan untuk 3X3 dan memilih memaksimalkan kesempatan yang ada.

Sebagai tim debutan, SMAN 1 Gending tidak datang ke Jember sekadar untuk merasakan atmosfer kompetisi. Faris mengatakan target mereka sejak awal memang sudah jelas.

“Dari awal tujuan kita ke Jember ingin juara, bukan hanya ingin menampilkan nama,” ujarnya.

Perjalanan menuju Jember sendiri membutuhkan waktu sekitar tiga jam dari Gending. Namun, tantangan mereka tidak berhenti di perjalanan. Setelah pertandingan pertama, tim sempat menghadapi situasi yang hampir membuat mereka tidak melanjutkan kompetisi.

Faris dan rekan-rekannya kemudian berusaha mencari tempat tinggal sementara di Jember agar tetap bisa mengikuti pertandingan. Mereka memilih bertahan dengan satu keyakinan yakni membawa pulang gelar juara.

“Lebih terharunya buat sampai ke Jember, saya bersama tim berangkat dengan melewati berbagai rintangan yang mungkin hampir memberhentikan atau tidak melanjutkan match selanjutnya setelah pertandingan pertama selesai,” ceritanya.

Perjuangan tersebut berakhir sesuai target. SMAN 1 Gending keluar sebagai juara AZA 3X3 East Java-East sektor putra pada debut mereka.

Baca juga: Debutan Juara, SMAN 1 Gending Raih Gelar Putra AZA 3X3 East Java-East

Faris turut menyumbang total 16 poin sepanjang gelaran. Catatan tersebut kemudian dilengkapi dengan penghargaan MVP AZA 3X3 East Java-East sektor putra.

Gelar MVP itu sempat membuat Faris terkejut. Namun, sejak awal ia memang tidak ingin pikirannya terlalu jauh dari target yang sudah dibawanya sejak SMP.

“Agak kaget sih. Tapi sebagai manusia saya pasti kepikiran untuk bisa cetak poin. Cuma pikiran saya selalu teguh ingin juara,” tutupnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Dominasi Tak Tergoyahkan, Zion Pertahankan Threepeat DBL South Sulawesi
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta 2026, Sabtu, 26 September 2026
3 Senior Cedera, Debut Alfian Antar Esemkada ke Final!
Layup Vian Azmi Selamatkan Skuad Dust dari Jurang Kekalahan
Jadwal dan Link Streaming DBL East Java-North 2026, Sabtu 26 September 2026