Ada ketegangan yang berbeda di kuarter terakhir pertandingan SMAN 2 Surabaya (Smada) melawan SMA Nation Star Academy Surabaya (NSA), Minggu, 27 September 2026. Smada yang sempat memimpin cukup jauh harus berhadapan dengan situasi yang tidak sepenuhnya sesuai rencana.
Point guard Smada, Abyakta Utthearahmadi, harus meninggalkan lapangan setelah mengoleksi lima personal foul pada kuarter keempat. Situasi Smada pun semakin sulit di sisa pertandingan.
Kondisi tersebut membuat tanggung jawab di lapangan terasa semakin besar bagi Muhammad Rasyid Maulana Pradipta.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Smada Melaju ke Fantastic Four Lewat Laga Ketat
Rasyid kemudian mengambil peran lebih besar. Pemain yang musim ini dipercaya menjadi kapten Smada tersebut memilih untuk memperkuat pertahanan sekaligus memberi kesempatan bagi rekan-rekannya mengambil peran di sisi serangan.
"Di kuarter empat ini aku lebih fokus ke defense. Jadi benar-benar fokus ngejaga poin lawan biar nggak semakin nambah," ujar Rasyid.
Fokus tersebut tidak membuat Rasyid mengambil seluruh beban permainan seorang diri. Ia tetap berusaha membuka ruang agar rekan-rekannya bisa ikut menyumbang angka.
"Aku juga mencoba buat ngasih ruang ke teman-teman buat nambah poin," lanjutnya.
Pilihan itu berbuah hasil. Smada mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir dengan skor 37-34. Rasyid menutup pertandingan dengan kontribusi 17 poin dan 6 rebound dari 37 menit 25 detik bermain.
Baca juga: Azzam Menemukan Cara Bertumbuh sebagai Student-Athlete Lewat Basket dan Baseball
Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Smada melangkah ke Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Bagi Rasyid, perjalanan itu tidak datang dengan mudah. Langkah Smada di Playoffs sempat terhenti saat berhadapan dengan SMA St. Louis 1 Surabaya.
Kekalahan tersebut membuat Smada harus melanjutkan perjuangan melalui lose bracket. Alih-alih berhenti pada hasil tersebut, Rasyid dan rekan-rekannya kembali menyatukan tujuan.
Skuad SMAN 2 Surabaya merayakan keberhasilan mereka melaju ke babak Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Mereka cukup sering berkumpul dan saling ngobrol untuk membahas kondisi tim. Bagi Rasyid, momen tersebut menjadi cara untuk kembali menyatukan langkah setelah kekalahan sebelumnya.
"Kita sama-sama saling ngobrol, karena kita harus fokus ke tujuan kita di awal. Kita sudah sama-sama join di tim, sudah masuk di tim basket Smada, dan sudah punya satu visi yang sama," katanya.
Lewat obrolan tersebut, Rasyid ingin memastikan rekan-rekannya kembali percaya pada proses yang sedang mereka jalani.
"Jadi mau mengembalikan kepercayaan diri teman-teman buat kita bisa sampai ke visi dan tujuan kita dari awal," lanjutnya.
Baca juga: Susul Jejak Kakak, Sirhan Mecca Antar Putra Smada Melaju ke Playoffs
Musim ini juga menjadi perjalanan terakhir Rasyid bersama Smada. Sebelum dipercaya menjadi kapten, ia sudah lebih dulu merasakan bagaimana sosok pemimpin bisa memberi pengaruh di lapangan. Pengalaman itu ia rasakan sejak masih duduk di bangku SMP.
Saat itu, Rasyid mengaku belum mampu menjadi pemain yang bisa nge hype-in lapangan seperti kapten yang ia miliki. Kini, setelah sekitar sepuluh tahun menjalani basket, ia justru mendapat kesempatan untuk berada di posisi tersebut.
Musim terakhirnya bersama Smada ia jalani sebagai kapten. Peran itu membuat tanggung jawab Rasyid bertambah, terutama ketika ia harus ikut menjaga energi tim selama pertandingan.
"Aku lebih punya tanggung jawab. Di sisi lain, teman-temanku juga sangat berpengaruh karena mereka support aku ketika harus menyalakan semangat di lapangan," tuturnya.
Bagi Rasyid, menjadi kapten juga menjadi proses belajar untuk memimpin di luar momen pertandingan.
"Dari sisi leadership, aku belajar buat mengontrol diri dan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan," lanjutnya.
Baca juga: Doa Sang Papa, Bekal Aby Kejar Final Bersama Smada
Peran sebagai kapten hari ini tak lepas dari perjalanan panjang Rasyid bersama basket. Ia mulai mengenal olahraga tersebut sejak kelas II SD di Jember. Sang om yang memiliki latar belakang basket menjadi sosok yang pertama kali mengenalkannya pada permainan ini.
Saat itu, sang om juga memiliki klub basket bernama Spartan Beavers Jember. Rasyid bersama saudara-saudaranya dan teman-temannya pun mulai mengenal basket lebih dekat.
Momen kebersamaan Muhammad Rasyid Maulana Pradipta bersama rekan-rekan setimnya di klub basket Spartan Beavers Jember pada 2018 (Foto: Dokumentasi pribadi Muhammad Rasyid Maulana Pradipta).
"Awalnya itu om aku yang ngajak. Dulu om aku memang main basket waktu SMA, terus punya klub basket juga," cerita Rasyid.
Proses mengenal basket itu kemudian berlanjut dengan latihan bersama. Sang om tidak langsung mengajarkan teknik, tetapi lebih dulu membuat mereka menyukai permainan tersebut.
"Jadi aku, saudara-saudaraku, sama teman-teman diajak buat belajar basket. Awalnya benar-benar diajarin buat suka sama basket dulu, baru setelah itu mulai diajarin teknik," lanjutnya.
Baca juga: Menit Bermain Naik, Abrisam Ahzam Bawa Pesan Kesembuhan untuk Rekan Setim!
Dari sana, basket perlahan menjadi bagian dari kesehariannya. Ia mulai mengikuti pertandingan hingga merasakan pengalaman bermain di hadapan banyak penonton. Saat SMP, pengalaman tersebut membawanya ke berbagai kompetisi.
Salah satunya berakhir dengan gelar juara dan ikut membuka jalan Rasyid menuju Surabaya. Keputusan untuk melanjutkan sekolah di Smada juga tidak lepas dari perjalanannya bersama basket.
Rasyid ingin berada di lingkungan yang tetap memberinya ruang untuk berkembang di bidang akademik dan nonakademik. Basket menjadi salah satu jalan yang membawanya sampai ke sekolah tersebut.
"Kalau dari keluarga juga memang pengennya aku masuk sekolah negeri yang akademik sama nonakademiknya seimbang. Aku lihat Smada itu bisa menyeimbangkan dua hal itu," ujarnya.
Pertimbangan tersebut kemudian berjalan beriringan dengan perjalanannya sebagai pebasket. Rasyid melihat basket sebagai salah satu jalan yang membawanya melanjutkan pendidikan di Surabaya.
"Jadi basket juga jadi salah satu batu loncatan buat aku bisa sekolah di Surabaya," lanjutnya.
Baca juga: Titip Doa di Panti, Tradisi Smada Jelang DBL East Java-North
Setelah DBL selesai, perhatian Rasyid akan beralih pada pendidikan. Ia ingin mempersiapkan TKA dan mengejar kesempatan masuk PTN yang diinginkan. Pengalaman selama satu dekade bermain basket tetap ia bawa sebagai bagian dari perjalanan yang membawanya dari Jember hingga Smada.
Sebagai kapten di musim terakhirnya, Rasyid juga ingin meninggalkan sesuatu untuk Smada. Bukan hanya catatan pertandingan atau pencapaian, tetapi cerita yang bisa terus diingat oleh teman-temannya.
Potret jump shot Muhammad Rasyid Maulana Pradipta di tengah ketatnya pertahanan SMA Nation Star Academy Surabaya (NSA) di DBL Arena Surabaya.
"Yang mau aku tinggalkan buat basket Smada adalah cerita dan kenangan manis, yang harapannya tersimpan rapi di benak teman-teman semua,” tuturnya.
Rasyid tidak ingin apa yang ia tinggalkan hanya berhenti pada pencapaian. Ia juga ingin teman-temannya tetap mengingat perjalanan Angkatan 73 setelah mereka lulus nanti.
"Selain pencapaian, aku mau teman-teman tetap ingat aku dan angkatanku, Angkatan 73, ketika lulus nanti," lanjutnya.
Baca juga: Langkah Panjang Audi Aryasatya Menjemput Mimpi yang Ia Percaya
Masih ada satu hal yang ingin Rasyid kejar bersama Smada sebelum benar-benar menutup perjalanan terakhirnya. Ia ingin meninggalkan satu pencapaian yang bisa menjadi bagian dari kenangan Angkatan 73 di DBL musim ini.
"Hal yang paling pengen banget aku tinggalkan adalah juara di DBL tahun ini."
Perjalanan Rasyid bersama Smada belum selesai. Bersama Angkatan 73, ia masih punya kesempatan untuk menuliskan satu bagian terakhir dari cerita mereka di DBL musim ini.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Muhammad Rasyid Maulana Pradipta bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 2 Surabaya vs SMA Nation Star Academy Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).