Keputusan untuk melanjutkan pendidikan SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta sebenarnya bukanlah pilihan yang mudah untuk Cherdio Putra Javawinthsa.
Lahir dan dibesarkan di Pekanbaru, Riau, Cherdio sudah didorong oleh orangtuanya untuk merantau setelah lulus SMP. Akan tetapi, jika bersekolah di Yogyakarta, maka ia akan berjarak sekitar 1.800 kilometer dengan keluarganya.
Bagaimanapun, setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi yang matang, Cherdio akhirnya yakin untuk bersekolah di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta (Stero).
“Kami melihat itu bukan hanya sebagai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga ruang baginya untuk belajar bersosialisasi, beradaptasi, berorganisasi, serta mengenal teman-teman dengan latar belakang yang beragam,” ujar Widiyono, ayah dari Cherdio.
Kedua orangtua Cherdio juga awalnya merasa berat untuk melepasnya. Namun, mereka harus melakukan itu agar Cherdio dapat belajar untuk menemukan arah hidupnya sendiri. Untuk masa depannya.
Baca juga: Jalani Laga Debut, Tripoin Azra Langsung Jadi Penentu Kemenangan Mache!
Bermain di Honda DBL with Kopi Good Day D.I Yogyakarta juga menjadi salah satu pertimbangan Cherdio ketika memilih Stero.
“Dia pernah cerita kepada kami bahwa dia ingin punya pengalaman bermain di DBL. Sebagai orang tua, kami melihat itu sebagai mimpi yang positif. Selama dia mau berlatih, disiplin, dan menjalani prosesnya dengan sungguh-sungguh, tentu kami dukung,” jelas sang ayah.
Selain itu, Cherdio juga merasa bahwa bermain bersama Stero di panggung DBL akan mendatangkan banyak tantangan baru. “Benar-benar mimpi saya adalah bermain di DBL. Saya ingin melihat apakah saya bisa tetap berkembang ketika berada di lingkungan berbeda,” jelas Cherdio.
Terhitung 2 tahun berjalan, Cherdio telah mempelajari banyak hal selama bermain di DBL D.I Yogyakarta. Pengalaman tersebut terus mendorongnya untuk menjadi semakin hebat seiring berjalannya waktu.
“Setelah ke Jogja ini barulah aku sadar bahwa sebenarnya aku ini bukan siapa-siapa. Itu yang bikin aku semangat mengejar ketertinggalan dan standar basket yang ada di sini,” tegas Cherdio.
Kerja keras Cherdio itu pun tidak sepenuhnya berjalan mulus. Bahkan, ia sebenarnya sempat berpikir untuk tidak bermain di DBL D.I Yogyakarta musim ini karena banyaknya tanggungan organisasi dan kepanitiaan yang harus ia pegang di luar lapangan.
Baca juga: Hasil DBL D.I Yogyakarta: Mache Menang Dramatis di Opening Party!
Cherdio Putra Javawinthsa bersama rekan setimnya saat mendengarkan arahan dari pelatih di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta
“Cuma setelah mendapatkan penguatan dari coach dan teman-teman, akhirnya aku tetap ikut seleksi masuk tim untuk DBL,” ungkapnya.
Cherdio akhirnya sungguh berkomitmen untuk belajar membagi waktunya. Berbagai koordinasi telah ia lakukan agar seluruh kegiatannya tidak bertabrakan dengan jadwal latihan rutin.
Dengan begitu, DBL tidak hanya mengajarkannya untuk berjuang meraih kemenangan, tetapi juga untuk menjadi pribadi yang disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab.
Ada juga beberapa perjuangan Cherdio yang tidak diketahui banyak orang. Sebagai anak rantau, ia terkadang merasa berat untuk menghadapi berbagai tekanan di tempat baru.
“Gak banyak yang bisa ngertiin perasaan aku seolah orang selalu mengejar aku buat ini itu tanpa tahu kondisi aku bagaimana. Ada banyak momen ketika saya merasa lelah dan bertanya pada diri sendiri, ‘Sampai kapan harus seperti ini?’” cerita Cherdio.
Baca juga: Dukung Jagoanmu Lewat DBL Favorite 2026 D.I Yogyakarta!
Meski begitu, Cherdio tetap selalu menemukan cara untuk bangkit kembali. Ia sadar jika setiap kesempatan yang ia dapat akan membawa tuntutan masing-masing. “Buat apa jauh-jauh ke Jogja kalau saya terus mengeluh?” tegasnya kepada dirinya sendiri.
Dukungan kedua orangtua dari jauh juga selalu berhasil untuk membuat semangatnya semakin berapi-api untuk menggapai mimpi bersama Stero. Bahkan, bentuk dukungan itu telah mereka tunjukkan secara totalitas pada musim lalu.
Cherdio berhasil menduduki peringkat kedua untuk memperebutkan DBL Favorite Player Boys 2025 D.I Yogyakarta. Ia memang belum mampu menduduki posisi teratas. Namun, ia bisa berada di podium kedua berkat bantuan dan upaya orangtuanya.
“Orang tua saya sangat bangga melihat anaknya bisa bermain di DBL. Mereka ikut menghubungi banyak orang untuk meminta dukungan dan menyebarkan informasi mengenai voting tersebut,” cerita Cherdio.
Dengan begitu, Cherdio merasa bahwa ia tidak sendirian. Ada banyak orang yang percaya dan berdiri di belakangnya untuk menguatkannya demi membawa nama bangga sekolah.
Laga perdana Cherdio tahun keduanya bersama Stero pun berjalan menyenangkan. Mereka berhasil membawa pulang kemenangan 29-24 atas SMAN 3 Yogyakarta.
Cherdio Putra Javawinthsa dan rekan setimnya saat membela SMA Stella Duce 2 Yogyakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta
“Jujur seru dan tegang banget. Saya mau ucapkan terima kasih karena perjuangan besar tim dan suporter besar sekolah,” kata Cherdio.
Ia pun berharap performanya dapat semakin meningkat lagi di laga berikutnya. Pengambilan keputusan dan persiapan mental menjadi hal yang ingin ia perhatikan lagi kedepannya.
Cherdio dan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta akan berhadapan dengan SMA Budi Utama pada 28 September 2026. Jika mereka berhasil memenangi laga tersebut, maka mereka memiliki peluang lebih besar untuk lolos ke babak Playoffs.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Cara Beli Tiket Online DBL D.I Yogyakarta 2026
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)