Hal yang dinanti-nanti oleh Fabian Dimas Permana Daulay akhirnya menjadi kenyataan.

Pada Sabtu, 26 September 2026, ia akhirnya menjalani debutnya di panggung Honda DBL with Kopi Good Day D.I Yogyakarta bersama SMAN 2 Ngaglik (Padmawidya). Momen ini sudah menjadi mimpinya sejak beberapa tahun lalu.

“Saat kelas VIII SMP aku pernah diajak sama saudaraku buat nonton DBL. Terus aku akhirnya jadi pengin main di situ buat mewakili sekolah,” sebut Dimas. 

Meski akhirnya Padmawidya harus mengakui keunggulan SMAN 1 Yogyakarta di laga perdana mereka musim ini (46-15), Dimas tetap berhasil memberikan kontribusi di lapangan. Ia berhasil mengumpulkan 3 poin dan 2 rebound.

“Sebenarnya cukup kecewa karena kalah, tapi tadi seru banget karena pertama kali main di DBL,” tuturnya.

Menariknya, ini bukanlah pertama kalinya Dimas bertanding di panggung yang besar. Sebab, sebelumnya ia juga telah memiliki pengalaman serupa. Hanya saja di cabang olahraga lain, yaitu lempar cakram dan tolak peluru!

Saat masih SMP, Dimas sebenarnya cinta terhadap olahraga bola basket terlebih dahulu. Itu berawal dari kehadiran temannya yang sejak SD sudah aktif bermain basket.

Baca juga: Hasil DBL D.I Yogyakarta: Filial Curi Kemenangan di Derbi Bantul!

Fabian Dimas Permana Daulay saat membela SMAN 2 Ngaglik di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta

“Kita masuk di SMP yang sama. Temanku ngajak aku buat coba main basket, terus ternyata basket itu asik dan akhirnya aku jadi suka sama basket sampai sekarang,” cerita Dimas.

Seiring berjalannya waktu, Dimas akhirnya semakin menyadari bahwa ia tidak hanya memiliki talenta dalam olahraga basket saja. Sang guru olahraga di sekolah yang mendorongnya untuk mengenali potensi besarnya sebagai student-athlete.

“Dulu aku direkomendasikan buat ikut O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional). Ada tiga cabor yang dinilai. Ada lari, lompat jauh, sama tolak peluru. Nah waktu itu aku nolaknya jauh,” jelas Dimas.

Aksi Dimas yang mentereng itu akhirnya mencuri perhatian salah satu wasit di ajang tersebut. Kebetulan, wasit tersebut juga merupakan seorang pelatih di klub atletik. “Habis selesai itu aku ditelepon sama ketua klubnya untuk bergabung,” ungkap Dimas.

Di klub tersebut, Dimas dapat semakin mengeksplorasi banyak cabang olahraga lain. Salah satunya adalah lempar cakram. Ia juga mendapatkan arahan dari pelatihnya untuk mencoba olahraga tersebut.

Dengan demikian, Dimas akhirnya serius menjalani tiga olahraga sekaligus. Latihan demi latihan ia jalani dengan tekun dan konsisten. Semua itu dilakukan agar performanya terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Dari Pekanbaru ke Yogyakarta, Cherdio Ingin Raih Mimpi dan Buktikan Diri

“Kalau tolak peluru dan lempar cakram latihannya setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Kalau basket hari Selasa malam, Kamis, Sabtu, dan Minggu,” terang Dimas.

Perbedaan jam latihan pada hari-hari tersebut membuat Dimas dapat membagi waktunya dengan baik. “Kalo soal akademik aku biasanya fokus di waktu jam sekolahnya. Kalau malam sempat belajar ya belajar,” tambahnya.

Seluruh kerja keras Dimas akhirnya membuahkan hasil yang impresif. Ia jadi semakin hebat dalam ketiga cabang olahraga tersebut.

Namun, ketika Dimas mulai mengikuti perlombaan, ia tetap masih merasa gugup dengan tekanan dan atmosfernya. “Karena baru berkecimpung di dunia atletik. Tapi seiring berjalannya waktu dan karena banyak latihan juga jadi makin percaya diri,” tegas Dimas.

Fabian Dimas Permana Daulay setelah menjuarai beragam kompetisi tolak peluru dan lempar cakram (Foto: dokumentasi pribadi Fabian Dimas Permana Daulay)

Pada tahun 2026 ini, Dimas mulai mengukir banyak prestasi. Ia berhasil membawa pulang medali emas cabang tolak peluru di Kejurkab (Kejuaraan Kabupaten) Sleman dan Magelang Open. Bukan hanya itu, ia juga meraih medali emas cabang lempar cakram di gelaran Kejurkab yang sama. 

Kini, Dimas juga bertekad untuk meraih banyak mimpi, pencapaian, dan kemenangan bersama Padmawidya di DBL D.I Yogyakarta. 

Perjalanannya pun baru saja dimulai. Ia masih memiliki banyak waktu untuk terus mematangkan kemampuannya hingga menjadi pemain basket yang semakin hebat pada masa depan.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Jalani Laga Debut, Tripoin Azra Langsung Jadi Penentu Kemenangan Mache!

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Dulu Dilatih Coach Ivan, Kini Bonfil Gandeng Sang Guru
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta, Minggu, 27 September 2026
Dari Pekanbaru ke Yogyakarta, Cherdio Ingin Raih Mimpi dan Buktikan Diri
Sinlui Menang Dramatis, Sinclaire Jefferson Jadi Penentu Comeback!
Hasil DBL East Jakarta: Finalis Musim Lalu Tersingkir!