Terhitung 6 tahun lalu, Audi Aryasatya masih menjalani perjalanan basket bersama SMAN 2 Surabaya (Smada). Kini, setelah melewati pendidikan Akpol dan menjalani tugas sebagai anggota Polri, ia bersiap mengejar mimpi berikutnya lewat beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi di Inggris.
Perjalanan itu dimulai dari DBL musim 2019. Saat itu, Audi menjadi bagian dari tim Smada yang sukses membawa sekolah kembali mencapai babak final untuk kedua kalinya dalam sejarah DBL.
Smada berhadapan dengan SMA St. Louis 1 Surabaya dalam pertandingan final dan harus mengakhiri musim sebagai runner up. Bagi Audi, hasil tersebut tidak menghapus rasa bangga terhadap perjalanan yang sudah mereka lalui bersama.
"Cuma proud aja. Mau juara atau enggak itu bonus, karena yang paling penting fighting spirit yang kita punya dari awal sampai bisa sampai the biggest stage," ujar Audi.
Baca juga: Titip Doa di Panti, Tradisi Smada Jelang DBL East Java-North
Tidak lama setelah lulus SMA, Audi mulai menempuh jalan yang sudah ia persiapkan sebelumnya. Ia memilih masuk Akademi Kepolisian. Pilihan tersebut memiliki arti yang lebih dalam karena menjadi polisi merupakan cita cita yang pernah dimiliki ayahnya.
Bagi Audi, perjalanan itu kemudian menjadi sesuatu yang ia syukuri. Apa yang awalnya merupakan mimpi sang ayah justru menjadi salah satu alasan yang membawanya sampai ke titik ini.
"Bersyukur sih, karena sebenarnya juga cita cita ayah, makanya aku bisa sampai di titik ini. Kalau kata lagunya The Script, ada judulnya If You Could See Me Now," katanya.
Judul lagu yang disebut Audi membawa kembali pikirannya kepada sang ayah. Ada satu harapan sederhana yang masih ia simpan dari perjalanan yang sudah dilaluinya hingga sekarang.
"Cuma berharap beliau bisa lihat aku aja," ucap Audi.
Baca juga: Hasil Drawing Round 2 DBL East Java-North 2026, Grup B dan H Panas!
Memasuki Akpol membuat Audi kembali menjadi seseorang yang harus belajar dari awal. Lingkungan pendidikan yang berbeda dari masa sekolahnya menuntut perubahan dalam cara menjalani keseharian.
Disiplin dan tanggung jawab menjadi dua hal yang paling ia rasakan selama proses tersebut. Pendidikan di Akpol juga membuat Audi melihat perubahan pada dirinya sendiri, terutama dalam sifat dan kebiasaannya.
"Yang paling berubah mungkin sifat dan habit sih. Itu yang aku dapat selama waktu pendidikan di Akpol," ujarnya.

Momen Audi Aryasatya (nomor punggung 9) ketika memperkuat SMAN 2 Surabaya (Smada) di Honda DBL East Java Series 2019-North Region, 19 September 2019.
Di sela masa pendidikannya, Audi juga mendapat pengalaman di bidang inovasi. Bersama timnya, ia meraih medali perak dalam World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2021 melalui Sistem Pendeteksi Masker Otomatis untuk Mengurangi Kasus Covid-19.
Setelah menyelesaikan pendidikan, perjalanan Audi berlanjut ke tempat yang jauh dari lingkungan yang selama ini ia kenal. Pada 2026, ia menjalankan tugas sebagai Ipda dan Kapolsek Jair, Polres Boven Digoel, Papua Selatan.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Ciputra dan Castle Melaju ke Round 2!
Perbedaan dengan kehidupan di Pulau Jawa membuat masa awal penugasannya menjadi proses adaptasi tersendiri. Salah satu hal yang paling ia rasakan adalah perbedaan budaya.
"Culture-nya sih, karena sangat jauh berbeda dengan yang ada di Jawa. Tapi itu hanya masalah waktu aja supaya terbiasa," katanya.
Bagi Audi, penugasan tersebut akhirnya menjadi pengalaman yang ingin ia bawa dalam perjalanan berikutnya. Ia merasa banyak hal yang tidak akan ia dapatkan jika tidak pernah menjalani tugas di Jair.
"In the end aku pasti bakal grateful banget pernah berdinas di Jair sana dan punya pengalaman yang enggak bisa digantiin pakai apa pun," lanjutnya.
Di tengah tugasnya di Papua, Audi masih menyimpan satu tujuan lain. Ia sedang menunggu hasil seleksi LPDP yang akan menentukan langkah pendidikannya setelah bertugas sebagai anggota Polri.
Pengumuman sebenarnya sudah keluar pada 22 Juni 2026. Saat itu Audi masih berada di Papua dan sengaja menunggu hasilnya melalui laman LPDP pada dini hari.
Penantiannya berakhir dengan kabar yang ia harapkan. Audi dinyatakan lolos LPDP dan akan melanjutkan studi di Inggris.
"Yang dirasain lega aja, karena apa yang diusahain bisa sesuai dengan apa yang diharepin," tuturnya.
Audi akan mengambil bidang Data Science. Pilihan itu tidak datang secara tiba tiba. Ia ingin mempelajari bagaimana data yang sudah dimiliki kepolisian dapat dimanfaatkan untuk membantu menganalisis kasus dan membaca pola kejahatan.
Menurut Audi, ilmu tersebut juga memiliki relevansi dengan predictive policing yang diterapkan Polri. Pengetahuan yang ia dapatkan nantinya diharapkan bisa membantu melihat bagaimana data dapat digunakan secara lebih optimal dalam pekerjaan kepolisian.
Baca juga: Cetak Poin Dobel Digit, Salah Satu Wishlist Dixon di DBL Terpenuhi!
Dari Smada, Audi pernah belajar mengejar target bersama sebuah tim. Di Akpol, ia menemukan tuntutan baru yang membentuk dirinya. Penugasan di Papua memberinya pengalaman tentang bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.
Kini, ia bersiap membawa seluruh pengalaman itu ke tahap berikutnya. Inggris menjadi tujuan pendidikannya, sementara data science menjadi bidang yang ingin ia dalami.
Terhitung 6 tahun setelah menjadi bagian dari perjalanan pertama Smada menuju final Honda DBL, Audi kembali menjemput mimpi dengan jalannya sendiri. Kali ini, ada satu mimpi yang ikut ia bawa sejak awal, sebuah cita cita yang pernah dimiliki ayahnya dan kini terus ia lanjutkan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)